Malu Bertanya, Sesak di Pembelajaran

edumainers-bertanyaMalu bertanya, sesat di pembelajaran.

Akibat malu bertanya, juga bisa menimbulkan “kesesakan pandangan” di ini jaman. Lalu, mengapa masih banyak diantara kita yang malu bertanya? Bukankah pertanyaan itu sendiri adalah jawaban?

Bertanya adalah Level Pembelajaran #5.

Dalam berbagai kesempatan berbagi di perguruan tinggi sekali sekalipun, masih banyak saya temukan mahasiswa-mahasiswa yang lebih memilih bisik-bisik menanyakan yang tak jelas kepada teman yang berada di sampingnya, daripada bertanya langsung pada pemberi materinya. Mungkin juga ya karena orang kita ini, sebagaimana yang dikataan Maya Rumantir, bahwa orang indonesia itu tidak berani tampil dan lemah bahasanya, hingga tidak berani bertanya.

Padahal dengan berani bertanya, kita akan menjadi lebih puas dan lebih antusias dalam mengikuti pelajaran. Selain itu, dengan berani bertanya seringkali kita sendiri jadi terinspirasi oleh jawaban yang diberikan oleh orang lain atau orang yang ditanya. Dengan berani bertanya pula, perspektif bisa terjaga untuk tetap pada “jalurnya” dan tidak sesat. Dan terakhir, dengan berani bertanya secara tidak langsung kita sedang mengembangkan keterampilan berimajinasi di otak kanan kita.

Bukankah dengan bertanya kita menjadi mencipta? Dari yang “tidak ada”, menjadi ada. Dari yang tidak jelas, jadi jelas; dari yang remang-remang menjadi terang-benderang; dan dari yang kurang faham atau tidak faham menjadi faham sepenuhnya.

Namun awas, hati-hati, jangan terlampau banyak bertanya! Karena terlampau banyak bertanya, bisa jadi kita ini malas, tergoda untuk menguji seberapa pintar dan berwawasannya orang lain, atau asal ingin tahu saja tanpa komitmen untuk mengubah keadaan. Dan kadang pula, ada orang yang terlampau banyak bertanya hanya untuk menunjukkan dia penuh minat, ingin tampil dan dilihat orang, dan betapa pintarnya ia menyusun ketajaman pikirannya dalam pertanyaannya.

Jadi, sekali lagi, hati-hati dalam bertanya. Karena syetan dan malaikat, selalu ada dan mencatat dalam pertanyaan kita. Akankah pertanyaan kita ini akan meninggikan derajat kita, atau tanpa kita sadari akan menurunkan keshalehan kita. Ya, hanya diri kita sendiri yang tahu itu….

Satu Tanggapan

  1. Malu Bertanya, Sesak di Pembelajaran,,,
    itu memang benar..
    I like it..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: