17 Ciri Orang Bermental Mandiri

Inilah 17 Ciri Orang Bermantal Mandiri.

Dengan mengetahui benar perbedaan nyata antara ciri Pekerja Biasa dengan ciri Pekerja Bermental Mandiri, kita menjadi tahu apakah diri kita sendiri lebih cenderung Pekerja Biasa yang pastinya akan berprestasi biasa-biasa saja dan rata-rata, atau Pekerja Mandiri yang selalu berorientasi pada kualitas, nilai kontribusi dan prestasi ?

Berikut kita simak lebih dalam, perbedaan Pekerja Biasa dan Orang yang Bermental Mandiri dalam konteks kerja dan bekerja :

#1. Pekerja Biasa berorientasi untuk mencari bagaimana mendapatkan pekerjaan yang lebih baik sebagai karyawan. Sementara Pekerja Mandiri sibuk untuk mewujudkan aktualisasi dirinya dengan bekerja dan memfokuskan diri bagaimana menciptakan pekerjaan untuk orang lain dengan membuka lapangan pekerjaan dan mensejahterakan umat.

#2. Pekerja Biasa sering tergoda bagaimana menjadi pandai dan cerdik. Sementara Pekerja Mandiri lebih bergairah untuk bagaimana mempekerjakan orang pandai dan cerdik.

#3. Pekerja Biasa bangga menjadi pekerja yang baik, mendapat penghargaan dari pimpinan puncak dan kembali bekerja keras. Sementara Pekerja Mandiri, bersyukur bila mampu menjadi insan pembelajar atau investor yang baik.

#4. Pekerja Biasa disibuki dengan bekerja demi mencari penghasilan dan menghidupi kebutuhan sehari-hari. Sementara Pekerja Mandiri berupaya sungguh-sungguh memahami untuk apa mereka bekerja dan bertanya ‘bagaimana saya memberikan sikap dan tindakan terbaik untuk mensejahterakan orang sebanyak-banyaknya. Bekerja adalah tanda bersyukur kepada-Nya.

#5. Pekerja Biasa bisa terkukung dengan sikap mental kemiskinannya, karena bekerja demi uang dan merasa berkewajiban untuk mencari uang. Sementara Pekerja Mandiri bekerja demi panggilan hidup yang lebih bermakna. Bekerja adalah kesempatan untuk menemukan Sang Diri, mencapai tujuan beraktualisasi diri, beribadah dan memperoleh keuntungan atau  kesejahteraan.

#6. Pekerja Biasa bekerja keras untuk menutupi kebutuhan-kebutuhannya, bahkan tak jarang untuk membayar utang dan tagihan-tagihannya. Sementara Pekerja Mandiri bekerja bekerja giat untuk memperoleh aset, yang tak jarang ditujukan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan umat.

#7. Pekerja Biasa bekerja keras untuk mampu menyisihkan pendapatan dan menabung. Juga untuk menjamin masa pensiun. Sementara Pekerja Mandiri sibuk mengurus bisnisnya sendiri, menciptakan investasi dan juga sibuk mengurus sisa umurnya untuk kehidupan yang abadi.

#8. Pekerja Biasa bekerja untuk perusahaan, ia juga bekerja keras untuk menjamin masa pensiunnya. Sementara Pekerja Mandiri bekerja dengan dan bersama perusahaan untuk mengasah intuisi bisnisnya, untuk kemudian bekerja – dengan keleluasaan waktu – untuk membangun bisnis dan mewujudkan impian-impiannya.

#9. Pekerja Biasa berpakaian untuk pekerjaan yang telah diperoleh. Sementara Pekerja Mandiri berpakaian untuk pekerjaan yang diinginkan, tampil bersahaja, nyaman, padu-padan sesuai konteks pekerjaan. Sesekali ia pun berani tampil beda, namun tetap elegan dalam kesederhanaan.

Pakaian untukmu yang terbaik ialah yang berwarna putih, maka pakailah juga untuk mengkafani mayit-mayitmu. (Ath-Thahawi)

#10. Pekerja Biasa senang bekerja bersama-sama. Sementara Pekerja Mandiri senantiasa berupaya bekerjasama (bersinergi) untuk berkontribusi mencapai tujuan, mendapatkan solusi dan demi keberhasilan bersama.

#11. Dimata Pekerja Biasa, loyalitas dan senioritas itu penting. Sementara di mata Pekerja Mandiri, kontribusi dan loyalitas justru itu yang lebih penting.

#12. Pekerja Biasa memfokuskan dan menyibukan diri untuk menyelesaikan pekerjaan. Pekerja Mandiri berorientasi pada tujuan-akhir pekerjaan dengan memperbaiki prosesnya. Ia pun terus mengasah diri dengan cara menikmati dan bersungguh-sungguh dalam prosesnya.

#13. Pekerja Biasa bekerja dengan sikap dependen / bergantung. Sementara Pekerja Mandiri bekerja mandiri, saling bergantung dan saling membutuhkan dengan kelompok pendukung yang selalu siap membantu.

#14. Bagi Pekerja Biasa, bekerja keras itu berarti bekerja tanpa henti dan total. Bagi Pekerja Mandiri, bekerja keras itu adalah menjadi pekerja yang cerdas : belajar “mengganti persneling” – sejenak istirahat yang penuh ketenangan, sekalipun singkat – setelah bekerja keras.

#15. Saat Pekerja Biasa mengandalkan konsep dan strategi, Pekerja Mandiri lebih mengandalkan untuk membangun sistem dan menjaga kepercayaan relasi relasi.

#16. Pekerja Biasa bekerja lebih mengandalkan otak, Pekerja Mandiri bekerja dengan lebih mengutamakan pengembangan akhlak.

#17. Saat Pekerja Biasa bekerja mengandalkan kepercayaan diri, Pekerja Mandiri lebih mengutamakan keterlibatan team untuk selalu peka terhadap perkembangan sementara dan saling bersinergi.

Seorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar, lantas dibawanya ke pasar untuk dijual dan uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan nafkah dirinya, maka itu lebih baik dari seorang yang meminta-minta kepada orang yang terkadang diberi dan kadang ditolak. (Mutafaq ‘alaih).

Satu Tanggapan

  1. Mantab sekali penjelasan mengenai pekerja biasa dan pekerja mandiri. Pekerja mandiri juga mempunyai prinsip yang lebih kuat dibanding pekerja biasa, tidak mudah terbawa arus, dan senantiasa berjalan di atas impannya…..

    Salam pekerja mandiri….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: