Cicak-cicakku…

Cicak-cicak tahan banting

Jangan bosan menyadap

Hadang buaya mengamuk

Hap, buaya ditangkap !

Cicak-cicakku, teruslah kau menyadap

Jangan pernah berpikir untuk tiarap

Hadapilah dengan gagah dan tegap

 

Cicak-cicakku, suara hati adalah panggilan nurani

Suara dukungan, jadikan itu amunisi

Agar genderang perang kebenaran kian berkibar di bumi pertiwi

 

Cicak-cicakku, janganlah merasa takut dengan buaya

Janganlah juga takut dengan gozila

Kebenaran harus ditegakkan, apa pun konsekuensinya

 

Cicak-cicakku, berlindunglah hanya pada amanat jiwa

Yang selalu berdesir saat rasa dan logika bersua agama

Sumpahmu itu kan terbawa terus dalam mahkamah-Nya

 

Cicak-cicakku,

Selalu saja aku selalu bermunajat

Agar buaya itu mampu kau tangkap

Dan kembali merayap pada semua dinding-dinding dan atap-atap

Di semua ruang pejabat yang khilaf dan kalap

 

Cicak-cicakku, biarlah orang menganggapmu cicak

Tapi engkau cicak yang sebenarnya cicak

Yang bisa merayap di semua dinding dan atap

Pada ayat-ayat Al Muhaimin – Yang Maha Merawat

Pada ayat-ayat Al Bashir – Yang Maha Melihat

Pada ayat-ayat Al Wakiil – Yang Maha Pemanggul Amanat

Pada ayat-ayat Al Tawwaab – Yang Maha Penerima Tobat

Pada ayat-ayat Al ’Afuww – Yang Maha Pemaaf

Pada ayat-ayat An Naafi’ – Yang Maha Pemberi Manfaat

 

Cicak-cicakku,

Aku yakin, engkau adalah cicak yang hebat

Dan tak sabar, kutunggu gebrakkanmu yang dahsyat !!

Tinggalkan Balasan