Buku Ke#2 Agung MSG

Syukur alhamdulillah, akhirnya saya sudah menyelesaikan buku ke-2 saya.

Buku ini terlahir karena cukup banyak hal atau aspek dalam dunia Retail Risk Management yang belum terkelola dengan baik. Karenanya, melalui buku ini saya ingin berbagi bagaimana cara mensikapi dan mengelola berbagai potensi risiko dan bagaimana solusinya.

Saya pun mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang positif dari berbagai kalangan atas kehadiran buku Retail Risk Management in Detail ini.

Bagi rekan-rekan yang tertarik, sabar ya… nanti setelah terbit di toko buku akan saya kabari segera. Kini buku ini tengah dalam pemolesan akhir.

Beberapa kesan pembaca buku ini, cukup menggembirakan. Dan saya apresiasi sepenuhnya bagi sahabat-sahabat saya yang telah berkenan memberikan saran, komentar dan masukannya atas buku ke-2 saya ini. Terimakasih.

  • Saya salut dengan bahan-bahan yang begitu banyak, dan sangat kaya dengan berbagai kaitan topik (alias komprehensif risk management retail). Bahasanya sederhana dan bisa dipahami pembaca umum. Sangat bermanfaat bagi pebisnis retail dan penggiat risk management retail. Salam sukses!! – Sigit Triyono, MM, Managing Director, PT Sukses Holistik Indonesia
  • Dengan materi yang berlimpah dan mencerahkan, buku ini akan menggerakkan pikiran kita. Buku ini juga memberikan inspirasi dan kesadaran yang mendalam tentang pentingnya memahami Risk Management, yang pada akhirnya pembaca diajak untuk memahami, memaknai, memperluas wawasan dan memperkaya perspektif dan kecintaan “belajar” kembali…. Karenanya, memahami Retail Risk Management bisa juga dilakukan sambil ngemil – tidak sekaligus, tetapi sedikit demi sedikit. – Dickdick Sodikin, Managing Director Tridaya Consulting Group.
  • Kalau anda ingin “berpikir segala sesuatu yang jarang dipikirkan orang tentang manajemen risiko’, maka jawabannya ada dalam buku ini. Buku ini sangat inspiratif dan detail memaparkan tentang risiko-risiko baik dalam bisnis maupun terapan dalam kehidupan sehari-hari disertai dengan bagaimana mencegahnya. Untuk itu ilmu yang ada dalam buku ini layak anda baca. – Wasul Jauhari, SE, MM, Head of Merchandise Control
  • “Artikelnya informatif, dan ini adalah langkah yang bagus… Saya yakin akan bermanfaat karena informasi-informasi Retail Risk Managment dapat kita dapati di IMan.” – Johny C.M. Loelan, GM Risk Mgmt Hypermarket.
  • “Wah, sungguh kerja keras sehingga bisa membuat buku sedemikian detil dan sangat informatif bagi orang-orang yang membutuhkan gambaran detil mengenai Risk Management maupun operasional gedung. Congratulation semoga menjadi “panutan” buat retail di Indonesia. – David Mardiyanto, Deputy Head of Corporate Real Estate.
  • “Sebuah terobosan melalui publikasi bergaya artikel blog… Lugas, mudah diikuti, dicerna, dan dimengerti. IndonesiaAman.com tim telah mengantarkannya menjadi sesuatu yang mencerahkan dan “common sense” yang mewujudkan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dengan berbagi…” – Agus Udin Human, GM Foodmart Grocery Sales Development.
  • “Informasi yang sangat bagus dan luar biasa, karena penyajiannya tertata sangat konstruktif, ngak bosen dengan mempergunakan bahasa yang santai, mudah dicerna oleh semua kalangan, sehingga pembaca akan mudah untuk mengaplikasikannya”. – Haris Novian Pellu, Legal Corporate.
  • Pemaparan yang komprehensif, teramat detail, ringan, mudah dipahami dan sangat aplikatif. Sebuah pemikiran yang tidak pernah dipikirkan. – Eko Prahastio, Category Manager Proceed Food, Condiment/Sauce & Spices
  • “Inisiatif adalah suatu hal yang luar biasa dibandingkan dengan revised. Buku ini sungguh luar biasa, karena disajikan secara konstruktif, variatif, dan mudah dicerna. – H. Teguh Santoso, SH, SE, MH, MBA. Lawyer
  • Blog yang sangat bagus untuk mencari artikel tentang Retail Risk Managament, apalagi isinya selalu ter-update, jadi ngak bosen-bosen sering-sering mengunjungi blog ini. Thank’s. – Idham Chalid, Project and Support Manager.
  • Wow, thanks a lot ya..Article-nya bagus!” – Heri Krisdiyarto, GM Risk Management Supermarket
  • “Manajemen Risiko di IMan menjadi kertertarikan tersendiri bagi saya” – Achmad Iqbal, Pemerhati Risiko Pembiayaan.
  • Isi bukunya OK. Detail, urut dan jelas. Saya salut dan appreciate atas kumpulan kasusnya, dan buku ini bisa memberikan wawasan kepada banyak orang tentang Retail Risk Management. – Danang Prastoyo, HR – Out Store Training Manager.
  • Buku ini betul-betul merupakan panduan yang berisi poin-poin penting bahkan langkah-langkah efektif yang aplikatif dan sudah teruji sehingga memudahkan pengelola bisnis bila akan mengadopsi sistem tersebut. Uraian yang singkat tapi jelas dan sistematis menunjukkan bahwa panduan tersebut merupakan hasil pendalaman dari pengalaman selama bertahun-tahun sehingga mampu meminimalkan potensi risiko yang mungkin terjadi. – Dadan Shd, Store Command.
  • Informasi yang sangat bermanfaat. Hal-hal sederhana yang mudah diaplikasikan, namun memberi dampak positif yang signifikan. – Frizal Ramayanta, Risk Control Manager.

