Hare Gini Belum Percaya Diri ?

Seorang siswa Kelas II SBI (SMA) mengeluhkan melalui emailnya kepada saya. Ia punya masalah tidak berani tampil, grogi kalo di depan orang banyak, kaku kalo ngomong ama orang yang baru dikenal, dan sederet keluhan sejenis. Intinya kurang pede (percaya diri).

Lalu saya pikir : hare gini belum mampu percaya diri ? Aduh, kebangetan itu ! Apalagi dia ini udah kelas 2, anak SMA SBI lagi ! Meski ibunya seorang guru, dan ayahnya juga pengawas sekolah, rasa pede itu tak bisa dipelajari hanya dari bangku sekolah. Ia harus didapat dari bangku sekolah-kehidupan!

Saya katakan kebangetan, karena idealnya rasa pede itu sudah harus tertanam di masa perkembangan sebelumnya, bukan saat di SMA. Maaf, saya katakan : Ia sangat waras, namun “kurang normal”. Ih, agak sarkasme itu ya…

Kalo kita lihat psikologi perkembangan, maka dalam setiap perkembangan selalu dituntut peran dan kemampuan diri yang berbeda. Analoginya, ini sih menurut saya : Anak TK itu belajar untuk bermain bersama dan meniru. Anak SD mulai mengenal indahnya belajar. Anak SMP belajar bersikap, etika pergaulan dan sopan santun.

Nah saat anak memasuki SMA, ia harus sudah mulai belajar bermandiri, belajar berwirausaha dan meringankan orang tua. Soal hasil, tak begitu penting. Namun justru di saat usia ini mereka harus belajar mengenai “kecerdasan kegigihan”. Bahkan idealnya saat di SMA menurut saya, meminjam istilah SuperTeen-nya Tung Desem Waringan, maka anak SMA dituntut :

  • Sudah jago dan mantap dalam akademisnya (belajar bagaimana belajar),
  • Matang kepribadiannya (mengenal bakat, motivasi kuat, tujuan hidup, dan prinsip-prinsip hidup yang benar),
  • Relationship-nya bagus (dekat, hangat dan berbakti kepada orang tua, serta supel dan akrab dengan saudara, teman dan guru),
  • Aspek challenge of excellent-nya ok (mampu mengendalikan emosi, tantangan hidup, dan mampu mengubah ketakutan menjadi kekuatan),
  • Serta mantap money management-nya (mampu mengatur keuangan pribadinya dengan baik).

Kembali ke masalah pede. Idealnya sih rasa pede sudah terbentuk sejak TK. Tapi menurut saya pribadi, maksimalnya usia anak SMP harus sudah bisa bersikap dan berperilaku sebagaimana layaknya anak yang pede dan asertif.

Celakanya, selama saya berbagi di berbagai kesempatan, saya menemukan masih banyak anak SMA yang tidak berani tampil, tidak berani bertanya. Kalo ngak ngerti, malah bisik-bisik dengan teman sebangkunya atau teman di dekatnya. Tak jarang juga, saya pun banyak menemukan anak SMA yang tidak berani tampil beda (bukan asal beda!). Juga tak berani berpendapat beda, apalagi saat diskusi dengan jumlah peserta yang cukup banyak.

Lalu, mengapa saya begitu gemes melihat ketidakpedean anak-anak SMA sekarang? Karena saya begitu yakin, pe-de itu adalah landas pacu kesuksesan diri. Dengan kata lain, orang yang tak pede biasanya tak pandai berkomunikasi, bahkan berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Lalu, orang yang tak pe-de dan tidak pandai berkomunikasi, pasti tidak pandai bergaul. Kaku gaulnya.

Dijumlahkan jadi satu, orang yang tak pede, tak komunikatif dan tak pandai bergaul, hm… hampir dapat dipastikan orang ini tidak pandai memimpin dirinya sendiri. Dan lebih celaka lagi, kalo orang yang seperti ini dipilih jadi pemimpin. Bisa plin-plan, mudah dibisiki dan selalu bingung.

Lalu bagaimana agar kita bisa jadi pede ? Banyak cara! Mengenal diri lebih dalam, bersikap seolah-olah kita pede, bergaul hanya dengan orang-orang pede, membaca buku bagaimana merubah mindset dan mendongkrak kepedean, ikut program pengembangan karakter (di HAI Edumain misalnya), dan cara-cara lain yang dirasakan paling sesuai dengan diri kita sendiri.

Percaya diri adalah modal utama untuk unggul dan berprestasi!

Satu Tanggapan

  1. makasi ya Kang ane dah boleh mampir… web nya ane suka Gan… kapan ya ane bisa bikin and punya web… ana belum bisa2 gan bikin web nya… trus apa lagi naro artikel2 yang ada di kepala ana Gan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: