Takut, Khawatir, Gelisah? Bersedekahlah!

Sebagai manusia biasa, kita ini punya ketakutan, kekhawatiran dan kegelisahan yang ruar biasa banyak ragam dan tensinya. Mulai dari ketakutan akan masa depan dan pensiun kita, kekhawatiran dengan profesi dan pekerjaan kita, juga kegelisahan dengan diri dan keluarga kita.

Mungkin sekarang ini kita khawatir dengan jodoh kita, khawatir dengan pasangan hidup kita tidak setia atau tidak mendukung kita. Khawatir anak kita jadi nakal atau tidak berprestasi, khawatir dengan masa depan dan biaya masa depan pendidikannya, dan kekhawatiran-kekhawatiran lain yang tak terhitung banyaknya. Dan esok hari, ketakutan, kekhawatiran dan kegelisahan itu akan muncul lagi, akan bertambah lagi, baik yang sama maupun yang berbeda bentuk dan kemasannya.

Usia memang terus berkurang, kesehatan terus merosot, ginjal tak mungkin terus bekerja standar, kebutuhan seakan terus berkembang, dan kesempatan terus berkurang karena persaingan, kesulitan dan kebutuhan hidup.

Bentuk-bentuk ketakutan mungkin akan terbalut lembut dengan berbagai dalih dan alasan-alasan yang masuk akal. Wajah-wajah kekhawatiran mungkin akan tersembunyikan dengan berbagai aktivitas dan kesibukan. Dan simpul-simpul kegelisahan juga mungkin tersamarkan dalam pencarian makna dan hakekat hidup yang belum tentu sesuai dengan panggilan hati nurani. Semua itu, adalah karena kita punya potensi untuk selalu berkeluh kesah, kikir, merasa berkecukupan dalam hal kebaikan, tidak pandai bersyukur, melampaui batas, suka membantah kebenaran, dan sifat tergesa-gesa tak sabaran untuk mendapat sesuatu yang kita inginkan.

Lalu, apakah dengan ketenangan atau rasa damai kita ini sudah menjadi baik dan sempurna ?  

Udztad Yusuf Mansyur di Mesjid Al-Hidayah saat pengajian bulanan di Majelis Kaffah tadi siang, memberikan ketegasan bahwa “Orang yang tenang dan beriman pun perlu merasa khawatir dengan dirinya sendiri. Khususnya saat ia menghadapi sakaratul maut nanti, juga pada saat ia di akhirat kelak yang proses test dan pemeriksaannya sangat ketat dan berlapis !”

Dengan bersedekah, insya Allah semua bala tertolak, umur panjang, dan rezeki menjadi berkah. Karena, “Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Al Baqarah 274).

Satu Tanggapan

  1. Takut, Khawatir, Gelisah? Bersedekahlah!,
    untuk menambah pahalamu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: