Mandeg dan Merasa Tak Ada Kemajuan ?

Bagaimana Mengatasi KemandeganAnda merasa mandeg dan merasa tak ada kemajuan ? Ambil jarak dengan masalahnya. Kemandegan dalam bisnis dan kehidupan sebenarnya bisa diatasi dengan mudah. Mudah, bila kita tahu caranya.

Mandeg itu disebabkan oleh dua hal :

1. Trouble at the border. Mandeg adalah ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atau yang tidak diinginkan tidak menjadi kenyataan.

2. Mandeg terjadi ketika kita merasa di titik “Dip”, yaitu merasa di lembah terendah, saat seseorang atau kita merasa maju tak bisa, mundur rasanya tak mungkin.

Bila kita merasa berada dalam masa kegelapan, ada baiknya kita nyanyikan saja lagu “Kegelapan” yang pernah dibawakan oleh Hari Moekti.

# KEGELAPAN

Gelap / Gelap terasa hidup ini
Seakan mendung
Sepanjang masa

Suram
Betapa suram hidup ini
Bila sinar terang
Menghalau mendung ini

Kegelapan yang datang
Tak mungkin selamanya
Pasti akan berakhir
Pasti akan berlalu (2x)

Namun, jangan sekali-kali beranggapan bahwa “Hidup ini Bagaikan Roda. Kadang diatas, dan kadang dibawah”. Jelas, ini pandangan dan keyakinan yang sesat ! Seharusnya, “Hidup ini terus berjalan, kadang ke atas, mungkin saja sedikit menurun, namun harus terus naik dan lebih baik lagi. Karena, kata Allah “bukankan nasib kita ini adalah sesuai prasangka hamba-Nya ?”

Sesungguhnya Allah berfirman: “Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” [HR.Turmudzi]

Jadi saat kita merasa dibawah, saat merasa dip, itu adalah bagian kehidupan kecil kita dan sementara, dan bukan seluruh kehidupan kita itu sendiri. Insya Allah kita akan naik dan lebih tinggi lagi.

CIRI DAN PERASAAN MANDEG

Mandeg sendiri punya sejumlah ciri :
– Ingin pindah posisi
– Hasil tak sesuai harapan
– Hasil tak sesuai investasi dan waktu yang telah diberikan
– Pendapatan flat, rata-rata terus tak naik-naik, omzet tak meningkat
– Tak ada sales, atau sales jelek
– Barang numpuk
– Kehilangan fokus
– Gosip dari karyawan semakin banyak
– Cari peluang lain

Bila kita punya perasaan-perasaan dibawah ini, tidak menutup kemungkinan kita ini sedang mengalami kemandegan :
– Tidak semangat
– Tidak bergairah
– Merasa tidak ada kemajuan
– Apatis
– Galau
– Frustasi

Rasa kemandegan itu bisa dikurangi, bahkan bisa kita atasi bila kita punya komunitas dimana kita bisa nyaman untuk berbagi. Dari berbagi itu kita bisa mendapat pendapat, masukan, atau wawasan atambahan. Atau setidaknya mengurangi rasa kemandegan, yang pada akhirnya diharapkan setelah ada perasaan ringan didada kita bisa mengambil jarak dan masalah kemudian bisa mengatasinya dengan cara-cara sendiri.

SOLUSI

Inilah cara atau teknik mengatasi kemandegan yang tentu saja harus kita jadikan sebagai tugas yang harus kita kerjakan dengan sungguh-sungguh.

1. MENERIMA sebagai sebuah kenyataan kehidupan, tak perlu disesali. Jika tidak menerima, siap-siap stroke mengancam. Ya, sekali lagi, menerima atau stroke ?

2. BERSYUKUR, agar kita bisa naik lagi.

Koq bersyukur ? Bersyukur itu meringankan tubuh. Ya, karena dengan bersyukur kita akan merasa menjadi lebih ringan dan akan lebih mudah untuk naik lagi.

Yakinilah sahabat bahwa :
 “Dip terjadi sebagai bentuk pesan dari Allah SWT bahwa ada yang belum saya ketahui dan perlu saya perbaiki dari DIRI SAYA dan dengan CARA-CARA SAYA”.
 “Apa pesan yang Allah sampaikan pada saya ?”

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu berkata, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)

3. Melepaskan diri dari KEMELEKATAN.

Baik itu kita merasa Dip atau pun kemelekatan, biasanya berkait dengan harta, cinta dan tahta. Ciri-cirinya, saat dikasih saran atau masukan, orang yang punya kemelekatan tinggi justru bukan berterimakasih namun menyanggah antara lain dengan berkata :
 “Kamu sih enak ngomong begitu”
 “Kamu kan tak merasakannya”

Lepaskan kemelekata itu. Jangan merasa “memiliki” atau “dimiliki”. Biarkanlah semua itu hanya titipan dan amanah dari Allah. Fokuskan pada masa depan, juga pada tindakan masa kini apa yang bisa mengubah dan mempengaruhi masa depan. Bukan pada bayangan atau pun kejayaan masa lalu.

4. BERTANGGUNGJAWAB

Yakini dan katakanlah sekarang,
“NASIB saya tidak akan berubah menjadi lebih baik, selama saya merasa bukan orang yang paling bertanggungjawab untuk memperbaikinya”

Mari kita ulangi pernyataan itu dengan mengganti “nasib” berutut-turut dengan “dompet”, “rekening”, “bisnis”, “karir”, “perilaku anak”, “keluarga”, “perilaku karyawan”, atau yang lainnya. Bacalah lagi pernyataan diatas mulai dengan “dompet” atau lainnya sesuai kebutuhan kita. Insya Allah, akan ada rasa lebih bertanggungjawab setelah kita membacakan dan meresapinya dengan sungguh-sungguh. Insya Allah !

Bila kita mandeg karena debt (hutang) misalnya, bisa jadi itu karena over spending (terlalu banyak pengeluaran), under earning (kurang pemasukan) dan unexpected event (banyaknya pengeluaran yang tak diduga, atau ikut investasi yang ternyata menipu).

5. MEMBERSIHKAN DIRI dari maksiat, rasa takut, pikiran kotor, dan kenegatifan lainnya.

Bersih-bersih, beban-beban itu harus dibuang. Ada ngak maksiat dalam diri, bisnis dan keluarga saya? Dalam bisnis, apakah akad, transaksi, prosesnya sudah bersih. Juga bersih dari hutang dan riba ?

Dengan bersih-bersih, badan itu jadi ringan. Singkronkan juga doa dengan tindakan. Jangan cari dalil atau alasan !

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka” (QS Ar Raad 13:11)

6. KEEP MOVING, push trough and find the light. Maju terus, sampai sukses !

Seperti kecoa yang terbalik badannya, kecoa akan terus bergerak untuk bisa membalikkan badannya. Bila tak bergerak, maka ia akan dikerubungi semut dan mati.

Begitu juga dengan ilmu bisnis, teruslah bergerak. Tidak hanya STARTING BUSINESS yang dibekali dengan tekad, optimisme dan rasa BERANI. Namun juga RUNNING, menjalankannya dan GROWING, menumbuhkembangkannya.

Teruslah bergerak. Perbanyak kontak, perluas jejaring, perbanyak juga “lead”. Cari terus ilmunya, cari inspirasi, dan cari solusinya.

7. Menetapkan TUJUAN untuk membantu orang lain.

Apa pun tujuan itu, harus dilandasi sebagai bentuk ibadah hanya kepada Allah SWT dan diberikan manfaatnya ke sebanyak-banyaknya orang lain. Tidak hanya untuk keluarga sendiri, namun juga saudara, tetangga kita dan orang lain yang bisa kita berikan.

Life and Biz is helping others.

8. Temukan PENDORONG yang lebih kuat.

Energi Pendorong yang paling rendah untuk keluar dari kemandegan adalah HARTA, CINTA dan TAHTA. Energi Menengah untuk keluar dari kemandegan adalah energi yang bersifat maknawiah atau emosional.

Agar lebih cepat, lebih efektif dan bersifat permanen keluar dari jurang kemandegan, gunakan ENERGI SPIRITUAL, kekuatan ruhiah. Insya Allah, “I will be unstoppable” hingga malaikat-malaikat di surga nanti akan berkata kepada kita “Salamun ‘alaikum bima shabartum”, keselamatan atasmu berkat kesabaranmu.

Contoh :
 “Saya punya tanggungjawab terhadap karyawan-karyawan saya dan keluarga mereka”.
 “Saya sedang mempertaruhkan nama baik, reputasi dan kredibilitas saya”
 “Saya ingin, anak-anak dan istri saya bangga punya ayah dan suami yang bisa senantiasa menginspirasi mereka, meski saya sudah tiada”.
 “Saya ingin mensosialisasikan Thibbun Nabawi ke masyarakat di Cianjur, Jawa Barat dan Indonesia”
 “Saya ingin mengganti masyarakat yang berobat beralih dari produk non halal ke produk yang telah terjamin kehalalannya”
 “Saya ingin membantu masyarakat bahwa berobat dan menjaga kesehatan itu mudah, murah, aman, tanpa efek samping, alami, dan halal sesuai syariah.”
 “Saya ingin jaringan “toko herbal alami – sehat alami cara nabi” ini menyebar ke seluruh Indonesia, dan menunjukkan pada masyarakat dunia bahwa Thibbun Nabawi itu jauh lebih baik, lebih murah, lebih unggul, terpercaya dan jauh lebih efektif.

9. Temukan CARANYA

Masalah bisnis, finance, atau pun kehidupan, ada cara dan jalan keluarnya. Jadilah master, yaitu yang menguasai.

Penting untuk diyakini :

 Penghasilan saya ditentukan oleh MANFAAT (value) yang bisa saya berikan dan diterima oleh orang-orang yang membutuhkan produk / jasa yang saya hasilkan.

 Penghasilan saya ditentukan oleh JUMLAH orang yang menggunakan produk / jasa yang saya hasilkan.

Rasulullah bersabda “Khairunnas anfa’uhum linnas“. “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

PR : Bagaimana mendatangkan lead atau crowd ?

10. Cari dan kuasai TOOLS-nya

Dapatkan sejumlah alat bantu yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif dan terbukti telah mendatangkan kebaikan dan kemajuan.

11. Kuasai KETERAMPILANNYA dan perhatikan LANGKAHNYA

Jangan buru-buru “membajak” ahli. Kuasai dulu seluruh prosesnya, mulai dari selling, recruitment and development, finence hingga operation. Baru kemudian merekrut orang profesional.

12. KEEP LEARNING, karena :

 Stage (starting, running, growing) sudah berubah.
 Lanscape dan peta persaingan bisnis mungkin sudah berubah
 Regulasi dari pemerintah sudah berubah, dll., dst….

13. DISIPLIN

Jangan tergoda peluang bisnis lain, starting lagi. Gagal, starting lagi…. Wah, kapan nyampenya ?

14. It’s Time to be COACHED

Tidak semua orang bisa dilatih. Ada yang sudah merasa penuh gelasnya, sudah merasa hebat dan profesional, ada juga yang merasa sudah berpengalaman dan dia sanggup mengatasinya sendiri. Celakanya lagi, ada orang yang menggantungkan dirinya pada coach-nya, namun ia sendiri tidak mau merubah diri. Aduh, celaka ini mah…

Karenanya, jadilah pribadi yang open mind, coachable, dan mencintai ilmu. Bila mau investasi misalnya, investasikan waktu terlebih dahulu untuk melihat reputasi dan kredibilitasnya, dan kemudian pilih hanya untuk bisnis dan investasi yang jelas yang dikelola oleh orang profesional.

Dan terakhir, TIME TO ACT. Right here, right now !

Sumber : Artikel kecil diatas ini didedikasikan untuk para insan pembelajar Edumainers dimana pun berada. Materinya disarikan sebagai oleh-oleh dari seminar “Strategi Mengatasi Kemandegan Bisnis dan Kehidupan” yang langsung dibawakan oleh Samsul Arifin, penulis buku “27 Jurus Jitu Meraih Impian” di Gedung Pos Jl. Banda Bandung, 19 April 2013. Insya Allah bermanfaat.

Bermain dengan Risiko dan Kegagalan

Tak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang, kecuali dengan izin Allah.
Dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
(QS  at Taghaabun : 11)

Resiko itu selalu ada. Kekalahan itu biasa. Kesalahan itu manusiawi. Kerugian itu wajar. Ketakutan itu normal. Dan kegagalan itu hanyalah bagian dari proses sukses saja.

Hanya saja, seringkali kita tidak memiliki sikap terbaik bila kita dihadapkan pada apa yang dinamakan resiko, kekalahan, kesalahan, ketakutan, kerugian maupun kegagalan. Seringkali dengan cara pandang (mindset) yang berbeda, kita akan mendapatkan respon, aksi dan hasil yang berbeda pula.

Untuk itu, marilah kita membiasakan diri untuk menempatan resiko hingga kegagalan, dengan lebih bijak, lebih asertif dan lebih “enerjik”. Mari kita lihat satu persatu.

BILA MERASA TAKUT, PECUNDANG ATAU ORANG PESIMIS AKAN BERKATA,
“CARI AMAN. JANGAN AMBIL RESIKO”.
SEMENTARA ORANG YANG BERMENTAL JUARA, ORANG SUKSES
ATAU PEMENANG, BILA MERASA TAKUT, IA BERPRINSIP :
“PAKAI OTAK. DAN PELAJARI CARA MENANGANI RESIKO !”

1. Pada saat Pecundang menghindari resiko, atau terlalu takut pada resiko, Pemenang malah senang belajar untuk berani mengambil dan mengelola resiko.

2. Untuk maju, Pecundang kadang merasa perlu untuk bersikap sebagai penjudi. Sementara bagi Pemenang untuk maju, ia siap bersedia mengambil resiko yang telah diperhitungkan.

3. Pecundang cepat membuat keputusan yang beresiko besar. Sementara Pemenang, berani mengambil resiko yang sudah diperhitungkan dengan baik (matang).

4. Pecundang seringkali bertanya, “Apakah ada jaminannya, bahwa itu akan berhasil dan sukses?” Sementara Pemenang justru bertanya sebaliknya pada diri sendiri, “Apakah saya yakin sepenuhnya, bahwa itu akan berhasil baik ?”.

Rasulullah saw bila menghadapi suatu dilema (situasi yang sukar dan membingungkan), beliau shalat.
(HR Ahmad)

5. Pecundang membayar untuk menanggung resiko. Pemenang justru sebaliknya, ia justru dibayar untuk menanggung resiko.

6. Kesulitan bagi seorang Pecundang tetaplah kesulitan. Ia juga berarti kesusahan, sesuatu yang beresiko atau pun hal yang bisa mendatangkan masalah lain. Sementara bagi seorang Pemenang, kesulitan adalah masalah yang menantang, misteri yang menyembunyikan peluang, dan sungguh nikmat saat ia mampu menganggapnya sebagai sebuah petualangan.

7. Dengan masalah yang sama, sementara Pecundang berkata “Resiko terburuk saya jatuh miskin untuk selamanya”, Pemenang akan mengatakan hal yang berbeda ”Mungkin saja saya jadi bangkrut untuk sementara”.

PECUNDANG BELAJAR DARI KEKALAHAN. PEMENANG BELAJAR SETIAP SAAT,
BAIK SAAT MENANG MAUPUN PADA SAAT KALAH.

8. Pecundang bersikap “hidup-mati” pada kekalahan dan kemenangan. Pemenang lebih “apik”. Ia bersikap netral : tak ada pikiran-pikiran emosional, baik sedang menang maupun kalah. Baginya, ia harus selalu memecahkan rekor atas prestasi dirinya sendiri.

9. Pecundang berfokus diri untuk memenangkan “pertandingan”. Sementara Pemenang berfokus untuk selalu berpikir : membuat keputusan dan tindakan yang efektif !.

10. Pecundang juga seringkali berlaga arif. Katanya, “Kekalahan dan kegagalan itu biasa”. Padahal kalah dan gagal harus membuat orang lebih cerdik, semakin pandai & bertekad, “Ini hanya sebuah proses, aku tengah menuju sukses” !

PECUNDANG TERLALU TAKUT MELAKUKAN KESALAHAN, DAN GAGAL. PEMENANG JUSTRU TAKUT TIDAK PERNAH MENCOBA, TIDAK PERNAH BELAJAR DAN TERJUN MELAKUKAN PEMBELAJARAN !

11. Pecundang tak jarang tergoda, bahwa mundur ‘selangkah’ itu tabu. Padahal, dalam kondisi yang sama, Pemenang akan merasa “Mundur selangkah bukan berarti kalah”.

12. Tak sedikit orang kebanyakan merasa, bahwa kesalahan itu tabu. Sementara Pemenang akan berkata, “Berpikirlah konstuktif. Kesalahan itu proses pendewasaan emosional menuju sukses”.

13. Seringkali Pecundang menak-nakuti orang lain, dengan kata-kata yang kurang manusiawi dan agak sarkastik, “Jangan melakukan kesalahan, dan kebodohan”. Padahal, cukup katakan saja, “Just Do It !!!”

14. Bagi Pecundang, kekalahan juga itu aib. Padahal, semestinya kita mengatakan pada diri sendiri “Meski kalah, toh saya sudah melakukan yang terbaik – jauh lebih baik dari penampilan (prestasi) saya sebelumnya”.

Sistem sekolah kita menghukum anak-anak yang melakukan kesalahan.
Namun, bila anda melihat cara kita belajar, kita belajar dari kesalahan kita.
• Robert T. Kiyosaki

PECUNDANG SANGAT TAKUT RUGI.
PEMENANG, TIDAK SUKA RUGI, DAN TIDAK TAKUT RUGI !
( BEDA ‘KAN RASANYA ? )

15. Pecundang bermitos, “Resiko mengarah pada kerugian dan kekalahan”. Padahal bagi Pemenang, resiko itu justru akan memperkaya kepada kebijaksanaan dan penggalian iptek.

16. Bagi Pecundang untung diartikan kemenangan, dan rugi identik dengan kesalahan. Padahal menang atau kalah adalah “pengalaman berharga”, itu hanyalah bagian dari “permainan”.

17. Pecundang akan berhenti bila rugi. Prinsip Pemenang, beda : “Dengan kecerdasan, harus kuketahui kapan harus berhenti, dan bagaimana pula saran Pembimbingku ?”

18. “Kerugian itu memalukan”, kata Pecundang. Respon Pemenang tentu saja lain, ia tidak malu untuk mengatakan, “Kali ini, saya merasa rugi”.

“APAPUN ITU, KETAKUTAN ITU SELALU ADA, WAJAR DAN MANUSIAWI”. BENARKAH ITU DEMIKIAN ?
GIMANA KALAU DIBALIK PADA HAL YANG LEBIH POSITIF, “APAPUN ITU,
FAKTANYA BIASAKANLAH MELAKUKAN APA YANG KITA TAKUTI !”

19. Sepintas bijak dan arif, bila kita mendengar, “Hadapi tantangan dengan lebih berani dan lebih positif”. Padahal ini hanya permainan kata-kata. Sepertinya ada ketakutan yang dibalut dengan kata-kata indah. Gimana kalau kita lihat dari sisi lain yang lebih mencerahkan ? “Berlatihlah menyelesaikan masalah !” Problem adalah peluang tersembunyi.

Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar. (HR Ahmad dan Abu Dawud)

20. Pada saat Pecundang berwanti-wanti untuk jangan sekali-kali untuk menghindari kekecewaan, Pemenang malah menegaskan, “Hadapi saja dengan belajar menghadapi kekecewaan, atau bersiaplah untuk kecewa !”.

Barangsiapa dikaruniai Allah kenikmatan, hendaklah dia bertahmid (memuji)
kepada Allah, dan barangsiapa merasa diperlambat rezekinya hendaklah ia
beristighfar kepada Allah. Barangsiapa dilanda kesusahan dalam suatu masalah,
hendaklah mengucapkan, “Laa haula wa Quwwata illa billahi Al’aliyyil Al’adhim,”
(Tiada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan bantuan
Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar)”.
(HR Baihaqi & Arrabii)

21. Ketika Pecundang menganggap, bahwa kekecewaan itu biasa…, Pemenang malah akan mengatakan bahwa, “Kekecewaan bagi saya membuat saya semakin pandai dan bertekad, “Dengan ijin Allah, akan saya buktikan !’”.

22. Pecundang bila mengalami kekecewaan, ia akan menganggap kekecewaan itu utang yang berdampak jangka panjang. Sementara bagi Pemenang, “Kekecewaan itu asset untuk amal dan media untuk melatih kesabaran, juga landasan sekaligus jadi alasanku untuk bertumbuh kembang !”.

Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebaikan, yaitu :
merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah
dan merahasiakan sodaqoh (yang kita berikan).
(HR Athabrani)

23. Kata Pecundang, ketakutan itu wajar dan manusiawi. Ah, apa lagi ini ? Senyatanya – dan ini diyakini Pemenang – justru rasa takut itu sendiri yang perlu ditakuti !

24. Karena takut, Pecundang mementingkan rasa aman dan kejelasan. Dengan masalah yang sama, bila Pemenang merasa takut ia akan lebih mementingkan kebebasan, kekuatan pilihan (kemampuan memilih) dan petualangan.

25. Bagi Pecundang, rasa aman dari ketakutan adalah yang utama. Padahal bagi Pemenang, kebebasan jelas memerdekakan jiwa.

26. Rasa takut seorang Pecundang akan mengalahkan atau memudarkan ambisinya. Sementara bagi seorang Pemenang, justru karena rasa takut itu ia akan mempertahankan nyala api tekadnya dalam hati.

27. Pecundang takut pada ancaman, sekaligus ia pun khawatir dengan kelemahan yang dimilikinya. Sementara Pemenang ia memfokuskan dirinya pada pemanfaatan kesempatan diatas kekuatannya.

28. Karena takut rugi, malu dan terhina, maka Pecundang mendisiplinkan diri. Sementara Pemenang, ia akan mendisiplinkan dirinya karena sadar ia harus melakukannya, terlepas ia menyukainya ataupun tidak menyukainya.

29. Pecundang suka melepaskan diri dari kesulitan. Untuk kasus yang sama, Pemenang berupaya maksimal untuk berpikir ulang !.

Barangsiapa memperbanyak istighfar,
maka Allah akan membebaskannya dari kedukaan
dan memberinya jalan keluar bagi kesempitannya,
dan memberinya dari arah yang tidak diduga-duganya.
(HR Abu Dawud)

30. Kata Pecundang, orang jadi miskin karena takut dan bodoh. Sementara, pendapat Pemenang, orang jadi miskin karena tidak berani dan tidak cerdik.

31. Pecundang akan mengatakan, kehidupan ini tidak ada yang pasti. Sementara Pemenang akan memaknai dengan cara yang lebih konstruktif, “Kita harus berani “memastikan” & memperjuangkan apa-apa yang pantas kita raih”.

Barangsiapa takut kepada Allah, maka Allah menjadikan segala seuatu takut padanya.
Barangsiapa tidak takut kepada Allah,
maka Allah menjadikannya takut kepada segala sesuatu.
(HR Al Baihaqi)

BAGI PECUNDANG KEGAGALAN ADALAH KERUGIAN,
ATAU SUKSES YANG TERTUNDA.
INI KEBOHONGAN TERBESAR YANG SERING DISEBARLUASKAN
PADA ORANG KEBANYAKAN.
SENYATANYA, KEGAGALAN BAGIAN DARI PROSES MENUJU KEBERHASILAN.
TAK ADA KEGAGALAN. YANG ADA HANYALAH HASIL SEMENTARA.
DAN GAGAL ITU HANYA BERLAKU BAGI ORANG YANG TAK LAGI MENCOBA.
ATAU TIDAK ADA KEBERANIAN UNTUK MENCOBA !

52 Inspirasi Meningkatkan Soliditas Team di Kelas dan Sekolah

Inilah 52 Tips Sederhana untuk Melejitkan SOLIDITAS TEAM Di Kelas & Di Sekolah

Belajar akan efektif, bila menyenangkan, menantang, relevan dan berkesinambungan. Dan suasana ini akan terwujud bila diantara kita terwujud kedekatan, rasa persaudaraan dan kebersamaan yang tinggi. Karenanya, kelas, sekolah, mesjid / tempat ibadah, dan hari-hari penting bisa dijadikan sebagai media terbaik untuk meningkatkan soliditas tim, mengasah kepekaan sosial dan sekaligus dapat meningkatkan kecintaan bersama terhadap almamater kita : SEKOLAH KITA.

Sejumlah pengalaman dan bukti nyata telah menjunjukkan pada kita, bahwa untuk meningkatkan kedekatan, rasa kekeluargaan, dan soliditas team, bukanlah dengan menitikberatkan pada acara-acara besar yang diadakan dengan peserta yang besar. Namun pada kesungguhan setiap peserta untuk terlibat secara penuh melaksanakan acara-acara itu, yang mana acara-acara itu telah dirancang dalam sebuah program yang terintegrasi dengan program rutin sekolah itu. Jelas, program harus dirancang dengan terencana, sistematis dan bermanfaat nyata bagi semua peserta.

Dan inilah 52 Tips Aplikatif Terbaik untuk Meningkatkan Rasa Kebersamaan dan Kekeluargaan Kelas dan Sekolah SEKOLAH KITA. Teknisnya, kita bisa menyesuaikan dengan waktu, kondisi dan sumber daya yang kita punyai untuk dapat mengaplikasikannya.

Selamat berkreatifitas !

IDENTITAS KELAS
1. Buat NAMA KELAS dan TAG LINE-nya : Sederhana, future oriented, kuat, memberi semangat. Tag line : tidak lebih dari 5 kata. Boleh bahasa Inggris.
2. Buat dan lombakan LOGO KELAS dan filosofinya. Lalu tempel di dalam kelas, nama kelas, tagline dan logo kelas
3. Buat LAGU KEBANGSAAN kelas
4. Tempelkan MAGIC WORDS kelas. Misal : “Hangat, Dekat dan Selalu Bersahabat”, “All for One, and One for All. Allahu Akbar !!”, dll.
5. Buat GRUP FB TERTUTUP kelas, lengkap dengan walikelas didalamnya.
6. SALAMAN KHAS KELAS yang unik, akrab, dan mengesankan. Salaman laki-laki, perempuan dan laki-laki perempuan berbeda.

Lengkapi atribut kelas :
7. Buat NAME TAG kelas
8. Buat BROS kelas dengan logo dan kata-kata emas dan kata-kata penyemangat (magic words)
9. Buat STIKER untuk ditempel di kendaraan / di rumah.
10. Buat TOPI seragam untuk laki-laki atau SYAL untuk perempuan
11. Punya TASBIH lengan yang seragam. Atau atribut lain yang disepakati bersama.

Note : pertimbangkan beban biaya iuran dengan cara membuatnya secara terprogram dengan baik, sistematis dan berkelanjutan. Jangan membuat secara bersamaan yang mungkin berakibat jadi beban finansial yang cukup besar dan memberatkan.

SETIAP HARI
12. TUKAR TEMPAT DUDUK. Setiap hari, tanpa terkecuali berganti-ganti pasangan tempat duduk. (Mengasah emotional quotient, mengenal pribadi lebih dekat)
13. Setiap hari 10-15 menit pertama : MENGAJI sebelum memulai belajar
14. Bagi laki-laki, shalat dhuhur/ashar WAJIB BERJAMAAH DI MESJID.
15. Setiap Senin : tukeran jam tangan
16. Setiap Selasa : tukeran tas
17. Setiap Rabu : tukeran jaket / sweeter (bagi yang bawa)
18. Setiap Kamis : wajib bahasa inggris
19. Setiap Jumat : tausyiah 15 menit oleh salah seorang siswa dan terus bergantian setiap Jumat. Manfaat : mengasah god spot, ESQ, kesalehan diri dan kesalehan sosial.
20. Setiap Sabtu : berbagi cerita cinta di 15 menit pertama di pagi hari. Cerita cinta kepada orang yang kita cintai, guru, ibunda, ayahanda, nenek / kakek; atau tips life skills, kiat hidup sehat, atau apa pun yang disampaikan oleh satu siswa di depan kelas. Lakukan secara bergantian. Acara ini bermanfaat sebagai ajang untuk melatih keterampilan Public Speaking (yang juga akan meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berpikir ilmiah dan sistematis, communication skills, dll).
21. Setiap Minggu : update kata-kata positif di Facebook / Twitter

EVENT / INSIDENTAL
22. DISKUSI KELAS DI LUAR KELAS. Rahasia prestasiawan UN Bali adalah karena mereka senang berdiskusi diluar kelas bersama-sama. Udara luar yang segar di ruang terbuka hijau dan aktivitas yang dilakukan bersama membuat hati lebih lapang, gembira, menyenangkan, dan semua itu jelas mencerdaskan !
23. Rayakan ULANG TAHUN teman sekelas dengan cara yang sederhana dan mengezutkan : Super Trap, Big Surprise, Super Jail,  dll.
24. Rayakan ultah WALI KELAS dengan penuh makna, Big Surprise yang Membahagiakan !! Tanpa terkecuali, setiap siswa membuat tulisan indah, bermakna dan penuh rasa syukur untuk guru kita yang sedang berulang tahun.
25. RAMADHAN : kuliah subuh bersama (minimal 1 kali di mesjid Agung) dan buka bersama lengkap dengan Tarawih Bersama !
26. Rayakan HARI-HARI PENTING keagamaan dan hari-hari penting nasional dengan cara yang lebih unik, akrab dan menceriakan suasana kelas dan sekolah. Misalnya pada Hari Batik 2 Oktober : kompak semua civitas sekolah memakai baju Batik di sekolah.
27. Bakti sosial / CSR untuk lingkungan diluar sekolah. Qurban, kunjungan ke panti jompo, pesantren, dlsb. Sesuaikan dengan tema hari besar nasional, hari besar keagamaan, program sekolah atau program angkatan. Buat sekreatif mungkin. Jangan yang biasa-biasa, “seperti biasanya”, atau “yang sudah-sudah juga begitu” !
28. Bagus, dan sangat menarik ! ULTAH SEKOLAH, guru-guru jadi tim upacara bendera dan berbaju sekolah. Pertahankan ini.

ACARA BULANAN
29. Buat Arisan “SAATNYA MENGISPIRASI !!”. Durasi cukup 15 menit. Bisa diambil dari cerita pribadi, curhat yang bermanfaat, pengajuan ide program bersama, atau mengisahkan cerita yang sungguh inspirasional, penuh hikmah dan bermakna. Lakukan dengan memilih 3 peserta yang dikocok secara acak!
30. JOGGING BERSAMA. di tempat yang dirasakan lebih nyaman dan lebih ternikmati.
31. Tukeran GIFT CINTA setiap tanggal 17. Minimal gift misalnya Rp 10.000,-, dan disertai tulisan harapan dan masukan untuk kelas. Harapan dan masukan kelas ditulis tangan di kertas cantik ukuran A4, boleh dikertas berwarna, dihias/diwarnai dan ditempel di kelas.
32. FOTO TERBAIK BULAN INI. Setiap moment yang baik, di kantin, di perpustakaan, saat olah raga, saat stress, saat bercanda, dlsb ambil foto terbaik dari handpone atau kamera digital kita. Ambil satu yang terbaik. Dan tempelkan di kelas. Lombakan dan pilih yang terbaik oleh Tim Juri Pecinta Moment Terbaik di kelas. Pengembangan : Lombakan dengan foto terbaik dari kelas lainnya. Dan foto terbaik siap dipajang di Perpustakaan Sekolah, website sekolah, dan di tempat pengumuman sekolah, lengkap dengan judul foto, nama fotografer dan cerita singkat dibalik foto itu.
33. Setiap bulan, setiap kelas menyumbangkan buku pengembangan karakter, buku dan novel inspirational, atau buku agama untuk perpustakaan sekolah.

ACARA DWIBULANAN / TIGA BULANAN
34. LIWET CELEBRETION. Di tempat terdekat. Bisa di sawah, mancing bersama, tempat bergantian. Tak perlu jauh, tak perlu mahal. Buat sesederhan mungkin. Yang penting : kebersamaa n !

ACARA SEMESTERAN
35. Terapkan QUANTUM LEARNING. Antara lain dengan menghias dan menceriakan suasana kelas. Utamakan warna soft, warna terang atau warna biru cerah. Hindari warna coklat dan warna gelap. Bila sekolah belum mengizinkan, buat banner yang inspirasional !
36. Lakukan pergantian dan penyegaran KEPALA SUKU (ketua kelas) dan pengurusnya setiap 6 bulan. Ganti istilah ketua kelas dengan istilah yang lebih unik, misalnya : kepala suku untuk ketua kelas, Menkeu (menteri keuangan) untuk bendaraha, dan sekretaris dengan Setneg. Buat juga PR (public relation officer / humas) bila dirasakan perlu.
37. TOUR KELAS. Tak usah jauh, tidak perlu mahal, menginap bersama Guru Wali Kelas, shalat berjamaah, tausyiah subuh, jalan-jalan pagi bersama. Dan buat acara yang menarik, bermanfaat dan bermakna.

ACARA TAHUNAN
38. Bentuk KETUA ANGKATAN sejak sekarang. Buat pula acara atau program angkatan yang bermanfaat untuk angkatan dan berkontribusi buat sekolah atau masyarakat.
39. TRAINING INSPIRATIONAL. Undang Alumni sukses dari ITB, UI, usahawan sukses untuk berbagi di sekolah dalam acara workshop, seminar pendidikan, tabligh akbar, dll
40. TOUR ANGKATAN. Untuk meningkatkan kebersamaan, kedekatan, dan kekeluagaan, outdoor activities tidak jarang lebih efektif daripada aktivitas dalam ruang
41. Buat KAOS kelas.
42. Setiap Kepala Suku (ketua kelas) memiliki nomor kontak (HP/Telp.) kepala suku lainnya yang seangkatan untuk memudahkan koordinasi program bersama dan meningkatkan komunikasi antar kelas.

FUTURE ORIENTED
43. Rubah akses PINTU MASUK kelas dari belakang kelas.
44. KUNKER PTN FAVORIT. Miliki “pengalaman di muka” dengan dengan cara melakukan kunjungan kerja inspirasional ke PTN yang akan dituju bersama-sama dengan sahabat yang seminat. Bayangkan kita SUDAH JADI mahasiswa “penghuni” di kampus impian kita. Pegang gerbangnya, makan di kantinnya, shalat di mesjid kampus, minta izin masuk ke perpustakaan dan nikmati ilmu-ilmunya, tawafi (kelilingi satu kali dengan berputar ke arah kiri berlawanan arah jarum jam) sambil bacakan shalawat. Insya Allah kita bisa masuk. Amin !

KENANGAN ABADI
45. WARISKAN BLOG KELAS fasilitas gratis dengan wordpress.com. Setiap siswa secara bergilir ditugaskan untuk meng-upload setiap mata pelajaran ke blog kelas. Sehingga siswa yang berhalangan hadir (ijin, sakit, dll) masih bisa mengikuti secara online. Bila kita naik kelas, maka blog ini bisa diwariskan ke adik kelas berikutnya. Di blog ini buat link-link dengan sumber informasi yang bermanfaat untuk pendalaman dan pengembangan ilmu. Di Tangerang, upaya ini sudah dimulai sejak kelas 3 SD dan sangat positif hasilnya !
46. FOTO BERSAMA WALI KELAS dan KEPALA SEKOLAH setiap tahun. Foto yang lepas, ceria dan bergaya bebas. Cetak yang besar dan tempelkan didalam kelas lengkap dengan logo, nama kelas dan tagline-nya. Foto ini akan sungguh indah dikenang 5 tahun kemudian…
47. Buat JAKET KELAS
48. Buat dan pecahkan REKOR MURI (Musium Rekor Dunia Indonesia, http://www.muri.org/, Email : info@muri.org, Pos ke alamat : Musium Rekor-Dunia Indonesia, Jalan Perintis Kemerdekaan 275, Semaran).
Misalnya pada hari Hari Anti Tembakau International 31 Mei, melakukan “Gerakan Zona Larangan Merokok di Sekolah” dengan aksi mematikan api rokok di lidah yang dilakukan oleh 1200 siswa secara bersamaan !!
49. BUKU ALUMNI. Berisi : nama lengkap, nama panggilan, alamat lengkap, HP/Telp., email, kata-kata emas / prinsip hidup, kenangan terindah, dan harapan kedekatan dan kekeluargaan kedepan.

TUGAS “PRESIDEN” ANGKATAN
50. Pilih KETUA ANGKATAN, dan buat program sederhana yang inspirasional per 4 bulan untuk sekolah.
51. Buat PAGE FACEBOOK : “PRESTASI SEKOLAH KITA” – yang lebih menekankan foto-foto prestasi dan liputan pers atas prestasi civitas akademi Smansa Cianjur .
52. Buat BLOG “PRESTASIAWAN SEKOLAH KITA” – yang lebih menekankan rahasia sukses, perjuangan dan sisi humanis dari para prestasiawan Siswa, Guru, Civitas Akademi Sekolah Kita dan para Alumni Angkatan yang berprestasi di Kota Kita, Tingkat Propinsi, Indonesia dan ajang kompetisi Dunia.

SEBATAS LANGIT IMAJIJASI

Kita bisa menyampaikan, menciptakan dan merubah apa pun untuk seluruh sahabat-sahabat kita di kelas dan di sekolah kita yang kita cintai ini. Selama itu dilakukan dengan niat baik, disampaikan dengan cara, bahasa dan di tempat yang baik, insyaallah hasilnya akan jauh lebih baik.

Ada banyak cara untuk meningkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan dan kecintaan kita kepada kampus tercinta ini. Banyaknya, sungguh sebatas langit imajinasi kita.

Karenanya, mari kita berikan hal terbaik yang kita punyai untuk kebaikan dan kemajuan sekolah yang kita cintai ini : SEKOLAH KITA.

Semoga tulisan kecil ini bermanfaat adanya.

Salam hangat & sukses selalu,
agungmsg@gmail.com
0813 2045 5598
http://www.HerbalShopKu.com

Inilah Kriteria Terbaik Memilih Hewan Layak Kurban

Sebelum berkurban, ada baiknya kita terlebih dahulu mengenal ciri-ciri hewan kurban yang baik, sehat dan layak konsumsi. Karenanya, untuk mendapatkan hewan qurban yang baik, tentu saja kita harus lebih cermat dalam memilih dan membeli hewan kurban. Idealnya sih, pemeriksaan ini sebaiknya saat masih dijual, sesaat akan dipotong dan pemeriksaan daging pasca pemotongan.

Namun sebagai sebagai pedoman, inilah ciri-ciri hewan qurban yang baik, sehat, layak disembelih dan layak konsumsi :

1. Perhatikan terlebih dahulu kondisi tempat penjualan untuk lebih menjamin kesehatan hewan kurban.

2. Gigi hewan kurban juga sudah harus kupak (gigi susu sudah tanggal). Karena Rasullullah pernah mengingatkan : “Janganlah kamu menyembelih kurban kecuali yang musinnah (telah berganti gigi). (HR. Muslim).

Untuk sapi dan kerbau, sebaiknya dibeli yang berumur dua tahun. Sementara untuk kambing dan domba, minimal berusia 1 tahun. Hewan ternak yang dewasa ditandai dengan bergantinya sepasang gigi susu menjadi sepasang gigi seri (“poel”). Pada sapi yang sudah “poel” menandakan bahwa sapi tersebut telah berumur lebih dari 2 (dua) tahun, sedangkan kambing yang telah “poel” menandakan bahwa umurnya telah berumur lebih dari 1 (satu) tahun.

3. Beberapa kriteria fisik hewan yang sehat dapat dilihat secara kasat mata untuk menentukan hewan kurban layak konsumsi atau tidak.

1) Pilih hewan yang sehat dan mempunyai postur tubuh yang tegap dan kokoh, karena hewan yang sakit cenderung lemas, lunglai dan tidak bertenaga.
2) Lubang-lubang pengeluaran hewan kurban (anus) sebaiknya diperhatikan dimana bagian lubang pengeluaran tidak boleh mengeluarkan darah.
3) Pada mata, telinga, hidung, maupun mulut, juga tidak boleh mengeluarkan darah.
4) Bulu hewan kurban harus terlihat bersih (tidak kotor), terawat dan mengkilat, tidak boleh berdiri, tidak mudah rontok ketika bulu tersebut dipegang atau diusap.Bulu yang kusam menandakan hewan sedang kurang sehat atau sakit
5) Kulit mulus, tidak ada koreng/ keropeng dan tidak ada bekas kutu, gudig, atau terluka karena perlakuan kasar oleh pemilik sebelumnya.
6) Tidak boleh cacat, tidak terlihat memar dan jalan tidak pincang. Selain sehat dan tidak cacat, khusus untuk hewan kurban harus berjenis kelamin jantan, testis (buah zakarnya) lengkap dan sempurna, berumur dewasa. Perlu diketahui ternak betina yang masih produktif (masih bisa hamil dan beranak) oleh undang undang (UU No.18 tahun 2009) dilarang disembelih kecuali dalam keadaan terpaksa misalnya terjatuh, patah kaki dan atau keadaan yang memungkinkan dilakukan penyembelihan darurat (potong paksa).
7) Kuku tidak boleh luka
8) Hidung tidak boleh berlendir
9) Sebaiknya beli hewan kurban yang lincah.
10) Mata bersinar, jernih, terang, tidak juling atau pun buta, tidak keruh, tidak merah, tidak memproduksi cairan mata secara berlebihan, bernanah atau pun berdarah. . Apabila teraba panas, menandakan hewan sedang demam, dan jika sedang menderita gangguan atau infeksi saluran nafas akan mengeluarkan lendir atau ingus bening, kental, nanah atau bahkan darah.
11) Moncong (Cuping hidung, cermin hidung) berwarna kehitaman, tidak ditumbuhi bulu, membasah dan dingin.
12) Telinga bergerak-gerak
13) Napsu makan bagus
14) Kotorannya tidak encer. Kotoran sapi bentuknya menyerupai adonan kue yang agak kesat (kalis), apabila sapi sedang defekasi, maka kotoran akan jatuh dan membentuk suatu bentukan menyerupai “kue tart”. Kotoran hewan yang sehat langsung jatuh ke tanah pada saat hewan defekasi. Daerah pantat yang kotor dan berbau feses menandakan hewan dalam keadaan diare, sehingga kotoran tidak langsung jatuh ke tanah, namun sebagian akan mengotori daerah pangkal ekor dan pantat. Kotoran (feses) yang lembek – encer, ditemukanya lendir, darah atau bahkan cacing menandakan hewan sedang mengalami gangguan (sakit) pada sistem pencernaannya.

Selain dengan memperhatikan ciri-ciri hewan kurban yang baik dan sehat, kita pun perlu mewaspadai penyakit yang menyerang hewan kurban, seperti cacing hati. Karena hewan yang diserang cacing hati tak tampak saat sebelum dipotong. Cacing hati menyebabkan lorong-lorong dalam hati ternak dan meninggalkan pasir. Jika diolah dan dikonsumsi akan sulit dikunyah

Sumber :news.detik.com, sehatnews.com

The Winner Takes It All

Gie, hari ini hari pertama kita tarawihan. Ayah senang, pukul 18.45 WIB, Agi udah menjemput Allah. Ya, menjemput Allah itu artinya kita sudah nungguin Allah di mesjid sebelum adzan berkumandang. Bukan dengan dipanggil adzan, dipanggil Allah, baru kita datang.

Oh ya Gie, fadilah shalat tarawih malam pertama itu menurut Rasulullah, itu seperti “seorang mu’min akan dikeluarkan dari dosanya, seperti ia dilahirkan dari perut ibunya”.

Ya, dengan bersemangat menghidupkan mesjid, berarti secara langsung juga kita sedang belajar berpikir positif. Dengan berpikir positif, dan memikirkan hanya yang baik-baik, berarti kita sedang mengundang dan menciptakan karya-karya yang positif juga.

Berpikir positif, itu masalah kebiasaan. Dan karena pikiran itu adalah doa, maka saat kita berpikir positif maka itu juga adalah do’a kita akan mudah terkabulkan. Insya Allah.

Sebaliknya, bila kita berpikir yang negatif, maka aura kita pun akan jadi negatif. Perasaan pun jadi negatif. Murung, sedih, pesimis, khawatif, cemas dan takut. Nah, kalau udah begini, bahasa tubuh jadi jelas terlihat negatif. Garis bibir menurun, mata sayu, pundak melipat kedepan, nafas pendek-pendek.

Sebaliknya bila berpikir positif, maka perasaan pun jadi positif. Bersyukur, riang, gembira, ceria, bahagia, atau antusias. Garis bibir terlihat naik, mata jadi bundar, pundak dan dada lebih terbuka, dan nafas panjang-panjang.

Lalu, mungkin Agi akan bertanya : dari mana kita memulai untuk bisa membiasakan berpikir positif? Ah, itu mah tidak sulit. Mulai saja dengan menerima keadaan dan kenyataan apa adanya dulu. Ya, membumi dulu istilahnya.

Sebagai contoh, ketika Agi punya masalah, ya tenangin aja dulu. Ambil nafas. Hitung mundur, dari 33, 32, 31… terus sampai nol. Ambil nafas lagi. Terima masalah Agi sebagai sebuah kenyataan, bahwa Agi sedang punya masalah. Terima, pasrah. Lengkapnya : akui, terima dan perbaiki dengan memikirkan : bagaimana solusinya, bagaimana cara menyelesaikan masalah itu?

Perbanyak bertanya ‘bagaimana’ daripada ‘mengapa’. Persis seperti pertanyaan di QS Al-Ghasyiyah [88]: 17-20 : “bagaimana unta diciptakan, bagaimana langit ditinggikan, bagaimana gunung ditegakkan, dan bagaimana bumi dihamparkan”.

Menurut para ahli, dengan bertanya ‘bagaimana’ kita sebenarnya sedang mencipta dan berimajinasi “ke depan”. Dengan bertanya ‘bagaimana’, kita sedang mencari solusi, alternatif dan dampak yang diinginkan akan terjadi. Kontribusinya, pengaruhnya 90% kepada penyelesaian.

Sementara bila bertanya ‘mengapa’, maka kita sedang mencari penyebab, masa lalu, klarifikasi, mencari fakta yang pernah terjadi, dan kontribusi penyelesaiannya pun hanya 10%.

Jadi, bila ada masalah, bertanyalah : “bagaimana saya bisa menyelesaikannya dengan cara sederhana dan lebih memotivasi”, bukan dengan bertanya “mengapa ini bisa terjadi” ?

Lalu, kalau cara bertanya dengan mengedepankan ‘bagaimana’ masih mentok, tetaplah tenang. Gambarkan di Mind Mapping, ajak diskusi teman yang punya pengalaman menyelesaikan masalah yang sama, tanyakan kepada ahlinya, ambil dulu jeda waktu untuk istirahat dan mencari inspirasi, atau jika ada, ikuti seminar atau training yang membahas tema masalah yang kita punya, dan cara-cara lain sebatas langit imajinasi Agi untuk menyelesaikannya.

Jika semua cara diatas masih mentok juga, ah… bisa jadi ada 2 kemungkinan. Agi tidak sungguh-sungguh menyelesaikannya, atau cara yang Agi pilih tidaklah efektif. Celaka tentunya, bila sudah kita tidak sungguh-sungguh, kita pun tidak mengetahui cara efektif untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi.

Ok, gini Gie… Kadang cara-cara bumi seringkali mentok juga pada akhirnya. Maka bila masih mentok semua cara-cara diatas, maka satu-satunya cara yang paling efektif adalah dengan cara-cara langit.

Ambil air wudlu, perbanyak sujud dengan shalat sunnah, aduin semua masalah kepada Allah. Dan yakinilah sepenuhnya, Allah Maha Mengetahui, Yang Maha Mengurusi, Yang Maha Berbuat Baik, Yang Maha Memberi Manfaat, akan memberikan solusinya terbaik dan ces pleng-Nya. Sebagaimana sifat-Nya Yang Maha Pandai dan Yang Memberi Petunjuk. Ya, kalau bukan ke Allah, kepada siapa lagi kita bergantung ?

Percaya dan yakini sepenuhnya ya Gie, Allah pasti memberikan jalan keluar terbaik untuk setiap masalah yang sedang Agi hadapi. Allah pasti menolong. Allah itu dekat, dan senantiasa siap menolong kapan pun kita mau. Atau, bisa juga kita merelakan masalah kita itu kita nikmati sambil berharap dosa-dosa kita dapat diampuni Allah sebesar masalah yang kita alami.

Kembali ke soal berpikir positif saat menghadapi masalah, coba jangan lihat masalahnya saja ya, tapi lihat alternatif-alternatif penyelesaiannya. Lihat peluang, harapan, pilihan dan kemungkinan positif yang mungkin bisa kita ubah.

Oh ya Gie, ada juga cara lain yang cukup memotivasi kita lebih baik. Yaitu, saat kita sedang berhadapan dengan masalah, anggap saja kita ini sedang kuliah di Universitas Kehidupan, Fakultas Peluang dan Kesempatan, Jurusan Solusi.

Dengan kata lain, daripada memikirkan masalah yang terus-menerus, mending mikirin bagaimana Kekuasaan, Kebesaran, Kemudahan dan Kebesaran Allah telah, sedang dan akan senantiasa memberikan yang terbaik buat kita, juga berpihak dan menolong kita kapan pun kita mau.

Tinggal sekarang mah, kita berkomitmen bahwa masalah yang sedang kita hadapi tetap harus dihadapi dan diselesaikan dengan penuh ksatria. Lalu, perbanyak taubat, mendekatkan lebih dekat kepada-Nya. Beribadah, berdoa, beramal, dan bertawaqal hanya kepada-Nya.

Ingat ya Gie, hanya Allah konsultan terbaik kita. Karenanya, libatkan Allah sejak awal kita beraktivitas, agar Allah senantiasa mengawal kita lekat-lekat. Antara lain dengan meningkatkan kepasrahan dan memperbanyak kepasrahan hanya pada-Nya. Jadilah pemenang : The Winner Take It All !

Nah, udah dulu ya Gie… Insya Allah, besok kita lanjutkan lagi dengan bahasan lain seputar berpikir konstruktif. Satu level lebih tinggi, daripada berpikir positif.

Penasaran kan? Ok, bagus itu. Sekarang, kita tidur dulu. Besok kan harus udah sahur. Cepat tidur, dan cepat bangun ya…

Masalah adalah Berkah !

Gie anakku, berbahagialah kalau kau sedang punya masalah. Makin banyak masalah, makin banyak pelajaran, pembelajaran dan hikmah yang bisa kita bawa kalau kita memaknainya.

Masalahnya sekarang adalah, bagaimana Agi mampu menghadapi, menghayati dan menikmati itu masalah untuk menyelesaikannya? Cara termudah menyelesaikan masalah adalah dengan “pendekatan bumi” dan “pendekatan langit” sekaligus. Dapatkan manfaat dunia, tanpa perlu kehilangan manfaat akhiratnya. Semua itu, kunci utamanya adalah sabar, sabar dan sabar.

Orang yang kehilangan kesabaran itu, biasanya suka emosional, mudah putus asa, cepat sedih, pesimis, mudah tersinggung, dan suka berpikiran negatif dan tidak pandai bersyukur. Semuanya itu karena kita seringkali lupa, suka mengandalkan kepada selain Allah.

Jadi, siap-siap sajalah kecewa kalau kita mengandalkan manusia. Mengandalkan modal, mengandalkan relasi, mengandalkan waktu yang tepat, mengandalkan saudara, sahabat, rekanan, bos atau investor; mengandalkan prospek, mengandalkan profesi dan pekerjaan, mengandalkan janji, mengandalkan prospek dan masa depan, ya… mengandalkan apa pun lah selain Allah.

Lalu, harus bagaimana atuh ya ?

Cukup andalkan Allah saja, Gie… Sampaikan semua kebutuhan kita itu kepada Allah, da Allah mah tidak pernah mengecewakan kita. Malah Allah mah telah memberikan yang terbaik, sedang memberikan yang terbaik, dan akan selalu memberikan yang terbaik. Hanya kita saja yang kurang bahkan seringkali tidak memahaminya. Hanya karena keyakinan kita yang kurang bagus dan jauh dengan Allah.

Jadi, gini maksud Ayah. Kalau Agi punya kebutuhan, apa pun kebutuhan itu, ajukan dan sampaikan saja kebutuhan itu kepada Allah. Bawa dan konsultasikan masalah dan tantangannya kepada Allah. Libatkan Allah sejak awal, tanya pada Allah, minta bimbingan-Nya, terus minta Allah yang ngawal prosesnya, dan meminta bantuan Allah agar Allah memberi hasil terbaik menurut Allah.

Percayalah Gie, Allah mah selalu memberi kemudahan, perlindungan dan keamanan, solusi dan keberlimpahan. Jauh lebih besar dari yang kita sadari, selama kita nurut dan menjalankan aturan-aturan dan harapan-harapan-Nya !

Dan bila hasil akhirnya belum sesuai dengan harapan kita, pasti itu ada pesan Allah di dalamnya. Mungkin saja niat kita tidak lurus. Atau caranya kurang sreg di menurut Allah. Apa pun itu, ya sekali lagi, hadapi saja dengan sabar, dan terus tiada henti berupaya, berdoa dan beramal buat kebaikan. Insya Allah, segala sesuatu itu pasti ada waktunya ! Nah, lagi-lagi, kita sudah sabar ngak menerimanya ?

Banyak cara untuk menyelesaikan masalah. Dan yang paling efektif, sebenarnya adalah dengan mendahulukan “upaya langit” lalu diiringi dengan “upaya bumi”. Upaya langit bisa dengan doa dan dzikir, shalat malam, puasa senin-kamis, sedekah, meningkatkan kualitas dan kekhusuan shalat wajib, memperbanyak shalat-shalat sunat, berbagi kebaikan-kebaikan, dan selalu menjadikan segala sesuatu sebagai ibadah untuk mendapatkan keridhoan-Nya.

Nah, Agi…. Kehidupan di dunia ini begitu pendek. Usia kita sangatlah pendek. Persis seperti kita teh berteduh dalam sebuah perjalanan panjang. Dan begitulah umur kita di dunia ini, sangat-sangatlah pendek ! Karenanya, apa pun yang kita punya semua itu hanya amanah. Ilmu itu amanah. Keterampilan itu amanah. Umur itu amanah. Luang waktu itu amanah. Masa muda itu amanah. Kesehatan itu amanah. Nikmat panca indera itu amanah. Hidup ini amanah. Harta kita itu hanya titipan, dan itu juga amanah. Semua hanya Allah yang punya, ya… pinjaman dari Allah.

Ok, kembali kepada masalah tadi ya Gie… Jadi, kalau Agi punya masalah, terima saja itu masalah. Ridho saja, terima saja, ikhlas saja, bersabar saja, bersyukur saja, dan terus cari penyelesaiannya dengan kembali melibatkan Allah dalam proses penyelesaiannya, sejak awal ! Ya, serahkan saja masalah mah ke Allah, lewat sabar, syukur, doa dan dzikir, taubat, melakukan kebaikan-kebaikan ibadah, dan terus mencari ilmu dengan langsung belajar dari ahlinya. Pasti dah, Allah akan memberi jalan keluarnya, dan jalan kemudahannya !

Hanya saja Gie, kadang dalam prosesnya seringkali kita kurang yakin, kurang bersyukur dan kurang bersabar. Pengennya kalau kita punya masalah, langsung saja kelar masalahnya : selesai seketika. Padahal Allah sengaja memberi masalah sebagai ujian dan pematangan untuk kita. Tinggal kita saja yang selalu berbaik sangka kepada Allah, bahwa Allah mah selalu dan akan selalu memberi hal terbaik dan kemudahan kepada kita. Kemudian kita berusaha sepenuhnya untuk menjadikan segala sesuatu itu dapat bernilai ibadah dengan istiqomah, dari waktu ke waktu, hanya untuk Allah. Amin….

Dan ngak mungkin lagi, Allah memberi masalah, cobaan atau ujian, diluar kemampuan kita untuk mengatasinya. Atau membiarkan kita sendirian mengatasinya. Allah ngak pernah begitu. Allah itu dekat, jauh lebih dekat dari yang kita rasa. Pokoknya, yakini ini ya, bahwa dibalik masalah ada dua kemudahan. Dibalik kesempitan, ada 2 kelapangan. Dibalik problem, ada 2 solusi. Dibalik tantangan, ada 2 keberlimpahan !

Sampai kapan pun, Gie… kita ini sebenarnya tengah sekolah di Universitas Kehidupan, Fakultas Tantangan, Jurusan “Dari Masalah Satu Kepada Masalah yang Lain” ! Nikmati saja, enjoy aja ya Gie…. Ngapain di ruwet-ruwetin, wong hidup ini udah ruwet koq. Ngapain disedih-sedihin, ntar sedih beneran lho! Kalau udah sedih, ayah khawatir, nanti kita jadi lupa untuk menjadi hamba yang pandai bersyukur kepada-Nya.

Ya Gie, jadikan masalah sebagai jalan untuk selalu beribadah kepada-Nya. Makin banyak dan besar masalah kita, makin dekat dan tergantung kita kepada Allah. Kita tinggal berdoa saja, cari ilmu penyelesaiannya dari yang lebih pinter dari Agi. Cari dan tanya pada ahlinya. Trus bertekad sepenuh hati bahwa usaha kita tak kan sia-sia kalau kita selalu melibatkan Allah di setiap usaha dan nafas kita.

Ya, sekali lagi ingat ini ya Gie… Masalah itu adalah ibadah, masalah adalah berkah !

Asshalatu Khoirun Minannaum…

 Gie, anakku… Ayah senang dan bahagia sekali Agi sekarang sudah mulai rutin shalat subuh di mesjid. Dengan shalat subuh di mesjid, berarti kita sudah memulai kegiatan lebih awal, lebih dini, lebih produktif, juga lebih sehat dibandingkan dengan yang tidak shalat subuh di mesjid berjamaah. Bagi seorang muslim, sebenarnya shalat subuh itu menjadi standar keimanan, ujian ketauhidan dan kejujuran, karena waktunya yang pendek sampai matahari terbit.

Begitu bahagianya ayah, sampai ayah meneteskan air mata terharu ketika Agi kemarin jadi muadzin “Asshalatu khoirun minannaum…”

Memang saat Agi bangun tidur, kadang berat di awal. Tapi kalau dirutinkan, insyaaallah akan terbiasa. Dalam ilmu psikologi katanya, untuk menjadi sebuah kebiasaan, kita harus melakukan hal yang sama berturut-turut 33 kali. Sedangkan menurut para kiayi, setidaknya perlu 40 kali melakukan hal yang sama untuk menjadi sebuah kebiasaan.

Ah, terlepas dari 33 kali atau 40 kali, yang jelas pembiasaan itu harus dilakukan, dirutinkan dan konsisten menjalaninya. Ya, bila kita membiasakan diri dengan ikhlas dan melihat manfaat-manfaatnya, maka kita akan lebih termotivisi. Dengan kata lain, kita seringkali lebih termotivasi bila kita melihat banyak manfaatnya (bila kita melakukannya), dan juga kita akan termotivasi untuk cepat action bila kita mampu melihat banyak ancaman, kerugian dan bahayanya bila kita tidak melakukannya (atau meninggalkannya).

Oh ya Gie, dalam sebuah penelitian ilmiah (ayah pernah membacanya dulu), disana diungkapkan bahwa orang yang terbiasa bangun pagi relatif sehat jantungnya, selain mampu menormalkan kinerja syaraf dan otak.  Sedangkan orang yang suka bangun tidur kesiangan, akan mudah terserang penyakit jantung.

Makanya tidaklah mengherankan banyak orang-orang yang malas bangun tidur alias bangunnya kesiangan, punya banyak keluhan dan masalah di jantungnya. Itu bisa terjadi karena kadar ozon (O3) di pagi hari itu cukup tinggi, sehingga udara pagi itu mampu membantu aktivitas syaraf dan otak, serta mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah dan serangan jantung.

Tambahan lagi, orang yang suka shalat subuh berjamaah orang-orangnya lebih bersemangat dan lebih sehat, sedangkan orang yang susah bangun tidur dan malas shalat subuh berjamaah di mesjid, biasanya orangnya lamban dan malas. Ngedul lah !

Makanya, agar bisa rutin shalat subuh, cepatlah tidur biar cepat bangun. Jangan tidur malam-malam begadang, main, nonton TV kemaleman, atau hal lain yang  tidak produktif. Ya, sekali lagi, cepat tidur dan cepat bangun, itulah kunci bisa shalat subuh. Bisa juga dengan set-up alarm di handphone Agi, tapi itu pun suka bablas ya… hehehe…. Dan ayah senang sekali, saat Agi protes kemarin, “Koq ayah ngak bangunin Agi subuh-subuh sih?”.

Maafkan ayah ya Gie, ayah salah. Ayah kemarin itu sempat kasihan, saat lihat Agi tidur nyenyak karena semalam tak terasa, eh… tidurnya pukul 00.30 WIB gara-gara Agi lagi seneng-senengnya belajar menjual sarung loreng Malvinas di berbagai pasar online.

Gie, kita kembali lagi ke soal shalat berjamaah ya…

Nah, bila dari sisi agama jelas bahwa shalat berjama’ah itu lebih utama dibandingkan bila kita shalat sendirian. Dalam sebuah riwayat, juga diceritakan bahwa para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul dan menyaksikan pada shalat kita shalat subuh. Selan itu, karena shalat subuh itu menembus kegelapan, maka Allah akan memberi cahaya yang sangat terang pada hari kiamat, ketika melewati Sirath Al-Mustaqim, dan akan tetap menerangi cahaya yang sangat terang itu sampai masuk surga.

Namun yang paling ayah takutkan adalah bila kita melewatkan shalat subuh juga shalat isya dengan tidak berjamaah di mesjid, karena salah satu ciri orang munafik adalah orang yang paling berat shalat shalat isya dan shalat subuhnya.

Begitu pentingnya shalat isya berjama’ah, sampai Rasulullah memberikan gambaran fadilahnya seperti kita shalat malam selama separuh malam dan berada dalam jaminan Allah. Sedangkan bila kita shalat shubuh berjamaah, itu sama saja kita telah telah shalat seluruh malamnya.

Rasulullah pun mengingatkan kita, bahwa sekiranya kita mengetahui keutamaan shalat subuh dan shalat isya, maka kita akan rela dan memaksakan diri shalat berjamaah isya dan subuh meski harus merangkak ke mesjid sekali pun.Kita pasti akan bela-belain mati-matian. Hujan, dingin, cape, tetap jalan shalat isya dan shalat subuh berjamaah di mesjid. Dua rakaat Shalat Subuh lebih baik dari pada dunia dan seisinya, dan sekaligus sebagai pahala yang paling mulia.

Intinya  orang yang shalat subuh di mesjid, pasti berada dalam jaminan, penjagaan, dan perlindungan Allah sepanjang hari. Jadi, tak perlu bodyguard, uang, senjata, kemampuan bela diri untuk mengawal kita. Cukuplah Allah yang jadi harapan, andalan, pelindung dan sandaran kita.

Jadi Gie, paksakan terus ya untuk shalat isya dan syalat subuh berjamaah di mesjid. Jangan sampai ketinggalan, karena Rasulullah pernah menegaskan. “Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Nah sekarang, tinggal satu lagi kebiasaan yang harus diubah. Kalau udah shalat subuh, terutama hari minggu atau hari libur, jangan tidur lagi ya Gie. Mending isi dengan beraktivitas. Siapkan buku dan baju untuk sekolah besok, ikuti kuliah subuh dengan ustadz Yusuf Mansur di ANTV pukul 05.00 s/d pukul 15.30, berdzikir, berdoa, atau kegiatan apa pun yang dirasakan bermanfaat. Karena saat pagi hari sampai fajar, para malaikat atas perintah Allah sedang membuka pintu-pintu rezeki buat kita.

Jadi, sayang kan kalau kita melewatkan shalat isya dan shalat subuh berjamaah di mesjid ?