12 Perbedaan Guru Biasa & Guru Ruar Biasa

Inilah 12 perbedaan nyata antara Guru Biasa dengan Guru Ruar Biasa. Dengan kata lain, orang biasa yang menjadi Guru Biasa akan terlihat benar perbedaan mindset atau paradigmanya dengan Pembelajar Sejati yang menjadi Guru Ruar Biasa.

Secara lebih jelas, inilah paradigma terbaik mengenai guru dan keguruan antara Orang Biasa dan Pembelajar Sejati :

#1. Orang Biasa kalau menjadi guru maka ia memerankan diri sebagai fasilitator, motivator dan dinamisator. Sementara Pembelajar Sejati bila diminta jadi guru, maka ia berberan sebagai pemercik, inspirator dan motivator.

#2. Guru yang berwawasan dan bermental miskin akan memiliki mentalitas pedagang. Ia lebih tertarik mencari pendapatan. Sementara Guru Luar Biasa memiliki mentalitas pendidikan. Karenanya ia lebih tertarik mengembangkan ilmu pengetahuan.

#3. Guru yang berwawasan dan bermental miskin akan mengumpulkan “poin kredit”, sementara Guru Luar Biasa akan mengumpulkan “kredit poin”.

#4. Orang Biasa bila menjadi dosen dengan wawasan dan mental miskin, maka ia akan cenderung masuk kategori “dosen biasa diluar”, sementara Pembelajar Sejati bila menjadi dosen, maka ia akan masuk “Dosen Luar Biasa.

#5. Orang Biasa yang menjadi guru, sering menyuruh siswa untuk duduk dan diam, atau hanya berperan hanya sebagai guru dan petugas administrasi kesiswaan saja. Sementara Pembelajar Sejati yang jadi guru luar biasa senantiasa menginginkan siswanya aktif, partisipatif, kritis dan kreatif.

#6. Guru dan siswa, bagi Orang Biasa sama saja seperti senior dan yunior, orang berpengalaman dan belum berpengalaman. Sementara bagi Pembelajar Sejati, guru dan siswa adalah mitra pembelajar yang “sejajar”.

#7. Mitra pembelajar  yang “sejajar” disini diartikan bahwa kita harus dekat, akrab dan hangat dengan sang guru. Dengan demikian akan tercipta suasana belajar-mengajar serta diskusi yang cerdas, mendalam, mengasyikkan dan kondusif. Pembelajar Sejati juga sangat mencintai ilmu, ahli agama, orang tua serta penguasa yang adil.

Termasuk mengagungkan Allah ialah menghormati (memuliakan) ilmu  para ulama, orang tua yang muslim dan para pengemban Al Quran dan ahlinya* serta penguasa yang adil. (Hadits)

Penjelasan : Pengemban Al Qur’an dan ahlinya termasuk pembaca, penghafal, ahli tafsir dan penegak ajaran Al Qur’an.

#8. Orang Biasa menciptakan sistem pendidikan yang menekankan bahwa siswa belajar dari guru. Sementara sistem Pembelajar Sejati, guru juga harus belajar dari siswa. Siswa juga harus belajar dari siswa lainnya. Dan siswa itu sendiri harus belajar dari dirinya sendiri.

#9. Orang Biasa yang menjadi guru, ia akan lebih banyak memberi latihan-latihan soal untuk mengejar nilai tinggi dan prosentase kelulusan. Sementara Pembelajar Sejati bila menjadi guru, ia akan mempunyai program-program pelajaran kepada keberbakatan siswa yang beragam.

#10. Orang Biasa bila jadi guru, mengajar hal yang sama kepada sekelompok orang. Sementara Pembelajar Sejati yang menjadi guru luar biasa, memberikan program belajar dan bimbingan secara individual yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak didiknya. Baginya, keyakinan adalah kekayaan, kematian – nama baik, reputasi, kredibilitas – adalah guru dan pelajaran.

Cukuplah maut sebagai pelajaran (guru) dan keyakinan sebagai kekayaan (HR Athabrani)

Kematian bukannya lawan kehidupan. Ia adalah mitra makna kehidupan. Hanya dengan menyelami kematian, manusia bisa hidup dengan indah sekaligus mati dengan indah. *** Gede Prama **

#11. Orang Biasa sering menggunakan program belajar mengajar itu dengan menggunakan guru saja. Sementara Pembelajar Sejati lebih sering menggunakan program belajar mengajar dengan menggunakan atau mengundang praktisi-sukses untuk berbagi.

#12. Bagi Orang Biasa, guru itu sumber ilmu. Namun bagi Pembelajar Sejati, sumber ilmu itu banyak : mulai dari buku dan perpustakaan, internet, pengamatan, kesadaran diri dan hasil diskusi. Bagi Pembelajar Sejati, guru itu sumber inspirasi, hikmah dan kebijaksanaan. Duduk bersama para ahli agama, baginya adalah amaliah, ibadah dan memberikan kedamaian di sanubari.

Duduk bersama para ulama adalah ibadah. (HR Adailami)

#11. Sistem pembelajaran Orang Biasa cenderung menempatkan guru yang selalu menilai siswa. Sedang dalam sistem pembelajaran Pembelajar Sejati, mereka senantiasa menginginkan siswa juga menilai guru secara berkala, dan terukur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: