Ku tak tahu engkau itu siapa

Ku tak tahu engkau itu siapa

Selain sebuah nama, nama kelasmu dan SBI-mu, sekolah kita, guru-guru kita

Dan 99 impian kita…

Namun aku takut, itu hanya formalitas semata

Atau aku lupa kamu, tak belajar dari keberadaanmu

Atau engkau lupa tanggungjawabmu…

Padahal itu tujuan akhir outdoor-training-mu

 

Ku tak tahu engkau siapa

Selain sejumlah jam bersamaku

Mulai hari Sabtu siang itu, hingga perpisahan itu

Bangun dan tausyiah pagi, juga shalat berjamaah, senasib, seia sekata :

“Kita ini satu keluarga”, katamu

Namun aku takut, selepas rentang waktu itu.. kulupa dalam waktu ada hak dzikirNya

Atau bahkan membuatmu pun lupa dalam waktu, ada hak dzikirNya.. Uh…

 

Ku tak tahu engkau siapa

Selain melihat haru dan tangismu yang begitu sendu, penuh haru

Namun aku sungguh takut, aku sendiri tak merasakannya setelah itu

Atau engkau lupa untuk menangisi dosa-dosa masa lalumu

Amanahmu dan kepentingan tersembunyimu

Juga dosa-dosaku, amanahku dan ego-egoku

Juga dalam panjat doa dan sujud malammu : dan malam-malamku…

 

Ku tak tahu engkau siapa

Selain canda riang, game-game yang kadang mengejutkan

Haha hihi menikmati indahnya kanak-kanak, melepaskan topeng dan kepura-puraanmu

Nyanyian I Have a Dream, Sendiri Lagi, Mengapa, Rumah Kita hingga I’tirof….

Namun aku takut, Tuhan tak menyukai candaku, atau candamu

Juga ucapanku, atau ucapanmu… atau sikap sikapku & sikapmu

Yang nanti pasti, ‘kan ditanyakan semua kesia-siaan itu !

Hanya karena engkau dan aku tak memaknai itu,

dan aku juga engkau tak memetik hikmah-hikmah Tuhanku dan Tuhanmu

 

Ku tak tahu engkau itu siapa,

Selain kita pernah sama-sama intens belajar, berdiskusi

Dan berbagi rasa, berbagi cerita, berbagi inspirasi bersama

Namun aku takut, kau lupa intens berbagi hati dengan Ibumu, ibumu, ya.. Ibumu

Dan dengan keringnya peluh dan keringat Bapakmu

Dan lupa dengan ilmuNya yang Maha Penentu,

Atau engkau jadi sombong, atau lupa bersyukur dengan ilmu yang tak seberapa itu

Hanya karena ada temanmu tak berkesempatan mengikuti outdoor ini sebaik waktumu

Sungguh, ku tak ‘kan mampu menanggung tanggungjawab itu di depan Tuhanku

Atau aku bangga dengan kepuasaan atau kekagumanmu

Ya Tuhan, jauh.. jauhkanlah itu di dada, di pikiran dan di tanganku

Karena engkau adalah adikku, yang kuingin jauh lebih baik dariku di usiamu

 

Ku tak tahu engkau itu siapa, sebagaimana ku tak tahu diriku ini siapa

Yang untuk berubah satu-persen-satu-hari saja aku seringkali berkeluh-kesah

Tergoda, mudah berubah, dengan sejumlah alasan yang sepertinya dapat diterima

Aku takut, aku rugi karena aku tak lebih baik dari kemarin

Atau merugi, karena hari ini aku sama dengan hari kemarin

Atau celaka, karena begitu banyak salahku dari kemarin dulu…

 

Ah, sahabatku, adikku…semoga engkau memaafkan semua kesalahanku

Dan kita tetap bersahabat, seperti Rosul dan sahabat

Sungguh…. seperti Rosul dan sahabat…

 

Karawaci, 31 Juli 2008

 

Agung MSG

Insan Pembelajar

HAI Edumain – Warna Sebuah Pembelajaran

5 Tanggapan

  1. Assalaamualaikum Mas…

    Subahanallah..

  2. Sebagai insan pembeajar, kita terus mencari apa yang ada pada diri kita dan hikmah dari orang lain. Yang hakiki hanya milik-Nya semata.

  3. Assalamualaikum.
    Semoga langkah kita selalu dalam ridho Allah SWT.

  4. Pesan yang GREAT untuk tmn2 SBI..
    Belajar seakan hidup selamanya
    Beribadah seakan besok meninggal

  5. semoga kita semua senantiasa dilimpahi hati seluas langit, akal setajam pedang, dan semanga belajar dan berbagi yang tiada habis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: