Rahasia Lain Insan Pembelajar Belajar

Tanpa kita tahu, seorang Insan Pembelajar memiliki rahasia lain bagaimana ia belajar. Beberapa rahasia ini, mungkin belum kita ketahui. Padahal rahasia ini justru membedakan bagaimana seorang Insan Pembelajar dan cara Orang Biasa belajar :

 

#1. Pada saat Orang Biasa membaca atau mendengarkan dari seorang pakar, mereka akan mencari tahu dulu siapa pakar tersebut, latarbelakang dan reputasinya. Sementara Pembelajar Sejati, akan langsung membaca saja, atau langsung menyimak. Bila tak puas, bila perlu ia akan mencari ilmu sampai ke negeri Cina.

#2. Pada saat Orang Biasa senang bila disebut sebagai kutu buku, Pembelajar Sejati tidak pernah dan tidak sampai menjadi kutu buku. Alasannya, kutu itu kecil. Ia lebih senang untuk menjadi predator buku. Tak heran, kalau melihat buku ia ingin melahap buku itu hingga habis !.

#3. Orang Biasa senang buku-buku yang berisi sejumlah kiat dan tips. Pembelajar Sejati justru memburu buku-buku yang berisi strategi dan teknik !

#4. Orang Biasa belajar secara berkesinambungan. Pembelajar Sejati belajar dengan kecepatan yang sangat tinggi, intensif dan efektif. Bila perlu kita harus mampu  meniadakan pemberian pelajaran untuk beberapa hari karena khawatir kita mengalamai kejenuhan.

Nabi meniadakan pemberian pelajaran untuk beberapa hari karena khawatir kejenuhan kami.

(HR Ahmad)

Apabila kita ingin belajar sampai ahli terhadap sesuatu bidang, gunakan jurus : belajar dari yang terbaik (dengan alokasi waktu 80%), larut sepenuhnya dan lakukan pengulangan dengan ada jeda (space repatation)

*** Tung Desem Waringin, Financial Revolution.***

#4, Orang Biasa mengkaitkan kepuasan belajarnya dengan kuantitas yang semu. Ia berprinsip, “seberapa banyak yang saya ketahui”. Sementara Pembelajar Sejati, sederhana saja prinsip belajarnya : “seberapa cepat saya belajar”. Lebih jauh, ia belajar untuk tahu, belajar untuk beramal, belajar untuk berpartipasi, dan belajar bagaimana belajar.

#5. Orang Biasa belajar bagaimana menjadi sukses. Mereka menguber berbagai seminar dan kursus-kursus singkat. Sementara Pembelajar Sejati belajar bagaimana belajar yang efektif, langsung dari pembimbing atau benchmark dari praktisi sukses.

#6. Orang Biasa belajar dari obrolan dan menyukai adu debat atau perdebatan. Sementara Pembelajar Sejati belajar dari praktek dan kemampuan mendengarkan untuk memahami lebih dalam. Mengintip visi, dan menguji aksi !

#7. Orang biasa tak jarang tergelincir saat menuntut ilmu, semata untuk membanggakannya terhadap pada ahli, diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk pandangannya; menuntut ilmu untuk penampilan dalam pertemuan atau rapat, atau  untuk menarik perhatian kepadanya. Celakalah orang-orang seperti ini. Sementara Pembelajar Sejati akan menuntut ilmu untuk mensejahterakan diri dan keluarganya, serta untuk memajukan lingkungan terkecil hingga bangsanya. Dan berbahagialah orang-orang seperti ini.

Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap pada ulama dan diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk pandangannya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu.

Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka… neraka.

(HR Attirmidzi dan Ibnu Majah)

#8. Konon, kata Orang Biasa, bakat, kejeniuasan dan pendidikan akan jadi penentu kesuksesan. Senyatanya, bagi Pembelajar Sejati, justru kegigihan dan kemampuan pada arah yang jelas lebih memungkinkan untuk mencapai kesuksesan. Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar, bertindak dan kembali belajar.

Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang, maka orang diberi pendalaman dalam ilmu agama. Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar. (HR Bukhari)

#9. Orang Biasa berpikir dengan emosi. Pembelajar Sejati belajar menggunakan emosi untuk berpikir.

#10. Orang Biasa mempelajari pelajaran untuk menguasai teknik atau profesi tertentu. Pembelajar Sejati mempelajari pelajaran kehidupan untuk kemaslahatan dunia, kesejahteraan umat dan akhirat.

Kelebihan seorang alim (ilmuwan) terhadap seorang ‘abid (ahli ibadah) ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang.

(HR Abu Dawud)

#11. Orang Biasa belajar sungguh-sungguh dan serius untuk menjadi seorang profesional, dan dia bangga kalau dapat bergaul di kalangan profesional atau disebut sebagai seorang profesional. Sementara Pembelajar Sejati belajar menjadi kaya, selain belajar untuk berpikir dan berjiwa besar. Ia pun menuntut ilmu agar mendapat ketenangan dan kehormatan diri, mampu bersikaplah rendah hati kepada orang-orang yang mengajar kepadanya.

“Banyak orang melupakan aturan dasar bahwa pengetahuan merekalah yang dibayar sehingga mereka berhenti belajar. Mereka lupa bahwa bila mereka mendapat keterampilam dan mempelajari cara untuk menerapkannya, mereka akan dibayar untuk itu dan kekayaan mereka pun bertambah”.

*** Peter Spann ***

#12. Orang Biasa akan mengatakan, “Aku sudah mencobanya, dan tidak berhasil”. Sementara Pembelajar Sejati, dengan yakin dan penuh semangat akan mengatakan “Aku akan mencoba lagi, dengan bimbingan para Pakar”.

Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri, Dan bersikaplah rendah hati kepada orang-orang yang mengajar kamu.

(HR Athabrani)

#13. Orang Biasa mendengarkan pendapat atau saran dari banyak orang. Pembelajar Sejati sejak dini menyimak untuk mengetahui, saran-saran mana yang baik dan mana yang buruk.

#14. Orang Biasa berorientasi pada mentalitas siap bekerja atau siap pakai. Sementara Pembelajar Sejati senantiasa mempersiapkan dirinya untuk “siap belajar setiap saat”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: