Aciw yang Dirindukan dan Dibutuhkan

Sabtu kemarin, saya sempat dibuat surprise : senang dan turut bersyukur Aciw – Pedagang Keliling di komplek kini berjualan dengan motor. Saya tidak tahu nama aslinya. Yang saya tahu, ia selalu berteriak “Ciiiwww… Ciiiwww !!!” saat ia keliling komplek.

Ia begitu senang, saat saya ‘menyilikidi’ dia. Dan ia pun bercerita panjang lebar tentang jerih payahnya selama ini. “Alhamdulillah Pak, saya dapat motor ini setelah saya nabung 7 tahun. Kalau kerangjangnya sih saya bikin sendiri dalam seminggu, tapi tersimpan selama satu tahun. Ya baru kali ini saya pasang kerangjang itu. Tepatnya, sejak Selasa abis lebaran kemarin saya jualan dengan motor ini

Dan Aciw pun cerita, bahwa modal dagangnya berkisar 500 s/d 600 ribu rupiah setiap hari. Modalnya justru dari warga Kota Baru ini juga. ”Setidaknya, ada 3 warga sini yang menawarkan hingga 1,5 juta kepada saya. Alhamdulillah, saya mah enakeun jualan disini teh. Karena dulu saya udah dua kali jualan di tempat lain, tapi selalu rugi melulu. Eh.. disini saya dapat tawaran modal, dagangan alhamdulillah abis melulu, bisa beliin 5 anak saya baju lebaran, dan bisa dapat motor ini. Alhamdulillah banget saya mah Pak…

Ya insyaallah itu berkah namanya. Kuncinya, Aciw selalu menyediakan assorment jualan yang cukup banyak, fokus hanya pada hot-items, dan menyediakan dagangan yang selalu ia usahakan fresh.

Aciw bukanlah seorang sarjana. Tapi adilayanannya sama seperti sarjana : siap menerima pesanan, siap meladeni complain, siap juga menerima pesanan dan langsung diantar ke rumah pemesan. Pelayanannya pun cepat, pembawaanya ramah dan humoris, sehingga ibu-ibu tanpa sadar mengelilinginya bak seorang selebritis dan betah memilih dagangannya yang lain. Aciw pun sangat pragmatis. Prinsipnya, ”Ya… yang penting saya tetap sehat, bisa manjang (terus berkelanjutan) dengan semua ibu-ibu langganan saya”. Jujur, dan tidak hit and run, atau aji mungpung!

Ya Rahiim, Ya Azhiim, Ya Ghafuur, Ya Fattaah, Ya Muqtadir… Berilah ia kemudahan, kemuliaan dan kecukupan atas segala kebutuhan diri dan keluarganya. Kami selalu membutuhkan dia, dan merindukan dia, meski ia seorang pedagang keliling. Semoga keberkahan dan kasih sayang-Mu terlimpah pada sosok Aciw – Pedagang Pembelajar yang telah memberi kami sebuah inspirasi kehidupan.

Hidup sederhana, bersahaja dan mensyukuri atas nikmat dan karunia-Nya selama kita hidup di dunia yang fana.

“Ciiiwww… Ciiiwww… Ciiiwww…. “, ia pun kembali berkeliling di tengah panasnya aspal yang mulai menyengat dan makin menyengat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: