29 Orientasi Membangun Saluran Rezeki

Edumainers, kini mari kita belajar membedakan bagaimana mengenali profil pekerja Biasa dengan Pekerja Pembelajar. Nah, agar lebih mudah, kita sebut saja nama lain dari Pekerja Pembelajar itu sebagai ”Orang yang Bermental Mandiri”.

Nah untuk menjadi Orang yang Bermental Mandiri, maka salah satu cara efektif untuk mencapai itu adalah dengan memperbanyak saluran pipa rezeki alias memiliki multi income. Baik dari hobinya, dari luang waktunya, dari investasinya atau dari cara halal lainnya.

Hitung punya hitung, ada 29 Ciri Pembeda antara Pekerja Biasa dengan Orang yang Bermental Mandiri (Pekerja Pembelajar)

#1. PEKERJA BIASA BERUPAYA MEMILIKI BANYAK PEKERJAAN SAMPINGAN. SEMENTARA ORANG YANG BERMENTAL MANDIRI, BERUPAYA MEMILIKI BEBERAPA PEKERJAAN UTAMA YANG DAPAT DIANDALKAN.

#2. Pekerja Biasa dikelilingi oleh kolega, dan menggabungkan diri dengan orang-orang yang ia senangi. Sementara Orang yang Bermental Mandiri mengupayakan diri dikelilingi oleh orang-orang yang membutuhkannya (kaum dhuafa, fakir miskin, anak terlantar), orang-orang pintar, rajin, atau pun merindukan pada orang-orang yang sering memberikan masukan (pembelajaran, kritikan) kepadanya.

#3. Pekerja Biasa akan merasa jengkel terhadap tugas-tugas pekerjaan yang harus diselesaikan dengan batas waktu yang ketat. Sementara Orang yang Bermental Mandiri akan berupaya memecahkan kejelekan situasi dengan prespektif yang benar. Berdasarkan skala prioritas !

#4. Pekerja Biasa berfokus pada pekerjaan yang memerlukan keterampilan di bidang spesialisasi tertentu atau keterampilan profesional tertentu. Sementara Orang yang Bermental Mandiri beda, mereka berfokus pada keterampilan berwirausaha, finansial, investasi, negoisasi dan kesejahteraan umat.

#5. Pekerja Biasa ahli dalam spesialisasi. Orang yang Bermental Mandiri ahli dalam menata keuangan (akutansi), bisnis dan investasi (entrepreuneur atau infopreneur).

#6. Pekerja Biasa seringkali mengatakan dengan bangga, “Kami berusaha melakukan yang terbaik dengan apa yang ada”. Sementara Orang yang Bermental Mandiri dalam situasi yang sama akan mengatakan dengan penuh optimisme, “Kembali, kami berupaya untuk memecahkan rekor dengan semua kekuatan yang ada !”.

#7. Pekerja Biasa lebih suka menjadi pegawai “orang gajian”. Sementara Orang yang Bermental Mandiri lebih bergairah menjadi usahawan atau wiraswatawan.

#8. Pekerja Biasa terobsesi untuk memperoleh penghasilan lebih banyak (hubbud dunia). Sementara Orang yang Bermental Mandiri, ingin belajar lebih banyak untuk mendapatkan profesi yang diinginkan, dan bermanfaat untuk sebanyak-banyaknya umat.

#9. Pekerja Biasa mencari keamanan pekerjaan dan masukan finansial bulanan. Ia lebih mengkhawatirkan keselamatan dan keamanan kerjanya. Sementara Orang yang Bermental Mandiri,  mencari kebebasan finansial dan kebebasan beraktualisasi diri. Ia lebih mempertahankan mimpi dan visinya daripada keselamatan dan keamanan kerjanya.

#10. Sementara Pekerja Biasa mencari kerja sambilan, Orang yang Bermental Mandiri dalam waktu yang sama sedang mencari cara investasi baru, atau profesi lain yang baru yang lebih ternikmati.

#11. Pekerja Biasa mencari kerja, bekerja keras dan ingin menjadi kaya. Orang yang Bermental Mandiri berpikir, bertindak dan menjadi kaya.

#12. Pada saat Pekerja Biasa mengambil keputusan, Orang yang Bermental Mandiri mendelegasikan pekerjaan.

#13. Pekerja Biasa seringkali mengulang-ngulang pekerjaan yang dapat dinikmati dalam pekerjaan. Orang yang Bermental Mandiri berkonsentrasi pada bidang-bidang yang memerlukan perbaikan.

#14. Pekerja Biasa akan merasa lebih bergengsi bila jadi “manager”, Orang yang Bermental Mandiri terobsesi untuk menjadi “business owner”.

#15. Pekerja Biasa cenderung menjadi pekerja keras. Orang yang Bermental Mandiri berpacu diri untuk menjadi pekerja cerdas : knowledge worker, knowledge entrepreneur atau intrapreneur.

#16. Bagi Pekerja Biasa dan kebanyakan, perlindungan, fasilitas dan tunjangan jauh lebih penting daripada pekerjaan. Bagi Orang yang Bermental Mandiri, pekerjaan itu sendiri yang lebih penting (barokah itu mengikuti reputasi dan kredibilitas).

#17. Bagi Pekerja Biasa, keamanan kerja adalah segalanya. Karena itu, keamanan kerja bagi Pekerja Biasa lebih bersifat emosional daripada rasional. Sementara bagi Orang yang Bermental Mandiri, kebebasan finansial lebih masuk akal, lebih menentranmkan dan relatif aman untuk jangka panjang. Selain itu, kesempatan lebih besar untuk terus mengembangkan diri dan belajar, bagi Orang yang Bermental Mandiri adalah segalanya.

#18. Pekerja Biasa akan berkata pada anaknya, “Temukan perusahaan yang baik untuk bekerja”. Sementara Orang yang Bermental Mandiri akan mengatakan, “Jangan terlalu lama bekerja pada orang lain, atau temukan perusahaan yang baik untuk kau beli !”.

#19. Seringkali, Pekerja Biasa terpuruk pekerjaan, kesibukan dan kekurangan waktu. Sementara Orang yang Bermental Mandiri menikmati pekerjaan, kegairahan dan mempunyai banyak waktu keluarga yang menggembirakan.

#20. Bagi Pekerja Biasa, mereka berkeyakinan keamanan kerja itu penting. Sebaliknya, bagi Orang yang Bermental Mandiri berkeyakinan, keamanan kerja itu mitos. Keamanan sebenarnya hanya pada saat kita menggantungkan diri pada Tuhan Yang Maha Pemberi dan Maha Kuasa.

#21. Dalam proses pekerjaan, Pekerja Biasa berprinsip, “Yang penting apa yang harus dilakukan”, sementara Orang yang Bermental Mandiri, “Pribadi yang terbentuk dalam proses melakukan itu lebih penting”.

#22. Pekerja Biasa mementingkan perlindungan dan keuntungan hasil kerja. Sementara Orang yang Bermental Mandiri, lebih mengedepankan kepercayaan diri akan kemandirian dan kesalingtergantungan finansial. Keduanya itu lebih realistis dan penting.

#23. Bagi Pekerja Biasa, pekerjaan yang bergaji tinggi adalah penting. Sementara bagi Orang yang Bermental Mandiri, pemasukan pasif yang terus meninggi (pemasukan residual jangka panjang) dari dari pemberdayaan sejumlah orang disekitarnya jauh lebih penting.

#24. Pekerja Biasa juga seringkali mencari pekerjaan yang bayarannya tinggi. Sementara Orang yang Bermental Mandiri, mencari pekerjaan yang tenaga terlatihnya semakin dibutuhkan dalam dekade mendatang, atau menggeluti bisnis yang semakin dibutuhkan dimasa mendatang.

#25. PEMECAHAN SEBENARNYA ADALAH BUKAN HANYA PENGHASILAN YANG BERTAMBAH BESAR, MELAINKAN CARA YANG TEPAT UNTUK MENGATUR PENGHASILAN YANG TAMBAH BESAR TERSEBUT. – Tung Desem Waringin.

#26. Pekerja Biasa mementingkan slip gaji, pendapatan teratur, tunjangan, bonus dan keamanan kerja. Orang yang Bermental Mandiri justru sebaliknya, dia merasa mendesak dan penting untuk membangun usaha dan menjadi penanam modal yang berhasil.

#27. Pekerja Biasa menuruti perintah dan melakukan tugas-tugas rutin yang sama setiap hari dengan tetap mengacu pada blue-print perusahaan. Sementara Orang yang Bermental Mandiri berpikir, “Apa yang harus dilakukan adalah mengenali dan menyelesaikan permasalahan dengan cepat”.

#28. Orang Biasa bernafsu untuk menguasai semua sistem untuk meningkatkan penghasilan. Sementara orang kaya menciptakan sistem sendiri sebagai cara untuk memperoleh uang lebih.

#29. Pekerjaan Pekerja Biasa dapat diibaratkan seperti mengangkut air dengan ember : mahal, banyak tenaga dan energi, dan berorientasi jangka pendek. Orang yang Bermental Mandiri pada saat yang sama, dapat diibaratkan tengah membangun saluran pipa dan siap mengalirkannya : murah, hemat, dan efektif dalam jangka panjang.

Apabila dibukakan bagi seseorang pintu rezeki, maka hendaklah dia melestarikannya (jangan suka berpindah-pindah ke pintu-pintu rezeki lain atau berpindah-pindah usaha) (HR Al Baihaqi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: