Sebelum Lomba, Rendy SMS Ibu…

Rendy terlahir bukan sebagai siapa-siapa. Ia lahir di Cipanas, ”kota” kecil di kawasan kaki gunung Gede-Pangrango.

Sejak kecil, Ayah dan Ibunya tak pernah bosan mendidik Rendy kecil untuk menjadi orang yang “kuat”, pantang menyerah. Rendy kecil dididik untuk melihat sebagai masalah dari sisi lain, sebagai solusi, dan samasekali bukan dari sisi kendalanya. Karenanya, Ayah dan Ibu Rendy pun selalu mendidik Rendy agar berani mengambil resiko dan tantangan di persaingan hidup yang makin sulit. Bagi Rendy, sungguh, mereka orangtua yang ruar biasa!!

Lalu ketika Rendy memilih SMAN 1 Cianjur sebagai tempat Rendy melanjutkan studi dan “menyekolahkan diri”, banyak orang tak habis pikir bahkan mencemooh : “Ngapain sekolah jauh-jauh ? Lagian orang Cianjur ’kan pinter-pinter, nanti ‘tenggelem’ lho ren”. Dan bisikan lain yang kalau tak kuat, pasti akan melemahkan semangat.

Ya, dengan jarak antara rumah dan sekolah yang cukup jauh lebih kurang 20 km, atau sekitar 45 menit hingga 1 jam perjalanan, tentu saja itu cukup menyita energi. Dan tak jarang melelahkan. Tapi justru disaat ”low bat” itulah, Rendy ingat kata-kata lembut ibunya dan tatapan penuh harapnya, “Rendy, gantungkan mimpimu setinggi langit ren…”. Dan hingga kini, momen itu selalu Rendy ingat sebagai sebuah tonggak untuk memicu diri, dan mamacu semangat berprestasi.

Karenanya, Rendy bersyukur memiliki orang tua yang selalu memotivasi aktivitas-aktivitas positif Rendy. Justru dari kata-kata ibu tersayanglah yang  membuat Rendy semakin yakin untuk menjawab tantangan dan keraguan orang-orang.. Dalam hati, Rendy bertekad : ”Rendy yakin Rendy bisa!”

Meskipun demikian, sebagai manusia biasa, sungguh sangat terasa betapa banyak hal-hal yang menarik Rendy untuk jadi lemah dan menjadi anak yang berprestasi rata-rata saja. Betapa tidak, berangkat jam pukul setengah enam pagi dan pulang pukul 5 sore itu sungguh sangat melelahkan…

Tapi semua itu, kini terbayar sudah.. Ketika Rendy masih kelas X, melalui seleksi Rendy terpilih sebagai perwakilan sekolah untuk Olimpiade Komputer tingkat Kab. Cianjur.. Rendy bersyukur sudah mengambil tantangan untuk sekolah di ”kota” dan terbukti hasilnya. Sekolah jauh ke ”kota”, ternyata jadi motivasi utama untuk berprestasi dan membahagiakan orang tua. Khususnya Ibu.

Alhamdulillah pula, guru-guru dan fasilitas mendukung untuk mengikuti olimpiade komputer.. Alhamdulillah,  dengan doa dari orangtua, Rendy mendapat juara #1 dan terpilih sebagai perwakilan Cianjur di Prov.

“Orang ndeso ga tau laptop” tidak berlaku lagi. Tapi, mungkin karena terlena akan prestasi dan terbersit sedikit kepuasan berprestasi, ternyata di tingkat  provinsi Rendy GAGAL. Dari kegagalan ini Rendy introspeksi diri, ternyata benar, sombong dan kepuasan itu teman kegagalan dan ketidaksuksesan.

Berangkat dari kegagalan ini, lalu Rendy berjanji pada diri sendiri untuk membayar kesalahan ini di tahun berikutnya. Rendy pun memotivasi diri, “Masa cuma ngalahin orang Cianjur? Ga mau ngalahin orang se-jabar? Malu donk! RENDY PASTI BISA!!!”

Tahun berikutnya, Rendy bangkit kembali mengikuti olimpiade komputer tingkat kabupaten. Kini, Rendy tidak mau jatuh ke lubang yang sama. Rendy terus berusaha dan ber-DOI (Doa-Otak-Ikhtiar). Namun “sialnya”, karena suatu hal, Rendy terpaksa ikut ‘Olimpiade susulan’ dimana orang sudah selesai, eh Rendy baru mulai… Karena itu, waktu pengerjaan soal dipotong menjadi ¾-nya,,

Hasilnya? Alhamdulillah juara ke-2 dan yang dikirim ke prov adalah 3 besar kabupaten. Hampir saja Rendy gagal memenuhi janji Rendy tahun lalu, janji untuk mengalahkan kompetitor se-jabar.

Daya juang belum padam. Ibu terus mendoakan. Seleksi tingkat provinsi pun tiba. Bersama teman-teman lain yang sukses di kabupaten, Rendy Cs di karantina oleh panitia di UPI Bandung untuk dilatih dan difokuskan pada Olimpiadi tingkat propinsi.

Kesempatan ini tidak Rendy sia-siakan. Siang-malam berdoa dan berusaha. Rendy selalu ingat, tidak ada hasil tanpa berusaha dan tidak ada hasil tanpa ridho yang Maha Kuasa. Malam sebelum lomba, Rendy SMS Ibu dan Ayah Rendy untuk mendoakan Rendy,, tak lupa Rendy sms juga guru-guru Rendy yang telah membimbing Rendy,,.

Alhamdulillah hasil lomba tersebut sesuai dengan apa yang Rendy harapkan. Rendy masuk di tim Olimpiade Jabar, dan berhak mengikuti event selanjutnya di tingkat nasional, di Makassar, 8-14 Agustus 08.

Sujud syukur Rendy tersungkur, bersyukur pada Allah Swt atas kemurahan-Nya. Juga berterimakasih pada orangtua, guru, dan teman-teman yang selalu mendukung Rendy.

Kini Rendy mendapat target yang lebih menantang. Mengalahkan kompetitor se-Indonesia. Bisa? RENDY PASTI BISA!!! Insya Allah.. Amin..

Kini, seluruh Edumainer sudah SIAP : untuk mendoakan Rendy melangkah pada skenario sukses berikutnya.

Semoga Allah memberi kemudahan buat Rendy menggapai impian… Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: