Seberapa Serius Pembelajar Sejati Menyekolahkan Diri?

Untuk mengetahui bagaimana seriusnya Pembelajar Sejati bersekolah, ada baiknya kita mengetahui secara rinci perbedaan mencolok pola pikir Orang Biasa dibandingkan dengan Pembelajar Sejati. Baik mengenai lembaga pendidikannya, pelajarannya, tempatnya, waktunya, fasilitas belajarnya, hingga gelar hasil belajarnya. 

 

#1. Orang Biasa menganggap matematika itu ilmu eksakta yang kaku. Sementara Pembelajar Sejati menganggap matematika itu sebagai media untuk melatih kemampuan berpikir kreatif, dan karenanya belajar matematika itu bisa sambil bermain.

#2. Orang Biasa ingin bersekolah (atau menyekolahkan anaknya) di sekolah favorit atau perguruan tinggi yang bagus. Sementara Pembelajar Sejati ingin dibimbing (atau membimbing anaknya) dengan keteladanan-nyata di lingkungan yang kondusif.

#3. Orang Biasa berpendapat bahwa sekolah unggulan adalah sekolah yang unggul dalam intelektual. Sementara Pembelajar Sejati menilai bahwa sekolah unggulan adalah sekolah yang mampu mengenali dan meningkatkan setiap anak didiknya. Keunggulan juga harus mencakup aspek spiritual, emosional, sosial dan jasmani. Karenanya, selain IPA, siswa dengan kemampuan tinggi bidang seni, kepekaan sosial dan kemampuan jasmani sudah saatnya dimasukkan dalam kriteria unggul.

#4. Orang Biasa masih berkutat pada masalah sekolah di mana dan belajarnya kapan. Sementara Pembelajar Sejati sudah terbiasa dengan konsep ruang dan waktu yang bersifat relatif. Ia bisa belajar dimana saja dan kapan saja dia ada kesempatan dan kesiapannya untuk menyerap ilmu.

#5. Orang Biasa mencari kebenaran dan mendapat pelajaran dalam ruang kelas, seminar dan workshop. Sementara Pembelajar Sejati membentuk dirinya dengan kebijaksanaan, yaitu lebih banyak bertindak dan mengaplikasikan ilmunya langsung di luar kelas. Dari kehidupan keseharian. Karena senyatanya kebijaksanaan mulai terbentuk dan didapat diluar ruang kelas.

#6. Bagi Orang Biasa, pelajaran dianggap mampu menjadi jawaban. Namun bagi Pembelajar Sejati, pelajaran hanya dijadikan sebagai tonggak penunjuk jalan. Jadi bisa salah, bisa benar. Dan banyak alternatifnya.

#7. Orang Biasa ingin punya gelar yang tinggi, atau beberapa gelar dari sekolah yang bergengsi. Pembelajar Sejati lain lagi, mereka ingin punya uang dan waktu luang yang lebih ternikmati.

#8. Bagi Orang Biasa, sekolah dan gelar adalah penting dan menjadi salah satu tujuan hidup. Bagi Pembelajar Sejati, sekolah dan gelar hanyalah modal dan sebuah permulaan kehidupan dan perjuangan.

“Kunci sukses seorang bukan hanya ditentukan hasil studi baik, meraih berbagai gelar pendidikan, melainkan kemampuannya untuk berpikir kreatif dan berinovasi”. *** Ir. Ciputra, pendiri dan pemilik Group Ciputra ***

#9. Biasanya, dan ini sering terjadi, Orang Biasa akan merasa bangga menjadi pelajar, siswa atau mahasiswa di lembaga pendidikan formal terkenal. Padahal – bagi Pembelajar Sejati – mengutamakan menjadi pembelajar unggul di universitas kehidupan jauh lebih realistis, penting dan efektif.

#10. Materi belajar Orang Biasa adalah teori lama hingga teori terkini, ya sekedar teori-teori. Sementara bahan kajian Pembelajar Sejati selalu dipertukarkan / dibagikan baik yang berupa perspektif, pengetahuan, ide dan cara praktis, yang relevan dengan situasi dan kondisi saat ini. Tak jarang Pembelajar Sejati menyenangi studi-kasus kekinian.

#11. Orang Biasa tidak menyadari, bahwa sekolah melatih orang menjadi sangat terspesialisasi. Sementara Pembelajar Sejati sungguh-sungguh secara sadar memanfaatkan bimbingan praktisi-sukses dan nilai-pengalaman yang bermanfaat untuk melatih dirinya secara komprehensif. Mereka sadar, sekolah tidak dapat diandalkan untuk melatih ketajaman naluri berbisnis.

#12. Sekolah bagi Orang Biasa menuntut ilmu “benar-salah”. Sementara Pembelajar Sejati lebih berorientasi bahwa situasi menuntut sesuatu “diterima atau tidak diterima”. “Diterima” disini dalam pengertian bahwa Pembelajar Sejati akan mencari ilmu yang sesuai, relevan dengan jaman dan situasinya, tanpa harus meninggalkan sisi kebenaran sejati dan nuraninya.

#13. Orang Biasa ingin sekolah lagi agar gaji bulanannya dapat dinaikkan. Sementara Pembelajar Sejati mencari pembimbing lagi agar investasinya atau income-nya berlipat-lipat.

#14. Orang Biasa akan bangga bila bersekolah atau menyekolahkan anaknya pada sekolah yang megah, ada labolatorium bahasanya, fasilitas beragam olah raganya lengkap. Sementara Pembelajar Sejati akan mencari sekolah (unggulan) yang menawarkan pusat belajar berbasis internet.

#15. Sekolah Orang Biasa diorientasikan untuk meningkatkan fasilitas belajar-mengajar dan kesejahteraan guru (pengajarnya). Sementara Pembelajar Sejati mempertimbangkan apa yang penting bagi anak, apa yang berguna untuk masa depannya, serta bagaimana memberi  keterampilan hidup dan memberi kontribusi yang lebih baik untuk kehidupan anak.

Tiga perkara yang aku takuti akan menimpa umatku setelah aku tiada : Kesesatan setelah memperoleh pengetahuan, fitnah-fitnah yang menyesatkan dan syahwat perut serta seks.(Ar-Ridha)

#16. Sekolah Pendidikan Kejuruan Biasa mendudukan bahwa nilai-nilai siswa adalah nilai-nilai perolehan dan prestasi pelajarannya. Sementara bagi Sekolah Pendidikan Kejuruan Luar Biasa nilai siswa juga dipatok berdasarkan keterampilannya membuat proposal dan merealisasikannya di dunia nyata.

#17. Sekolah Pendidikan Kejuruan Biasa hanya mengorientasikan diri pada relevansinya dengan dunia kerja. Sementara Pendidikan Kejuruan Luar Biasa juga mendimensikan dirinya pada program pembangunan di daerah, terutama dalam kaitan pemberdayaan masyarakat dalam mengelola potensi ekonomi lokal.

#18. Target pendidikan kewirausahaan di Sekolah Pendidikan Kejuruan Biasa adalah angka-angka rupiah, yaitu seberapa banyak dan cepat anak didiknya mendapatkan uang. Sementara bagi Sekolah Pendidikan Kejuruan Luar Biasa, target pendidikan kewirausahaan adalah tumbuhnya jiwa wiraswasta pada diri siswa.

So, ada tambahan atau pendapat lain dari Pembaca?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: