Gempa dan Al Qur’an

Apabila langit marah

Bumi terbelah, tanah terguncang terbedah jadah

Api panas membakar di sini dan di mana-mana

Hujan deras mencekam di pekatnya malam

Membekukan otak,

Hati terluka menganga

Merapuhkan jiwa

Jeritan pun lepas menghiba mengais langit,

“Ya Allah, ya Allah, Ya Allah…”

“Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar”

Kemegahan jadi lebur terkubur

Gelar tak lagi bisa menawar

Kebanggaan jadi terhampakan

Angan-angan jadi terlupakan

Inna nillahi wa inna lillahi rojiun…

Saya sangat kaget dan merinding, saat pulang dari Padang menuju Bandara Minang pada hari minggu siang kemarin bersama rekan-rekan sekerja Tim Tanggap Darurat, sebuah siaran radio di mobil Pak Mentivia menyiarkan, bahwa ada hubungan jam kejadian gempa besar di Padang dengan ayat dan surat Al Qur’an.

Minggu pukul 19.29 WIB, teh Eni saudara saya dari Cianjur kirim SMS yang isinya juga menghubungkan waktu gempa dengan surat-surat dalam al Quran, dan katanya : Coba lihat Al Qur’an, surat dan ayatnya sesuai jam tersebut. Allah telah membuktikan ayat-ayatnya. Subhanallah

Subhanallah, Allahu akbar… Saya buka database gempa yang sempat saya catat. Setelah saya buka…

GEMPA TASIKMALAYA

Tanggal 02 September  2009, terjadi gempa besar di Tasikmalaya. Dalam waktu rentang lebih kurang 2 jam terjadi 3 kali gempa. Gempa pertama adalah gempa besar berkekuatan 7,3 SR, gempa kedua 5,1 SR dan gempa ketiga 5,4 SR.

Gempa ketiga yang terjadi pada pukul 16:28 WIB, seolah-olah Allah menyampaikan sebuah pesan, atau mungkin mengingatkan dan memperingatkan kita bersama dengan sengat-Nya di surat an-Nahl / Lebah (16) : 28, yaitu :

(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata): “Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan.”

GEMPA PADANG

Tanggal 30 September 2009, Padang luluh lantak karena gempa besar. Gempa pertama pukul 17:16:09 WIB dengan kekuatan 7,6 SR kedalaman 71 km, dengan pusat gempa berada di laut 57 km Barat Daya Pariaman berkekuatan sungguh besar yaitu VI -VII MMI. Gempa dirasakan hingga Jakarta, Pekanbaru, Buktinggi, Bengkulu, Tapanuli Selatan, Muko-Muko, Sibolga, Guung Sitoli, Liwa, Duri Riau, Singapura dan Malaysia.

Apakah dari gempa itu Allah menyampaikan sebuah pesan QS. Al Israa’ 17 Ayat 16 dan surat An Nahl (16) : 09 ?

  1. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. QS. al-Isra’ (17) : 16
  2. Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar) – QS. an-Nahl : 9

Gempa Padang kedua pukul 17.38 WIB dengan kekuatan 6,2 SR, di 22 km Barat Daya Pariaman dengan kedalaman 110 km, apakah Allah menyampaikan sebuah pesan QS. Al Israa’ (17) Ayat 38 ?

Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu

GEMPA JAMBI

Gempa di Jambi tanggal 1 Oktober 2009, terjadi pada pukul 08:52:29 WIB. Gempa Jambi ini dengan kekuatan 7 SR kedalaman 10 km, berpusat di darat 46 km Tenggara Sungaipenuh Jambi, hingga dirasakan di Kepahiyang III-IV MMI, Pandang panjang III-IV, Bukit Tinggi II-III, Pekanbaru III dan Jambi III-IV

Apakah gempa ini juga berarti Allah telah mengingatkan dengan surat ke-8 ayat 52 dan surat 52 ayat 29 ?

  1. (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Firaun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya. (QS Al Anfal / Rampasan Perang (08) :29.
  2. Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Tuhanmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila. QS. ath-Thur (52) : 29.

Siang ini setelah istirahat siang, seorang sahabat dari lantai yang berbeda mengirim SMS kepada saya :

“Menempatkan gempa… dan lainnya dengan ayat Qur’an membuat kita bergetar takut. Yang lebih kita takutkan adalah jika apa yang Allah maksudkan tidak tepat kita tempatkan pada gejala alam tersebut. Jangan kita mendahului / menghakimi kehidupan yang masih berproses dengan pemahaman kita yang terbatas. Kita takut Allah murka.

Mungkin yang lebih arif seperti kata teman lainnya adalah merangkul setiap dualisme suka-duka, sedih-bahagia dan seterusnya dihadapi dengan sabar dan ikhlas. Kita khusus menjalankan amanah dan merangkulnya dengan baik sangka dan apa adanya.

Insya Allah, kemuliaan dan ridho Allah menyertai.. Wass”.

Sigit Triyono

Sigit Triyono. Nama ini selalu saya ingat. Ia orang yang sederhana, ramah, cerdas, kritis, bersahaja, dan selalu siap membantu.

Nama ini selalu saja menjadi inspirasi saya saat saya memberikan pelatihan, outdoor training, workshop atau berbagai acara berbagi ilmu di mana pun. Sungguh, saya telah banyak belajar kepada beliau.

Meski ia sudah lama tak lagi satu “kapal induk” dengan saya, namun mindset dan pembelajarannya menempel kuat di benak saya.

Pernah suatu ketika, kira-kira tahun 1996-an, saya — beserta Ibu Sulistiani & Pak Sus — mengadakan kelas outbound training ceritanya. Lalu, setelah segalanya siap, dengan rasa percaya diri saya mencari beliau dan “memohon petunjuk” atas rencana pelatihan outdoor-training ini.

Tanpa diduga, beliau berucap, “Saya tidak perlu memberikan saran dan masukan atas outdoor training ini. Nanti bisa prematur jadinya…”. Waduh, prematur? Gimana ini? Prematur…?

Namun cepat-cepat beliau secara bijak memberikan komentar, “Wah, ini ide bagus, pelatihan pertama perusahaan kita yang diselenggarakan dengan gaya outdoor. Saya yakin, ini akan bermanfaat bagi para peserta dan juga bagi perusahaan”.

Hasilnya, pada hari ketiga, untunglah semua peserta merasa puas, terkesan, dan merasakan manfaatnya secara ruar biasa. Terlihat dari berbagai komentar yang memberikan berbagai apresiasi tinggi.

Dan dua minggu kemudian, seluruh HR Supervisor (dulu Supervisor Personalia) seluruh Jabodetabek diundang ke HRD Training Center di Pasar Baru. Dan kembali saya ditugaskan oleh Pak Sigit, agar saya menceritakan bengek-teteknya persiapan ini dan itu, dan isian materi pelatihan untuk para Koordinator dan Supervisor Toko.

Didasari keinginan untuk mendapat review dan masukan, sesaat selesai memberikan presentasi, kembali saya bertanya kepada pak Sigit bagaimana dengan presentasi saya tadi?

“Energi dan antuasisme sampeyan, luar biasa. Selebihnya, kita bisa banyak belajar sambil jalan kan ya…”, kata Pak Sigit.

Saya berpikir, nilai bagus saya dalam keterampilan presentasi hanya energi dan antusias saja. Yang lain, ngak tahulah.. Lalu, saat saya mengikuti Management Trainee saya banyak belajar bagaimana cara presentasi yang bagus itu. Alhamdulillah, saat di-test presnetasi saya bisa jadi juara #1. Plus saat training for the trainer pun, alhamdulillah saya bisa juara #1.

Hikmahnya, selama kita membuka hati dan pikiran untuk selalu belajar dari yang terbaik, insya allah akan ada perbaikan yang berarti di diri kita. Dan salah satu guru terbaik saya dalam pelatihan dan pengembangan diri itu, adalah Bapak Sigit Triyono.

Kini beliau jadi Managing Director PT Sukses Holistik Indonesia, aktif dalam bidang pelatihan untuk institusi keagamaan, menjadi konsultan HRD dan Marketing, mengisi bedah bukunya sendiri “Sukses Terpadu Bisnis Ritel: Dari Merchandising sampai Shrinkage” di SmartFM.

Selain Holistik Indonesia, beliau pun pendiri Rasfles Foundation, dan School of Parliament Jakarta. Dengan pengalaman di Dale Carnegie Training, Matahari Putra Prima, Tbl., peneliti di LPEM-FEUI, associate LPPM, dan MarkPlus & Co Partner, ternyata beliau sudah melanglang belajar ke Jepang, Malaysia, Australia, Taiwan, Taiwan, dan China.

Selain sebagai konsultan, beliau pun memberikan pelatihan “Return of investment for training and development”, “Good goverment for manager and supervisor”, dan pelatihan lain yang berkait dengan ke-HRD-an.

Saat saya SMS yang saya dapat dari senior saya, saya khawatir beliau lupa. Maklum sudah cukup lama tak ada kontak apa pun dengan beliau. Ternyata langsung balas SMS saya.  “Wah, saya masih ingat. Sampeyan kan yang sangat enerjik dan produktif”.

Puji Tuhan dan syukur alhamdulillah, beliau memberi alamat lengkap, telepon dan email sekaligus.

Bagi saya pribadi, guru yang baik adalah guru yang selalu tulus untuk berbagi, memberi inspirasi, dan membuka ruang dan waktu untuk kapan pun bisa dihubungi. Dan Pak Sigit, adalah salah satunya…

Inspiring Teaching – Mendidik Penuh Inspirasi

Setelah istirahat siang ini, saya datang ke toko buku. Cari wawasan baru, cari-cari inspirasi, dan terutama : 1nspirAction !

Saat muter-muter di toko buku, binggo :  saya baru ingat. Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 17 Agustus 2009, sahabat saya Taufik Tea dari Bogor kirim SMS. Isinya : “Ass. Merdeka. Mari kita isi kemerdekaan dengan semangat berbagi. Alhamdulillah telah diterbitkan buku Inspiring Teaching oleh Gema Insani Press bln Juli lalu”.

Oh, alhamdulillah… ternyata kini komunitas HAI Edumain sudah melahirkan 2 penulis. Ronni Fredila (novel), dan Taufik Tea.

Saya cari di rak Psikologi Umum sesuai data yang ada di komputer layanan pelanggan, tak ada. Saya cari dengan potong kompas, tanya langsung ke pramuniaganya. Dengan antusias pramuniaga wanita itu menyapa saya, tersenyum manis, dan dengan gesit keluar dari mejanya seraya tetap menebar senyumnya, “Oh itu, buku yang bapak cari, pasti saya menemukan. Mari, disini pak”, seraya meminta saya untuk mengikutinya.

Oh, ternyata ada di rak buku baru. Dan ternyata nama saya ada dalam Kata Pengantarnya. Bagi mas Taufik, waduh… saya adalah mentornya ! Padahal, rasanya saya hanya mengajak pada berbagai pelatihan di HAI Edumain dimana mas Taufik sebagai salah satu pengisinya, dan berbagi lepas begitu saja.

Lalu, saya bertanya-tanya pada diri ini, apa yang telah menginspirasinya?

Ternyata ada di halaman 225 tentang “Perubahan 1% Setiap Hari”. Katanya, “Bagaimana perubahan secara bertahap itu bisa dilakukan? Pak Agung, mentor saya suatu hari mengatakan caranya, yaitu dengan melakukan perubahan sedikit-sedikit. Jika melakukan perubahan 1% saja setiap hari secara konsisten, sehingga bila ada 365 hari dalam setahun, maka ketika kita berubah 1% setiap hari, berarti kita akan mengalami kemajuan 365% setiap tahunnya”.

Ya bener Mas Taufik, saya sendiri sudah lupa kapan itu saya ucapkan dan dimana. Namun, Insya Allah, buku yang selalu diawali dengan “doktrin-doktrin yang sudah terjaga dan pasti hasilnya” — dari Al Qur’an — akan bermanfaat bagi pembacanya.

Dan akhirnya, sungguh saya pun ingin dimentori oleh Mas Taufik soal Inspiring Teaching ini. Karena, selama saya sekolah, mulai dari SD hingga di UNDP, ILO dan IPMI, hanya sedikit dan terhitung dengan jari, guru-guru yang memberikan inspirasi demi inspirasi dalam pendidikan dan pengajarannya. Guru, dosen yang mengajar itu banyak, namun yang memberikan “inspiring teaching” itu amat sangat sedikit.

Selama kita belajar, kepada siapa pun, di mana pun dan dengan meteri apa pun, kita masih akan selalu merindukan pembelajaran yang penuh warna, mencerahkan dan menginspirasikan !

OK, sukses buat Mas Taufik !

Sorot Mata Paskibraka 2009

Paskibrka HAI Edumain Cianjur 2009 Minggu kemarin, saya berbagi dan memberikan motivasi kepada semua siswa Paskibraka Cianjur 2009. Tempatnya di asrama Raider TNI Gadung. Durasinya : 14 jam !

Materi diawali pukul 07.00 pagi dengan modul Belajar Bagaimana Belajar dan Bagaimana Menjadi Insan Pembelajar. Kemudian dilanjut dengan ”mengukur” Berapa Besar Energi dan Antusiasmu untuk Disiplin dan Maju. Dari dua modul pertama ini saja, cukup banyak siswa yang gelagapan. Tak sedikit yang merasa terlampau tinggi tuntutannya.

Padahal, di luar sana, tuntutan akan disiplin dalam universitas kehidupan jauh lebih ketat. Intinya, kita perlu disiplin atau ”mati” !

Disiplin selalu menyapa dengan halus dan lembut. Ia hanya mengingatkan lewat pengalaman yang pernah kita alami, lewat hati kecil dan akal sehat kita. Juga lewat imajinasi kita dan apa saja langkah nyata kita sekarang. Bila semua sapaan itu tidak kita hiraukan, maka harga yang terlampau mahal harus kita bayar.

Biasanya berupa rasa minder, ketertinggalan, penyesalan, kehilangan kesempatan emas, atau ketidakmampuan kita untuk mengerjakan sesuatu yang semestinya bisa kita lakukan jauh hari sebelumnya.

Lalu, setelah dua acara itu, modul berikutnya adalah Bagaimana Membangun 99 Impian yang Memberdayakan.

Materi yang menarik, sebenarnya ada pada modul ”Disiplin Diri dan Puncak Prestasi”. Sebagai contoh, kita tampilkan bagaimana Michael Jackson bisa tampil menarik dan top dengan disiplin keras dan ketat : latihan 100 jam sebelum manggung!

Lalu, modul berikutnya kita seling dengan ” Who Moves My Matches?”. Di game ini, mereka belajar berpikir diluar kebiasaan – persis seperti saat mereka melihat 99 fungsi handphone. Di awal agak kelimpungan, namun dengan pembiasaan mereka mulai deh menyabet berbagai Kueh Award yang siap lahap !

Hanya saja, saya pikir idealnya sih, setiap modul bagusnya diberikan satu hari satu modul. Lalu diselingi dengan latihan fisik baris berbaris dan doktrin kebangsaan dan kenegaraan. Dan dilanjut dengan modul pengembangan karakter lainnya, dan lagi diselingi latihan fisik dan tempaan mental. Demikian seterusnya. Namun, karena waktunya mefet, maka 14 jam mereka dicekoki modul in-house dan outdoor training dari HAI Edumain.

Modul akhir, ditutup dengan Leadership dan Soliditas Team. Memilih untuk menjadi diri sendiri, memilih untuk menjadi Sang Juara, dan terbang melesat seperti Elang !

Alhamdulillah, 97% menilai sangat bagus, dan perlu dilanjutkan secara berkesinambungan. Semoga mereka mampu memuliakan jiwa patriot dan cinta kepada bangsa, negara dan tanah airnya : Indonesia. Dan sukses dalam mengibarkan dan menurunkan sang saka Merah Putih pada tanggal 17 Agustus 2009 nanti. Amin.

Hanya saja, sebelum pulang… tak kuasa, saya kembali melihat kebelakang. Melihat semua sorot mata dan semangat mereka. Sungguh, secara keseluruhan… saya agak sedih. Fasilitas dan support yang mereka terima, maaf… rasanya tak sesuai dengan tugas yang mereka emban.

Saya pun tidak begitu yakin, apakah setelah mereka selesai menyelesaikan tugasnya dengan sempurna mereka masih mampu berteriak penuh energi dengan semangat yang membahana : Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

Hanya bulan dan awan yang menyaksikan semua itu…

Gadung Cianjur,

9 Agustus 2009 pukul 21.09 WIB

Kopi Terhangat 2009

Sahabat Semuters IPMI JktMinum kopi adalah kesukaan saya. Kopi apa saja, asal diseduh dengan air panas dan disajikan di cangkir kecil dengan bibir gelas yang bunder, bukan tipis. Bisa pagi, bisa sore. Hmm… nikmatnya.

Minum kopi hangat sendiri, adalah biasa. Dan jadi luar biasa, saat saya meminumnya ditemani dengan sahabat-sahabat lama yang sudah tidak ketemu lebih dari 15 tahun ! Hm, sungguh : ini jadi kopi hangat ternikmat yang saya minum di sepajang tahun ini.

Dua sahabat lama — Rijal dan Imo — menemani saya makan pagi dan minum kopi di Horizon Makassar.

Rijal & Imo sekarang sedang ambil S-3. Insya Allah, tahun depan udah kelar? Hayo, siapa yang mau menyusul ? Rijal anaknya 2, Imo 5 (dan siap nambah bila ada istri yang lebih muda, lebih kaya, lebih sholehah, candanya…. ).

Rijal, kini pegang keuangan yang dulu pernah pegang pengembangan bisnis, sementara Imo dipercaya mengembangkan bisnis ke Papua dan beberapa wilayah Indonesia Timur sana.

Rijal badannya normal, Imo ekstra menggemaskan. Keduanya, alhamdulillah sehat wal afiat. Yang menarik, Rijal sampai rela meninggalkan pekerjaannya karena “dimintai keterangan” dan Imo “me-reschedule” jadwal kesibukannya dan segera meluncur ke Horizon, karena saya. Jadi “Tersanjung 7″ nih !

Sahabat sejati, memang selalu melepaskan semua atribut. Rela meluangkan waktunya untuk menjaga dan menjalin silaturahmi dan semangat Semut IPMI.

Alhasil, saya sungguh bersyukur, bahagia lihat temen-temen saya sehat dan sukses. Kami pun jadi cerita lepas kesana-kemari, dan kangen-kangenan. ..

Rijal, Imo… kapan lagi ya kita makan pagi dan minum kopi bersama, dengan Agus Adnan & Zuhdi tentunya ! Semoga Allah senantiasa merekatkan kita selalu, seperti Rasulullah dan sahabat.

Amin ya Robbal ‘Alamin…