Tetap Eksis Tanpa Perlu Narsis

Seorang Edumainers, Sabtu kemarin bertanya kepada saya mengenai ke-narsisme-an. Tanyanya, ”Mas, narsis itu apa sih? Apa itu semacam sifat ego yang ingin selalu berbangga diri gitu?”

”Ya, mirip seperti itulah narsis itu. Narsis itu semacam cari-cari perhatian untuk kepentingan diri sendiri, sering memuji diri sendiri, atau menjadikan diri sendiri sebagai pusat perhatian orang!”

“Berati itu orang kepedean dong?”

“Boleh dikatakan seperti itu”

Dan obrolan pun terus merambat kemana-mana. Mulai narsisnya temen-temennya yang selalu memperbaharui status facebook-nya setiap saat dengan dosis sehari 3X; narsisnya guru di sekolahnya yang selalu membanggakan anak-anak didiknya; narsisnya tetangga di kampungnya yang menjadi orang kaya baru yang selalu membanggakan kekayaan dan kepemilikan hartanya; hingga gejala narsisnya sahabat karibnya sendiri akhir-akhir ini.

Katanya, ”Mas, kenapa ya sekarang ini saya merasa makin banyak orang yang cenderung memiliki kepercayaan yang berlebih. Lebih menonjolkan ’kemasan’ daripada ’isi’” ?

”Entahlah, mas ngak tahu apa itu penyebabnya. Sepertinya penyebabnya bisa banyak dan kompleks. Bisa karena kurangnya perhatian dari orang tua dan dari orang-orang yang ia cintai; bisa karena dia kebanyakan dosis nonton infotainment; bisa karena budaya instant yang ingin cepat tenar, kaya dan banyak penggemarnya; bisa karena dia kurang kerjaan yang berarti dan produktif karena terlampau sibuk dengan jejaring sosial di dunia maya; bisa juga karena dia gaul ama anak-anak narsis atau anak-anak yang suka narsis. Semua itu berpengaruh pada level kenarsismean seseorang”

Dan obrolan pun terus menghangat. Beberapa contoh kenarsisan yang ada di lingkungan saya, juga di lingkungan kerja saya, juga saya sampaikan. Orang narsis, tidak hanya nyebelin, namun juga pada akhirnya bisa mengganggu dan kontra produktif.

Malah tidak sedikit, saya menemukan orang-orang kategori narsis di dunia kerja seringkali bermasalah dalam hubungan antar manusia dengan rekan sekerja dan koleganya, hanya karena ia kurang berempati atas masalah yang dihadapi dari kacamata orang lain.

Di akhir cerita, sebagai ”kakak” saya berpesan padanya.

  1. Milikilah rasa percaya diri yang berbasis nurani, tapi jangan berlebihan.
  2. Jangan sampai citra mendahului kenyataan. Seperti menunjukkan kualifikasi yang berlebihan namun tidak disertai dengan kemampuan sebenarnya yang teruji di lapangan dalam waktu yang cukup panjang.
  3. Perbanyak bersyukur daripada berbangga diri.
  4. Sibukkan dengan ”99 impian yang memberdayakan diri” dengan manajemen waktu yang ketat.
  5. Hiduplah dengan orang-orang yang percaya diri, produktif dan prestatif. Bukan dengan orang-orang yang senang hura-hura, kongkow-kongkow, mejeng dan aktivitas lain yang mengarah pada kesenangan semata. Jangan juga terlarut dengan terus menerus memoles citra, penampilan dan tampilan luar, tapi lupa isi, esensi dan kebermaknaan hidup ini.

Untuk tetap eksis, rasanya tak perlulah narsis…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.