Ide Sederhana

Bangun pagi dan keluar dari selimut tebal, kemudian menulis dan menikmati secangkir teh hangat di Hotel Yasmin Puncak adalah sebuah kenikmatan tersendiri bagi saya. Waktu menunjukkan pukul 04.05, dekapan erat embun pagi yang hening membuat suasana hati kian nikmat untuk mengisi hari ini dengan hal-hal yang positif. Lalu saya buka email-email dan sejumlah berita pagi di web site. Hm… tak ada yang ruar biasa.

Tantangannya sekarang : hal-hal ruar biasa apa yang akan saya buat hari ini?

Lima hal kegiatan terpenting yang harus saya lakukan sudah saya tulis di kertas kecil, dan saya bertekad untuk menyelesaikan dan menuntaskan semuanya itu dengan sungguh-sungguh, penuh totalitas dan berharap semua bisa menghasilkan hasil terbaik, sebagaimana yang saya harapkan.

Oh ya, berbicara mengenai sebuah tulisan, saya jadi ingat sebuah pembicaraan kecil saya saat outdoor training Rabu kemarin bersama seorang sahabat dari Yogya. Dia bercerita bahwa tulisan saya mengenai haji (Labbaik allahuma labbaik, 28 November) telah dia tempel di mushola kantornya  lengkap dengan gambar-gambar tanah suci dan program haji bagi seluruh karyawan.

Hal yang paling menarik dari program naik haji itu adalah ide sederhanyanya. Dalam programnya yang sederhana itu, setiap karyawan dianjurkan secara sukarela bersedekah seribu rupiah setiap hari bagi yang ingin berhaji. Ya, hanya seribu rupiah, dan boleh berlebih. Bila itu terus dijalankan katanya, insyaallah bisa memberangkan seorang calon haji ke tanah suci. Adapun yang akan berangkat adalah orang yang paling merasa siap menjadi tamu Allah, dan memusyawarahkan kemufakatannya diantara mereka.

Pak Martha Haendry si penggagas ide itu, pernah berbagi cerita dengan saya. Bahwa program itu bukanlah arisan haji, bukan pula nantinya akan diundi untuk menentukan siapa yang berhak pergi berhaji. Namun pada consensus bersama yang sesuai hati nurani. Syukur alhamdulillah, semoga Allah memberi kemudahan dan ridho atas niat dan kesungguhan mereka. Apalagi daftar calon jemaah haji bahkan sudah ditempel di mushola mereka.

Ya… sepanjang yang saya tahu dan seringkali saya temui, hal-hal ruar biasa bukanlah gagasan yang kompleks, usulan yang rumit, atau ungkapan yang berapi-api untuk meyakinkan orang lain atau pihak lain. Namun lebih pada kesederhanaan dari ide itu sendiri, keyakinannya untuk mewujudkannya dan pada keikhlasan untuk menyempurnakan ikhtiar yang sedang kita lakukan.

Dan bagi saya pribadi, saya akan tetap menulis mengenai universitas kehidupan ini. Menulis ini dan itu yang tak jauh dari tema pembelajaran diri. Hm… siapa tahu dari sekian banyak tulisan itu, ada satu tulisan yang bermanfaat, menginspirasikan seseorang, atau mungkin akan kian menguatkan bagi yang memiliki ide-ide sederhana itu sendiri.

Bagi pribagi saya pula, saya tidak tahu apakah tulisan saya ini bagus atau tidak, pas atau nggak, enakeun dibacanya dan mengalir atau tidak, namun saya yakin dan selalu saya harapkan bahwa tulisan adalah perjuangan. Perjuangan untuk mengubah diri ini yang harus kita mulai dari hal-hal kecil, sejak kini, dari tempat kita berpijak, dari peran dan kuasa yang bisa kita lakukan, sejak dini. Itu saja, dan sesederhana itu.

5 Tanggapan

  1. Bagus tuh ide. Kalau boleh ngasih saran, jika sudah tercapai dananya. Istikhoroh dulu agar orang yang menerima benar benar orang yang bertaqwa sehingga tidak sia sialah orang yang besedekah.

  2. Insya Allah, bila ide segar ini lancar setiap tahun bisa memberangkatkan satu karyawan untuk berhaji. Kuat fisiknya, siap mental dan spiritualnya, serta benar-benar telah memberikan nilai yang cukup kontributif pada perusahaan.

    Satu saran dari DuniaFana sudah masuk, ada saran lain dari para InsanPembelajar lainnya ?

  3. Thanks Mas Agung

    Tulisan ini sangat inspiratif, saya teringat dengan apa yang pernah disampaikan oleh Renald Kasali tentang Simplisity, bahwa seseorang yang berhasil adalah mereka yang mampu menyederhanakan suatu masalah dan melaksanakan suatu ide yang simple.

    Thanks mas dan sukses selalu

  4. Insya Allah, turut berdo’a mudah-mudahan ide ini terwujud. Amin

  5. Istikhoroh dulu agar orang yang menerima benar benar orang yang bertaqwa sehingga tidak sia sialah orang yang besedekah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: