Ibu

Setiap Jumat pagi, saya selalu berharap dan berdo’a… “Ya Allah, berilah saya waktu satu hari saja di hari Sabtu, untuk menemui, memeluk dan melihat senyum Ibu..”  Tatap lekat matanya, dekapan hangatnya, dan perhatian tulus seorang ibu.

Ya Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, janganlah sekali pun aku merasa memilikinya justru saat aku kehilangannya… Ya Allah, hanya kepada-Mu lah aku berharap. Dan hanya kepada-Mu aku kembali…

Ini ibu saya, ibu yang sangat saya cintai… Ibu yang kini hanya tinggal di rumah besarnya di Salaeurih, tanpa pembantu — yang sungguh sulit dicari — tanpa seorang pun yang menemaninya di sisa hari-harinya. Kadang, karena kangen itu pula saya memutar ulang video di hp-ku saat ia memanjakan kedua anakku, 2 dari 7 cucunya.

Telepon, SMS, beberapa bukuku… tak dapat mewakili kehadiran saya untuk menumpahkan kerinduan saya yang selalu memuncak untuk segera menemuinya.

Dan maafkan aku bila kadang ku tak pandai mengatur waktu kerena kesibukanku dan keluargaku, Dan sungguh ku tak sanggup setiap kali kuingat keluhanmu 3 tahun lalu saat ku tak bisa menemuimu di hari Sabtu, atau hari Minggu.

Ku baru tahu keluhanmu itu saat anak pertamaku, Agia, bilang padaku :

“Yah, kita harus selalu ke Enin di hari Sabtu.. Agi suka kangen ke Enin ! Enin pernah bilang ke Agi, ‘Enin mah kalau di rumah hanya ngobrol ama cicak aja… Agi sering-sering kesini ya…'”

Dan luluhlah semua ragaku… Rapuh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: