SMS yang Membahagiakan

Selasa pagi kemarin, saya kangen sekali ama teman-temen Smuters saya di seluruh Indonesia. Lalu secara khusus saya kirim SMS kepada dua sahabat Semut Hitam, di dua kota yang berbeda. Semut Hitam – yang lebih senang saya sebut Smuters – sendiri adalah sebuah komunitas alumni IPMI Jakarta tahun 2002. Isinya adalah apresiasi saya mengenai prestasi mereka dalam mengembangan sekolah yang agamis, berilmu tinggi dan bermental mandiri.

Hasilnya, tentu saja mereka senang sekali dengan isi SMS yang saya kirim itu. Terbukti mereka membalasnya, ikut senang, dan mereka merindukan kedatangan saya di sekolahnya.

Bagi saya sendiri, kiriman sederhana SMS itu adalah hal yang biasa, namun efek aura kebahagiaan dari saya meng-SMS itulah yang justru seolah mewarnai kebahagiaan saya selama menjadi Observer (Future Trainer) pada Program Leadership Academy selama 2 hari full day di Hotel Ciputra Jakarta Barat.

Ya… kebahagiaan ini mengingatkan saya pada hasil riset di Kent State University, Ohia, Amrik yang menyatakan, kalau ingin berbahagia tulislah ungkapan hati Anda dan kirimkan itu dengan tulus. Ungkapan tulus yang ekspresif yang mungkin bagi sebagian orang lain itu sesuatu yang sederhana, justru akan membuat kita lebih bahagia, lebih bersyukur dan lebih merasakan adanya kepuasan hidup. Dan tentu saja akan meninggalkan kebaikan bagi diri kita sendiri.

Lebih jauh, hasil studi itu sendiri menemukan bahwa semakin kita memiliki jaringan (atau jejaring) sosial yang lebih bermakna dalam hidup, maka hal itu  akan menunjukkan betapa besarnya berbagai keuntungan psikologis dan fisik akan kita dapat. Seperti sistem kekebalan tubuh meningkat dan otomatis probem kesehatan menyusut, depresi berkurang, juga akan berdampak pada kualitas hidup yang lebih baik.

Pernyataan dari hasil studi terbaru di Kent ini mengingatkan saya akan sempurnanya hukum alam, hukum kekekalan energi, hukum aksi-reaksi, dan hukum tabur-tuai kehidupan. The Secret dan The Law of Atraction sangat jelas berlaku disini.

Rasanya tak sulit bagi kita untuk mengirim surat sederhana (atau kirim email, atau sebuah SMS kepada teman lama) sebagai ungkapan terimakasih kepada orang-orang yang berjasa dan memberikan pengaruh positif bagi kehidupan diri kita. Ya sebuah apresiasi yang tinggi dengan ungkapan positif, atau semacam rasa syukur dan terimakasih kita padanya.

Tantangannya sekarang, bagaimana kita (minimal dua minggu sekali) kita mengirimkan surat (email, sms) itu dengan tulus dan rutin kepada orang-orang yang telah mewarnai hidup kita?

Rasulullah pun sudah jauh-jauh mengingatkan kita mengenai hal ini, “Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain”.

Satu Tanggapan

  1. SMS yang Membahagiakan,,
    sungguh yang akan selalu di kenang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: