Sahabat Sejati Bukanlah Jeruk Purut

Jeruk purut itu buahnya kecil, dan kecut. Nah bila kita ingin menjadi sahabat sejati, kita pun harus siap dianggap jeruk purut.

Maksudnya ? Saat sahabat kita kena indikasi nyeleneh, rada-rada keluar dari kebiasaan yang kian mengkhawatirkan, siap-siap saja kita diabaikan. Saran dan masukan kita dianggap kecil, diremehkan, tidak didengar dan bahkan malah dapat sikap dan respon yang kecut. Meski apa yang kita sampaikan itu benar adanya, baik kita rasa, namun diterima oleh sahabat kita seperti buah purut.

Belajar dari pengalaman bintang film “Hantu Jeruk Purut” Sheila Marcia yang tertangkap pihak berwajib karena nyabu, ia mengaku ia memakai shabu-shabu karena salah memilih teman saat ia sedang tidak stabil. Alhasil, godaan dan perasaan ngak enakan saat ditawari bahan haram itu yang menyebabkan ia harus siap menghadapi konsekuensinya.

Sejatinya bagi kita, memilih teman adalah sebuah pilihan. Teman yang biasa, atau sahabat sejati yang ruar biasa. Teman yang haus sensasi atau yang berburu prestasi. Teman yang bersyahwat senang-senang atau mencumbui keunggulan dan berhijrah ke alam kebaikan. Semua pilihan itu, sepenuhnya ada pada rasional kita.

Seorang sahabat, Norma Sari Dewi pernah mengirim artikel cantik mengenai persahabatan. Saat itu dibawah artikel cantik di-emailnya itu, ia menulis dengan kata-kata yang menyentuh. Katanya, ”Saya tak pernah mengukur kesejahteraan dengan uang, tetapi dengan persahabatan dan teman-teman. Dan saya begitu yakin, hanya dengan persahabatan yang akan membuat saya merasa kaya.

Kata-katanya mengingatkan saya dengan apa yang disampaikan oleh Ibnu Abbas r.a. Beliau menyampaikan, bahwa : ”Dunia adalah keselamatan. Masa muda adalah kesehatan. Kehormatan diri adalah kesabaran. Kemuliaan adalah ketaqwaan. Dan cinta kasih sayang adalah kekayaan”.

Ya, sahabat sejati pasti akan turut bersyukur saat kita bahagia, turut berduka saat kita terkena musibah, dan terus mengingatkan kita sampai kapan pun pada jalan-jalan kebaikan-Nya. Tentu, untuk menjadi lebih baik, bermanfaat untuk sebanyak-banyaknya orang yang kenal dengan kita, dan terus beribadah hanya karena karunia dan limpahan-Nya.

Sahabat sejati bukanlah jeruk purut. Ia akan tulus saat diminta maupun tidak, untuk selalu mengingatkan kita pada jalan-jalan kemulian yang diridhoi-Nya.

Jadi, tidaklah heran bila ada orang OKB (Orang Kaya Baru) yang merasa, “aku akan kaya dengan usaha dan jerih payahku, dan banyaklah temanku”, maka sahabat sejati justru akan mengatakan sebaliknya. Ia dengan penuh keyakinan dan tegas akan mengatakan, “Aku kaya dalam keluarga dan dalam diri teman-temanku”.

Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah dan menikah karena Allah, maka sempurnakanlah imannya.(HR Abu Dawud)

3 Tanggapan

  1. ok jg tuh!!!!i agree with u.pd itu hrs dbina sjk dini g2…………………………cz klo gagh neeeee gmn kt mngnl lngkungan dg ramah???????????????pd ceh sah2 j but, jgn terlalu kpdyn.cz klo gagh ntar mlh nimbulin mslh.ex; bs u pkir ndiri kan??????????????????????????

  2. cinta…………………………….knp seh u i2 ada.but,why i don’t kind u?????pdhl ne ya. q dah mti2an tuk menggapai u.q hx mndptkan kesakitan bukanlah kebhgyan.ht ni dh b’usha sbr but……… u ta’ fahami htq.

  3. Cinta… akan difahami kalau kita terlebih dahulu mencoba memahami dan menyelaminya terlebih dahulu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: