Ya Allah, Maafkan aku dengan Doaku

Kalau saja Allah – Yang Maha Pemalu dan Maha Pemurah – malu apabila seorang hamba mengangkat kedua tangannya berdoa kepada-Nya, tapi Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong tak mendapat apa-apa, lalu kenapa aku ini tidak malu karena jarang berdoa dan hanya berdoa disaat aku punya masalah saja?

Kalau saja doa itu otaknya ibadah, lalu kenapa hamba yang hina yang jelas berotak ini masih saja enggan berdoa? Buat apa otak di kepalaku ini?

Kalau saja doa itu intisarinya ibadah, lalu kenapa aku yang payah, lemah, tak berdaya dan sangat membutuhkan-Mu tak berdoa dengan makna penuh penghambaan, tunduk, takut, penuh harap dan mendekat kepada-Mu?

Kalau saja doa itu senjatanya orang beriman, lalu kenapa untuk lebih mengasah keimanan yang sering naik turun ini, hamba tak menggunakan senjata doa ini?

Kalau saja doa itu tiangnya agama, lalu kenapa aku masih kadang tidak yakin dengan doaku sendiri?

Kalau saja doa itu cahaya langit dan bumi, lalu kenapa aku tak khusuk memanjatkan doa untuk menyinari hati dan jiwa yang lemah ini ?

Ya Allah, jika engkau telah berjanji “Berdo’alah kepadaku, niscaya akan kuperkenankan bagimu”, lalu apa lagi alasan dariku untuk tidak berdoa di sepanjang waktuku?

Ya Allah, maafkan aku dengan doaku selama ini…

Jadikanlah aku hamba yang pandai bersyukur dan hamba yang senantiasa berdoa dengan yakin, khusuk, tidak tergesa-gesa kepada-Mu disetiap helai nafasku…

Hanya kepada-Mu aku meminta, dan hanya kepada-Mu jualah aku kembali….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: