Tak Ada Terompet, Tak Ada Kembang Api…

Tak ada terompet, tak ada kembang api, tak ada pesta, tak ada teriakan atau pun hingar bingar. Malam tahun baru, dan pergantian tahun baru ini begitu sepi. Semua seisi rumah sudah tidur ke alam mimpi. Hanya sejumlah SMS tiada henti masuk dari sana-sini mengucapkan ucapan selamat tahun baru. Plus didalamnya, seperti biasa : harapan, tekad dan doa akan kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang. Amin, amin ya robbal alamin.

Dalam sepi dan kesendirian, ternyata lebih ternikmati rasanya. Suasana ini justru pilihan saya sendiri untuk menciptakan dan menikmati keheningan pergantian tahun 2009, sebagaimana pergantian tahun 1 Muharram 1430 kemarin.

Rasanya, dengan mengisi waktu dengan membaca dan menulis ini-itu bagi saya pribadi jauh ternikmati daripada pergi ke Puncak, kumpul-kumpul dalam pesta kesenangan, atau larut tenggelam dalam hiburan. Alhamdulillah, dua buka hatam sudah…

Saya pikir, menimbang rasa, menyapa hati, dan introspeksi jelas lebih bermakna daripada hanya memburu kesenangan demi kesenangan dalam hiburan. Semua pesta itu serasa sebuah permainan yang melalaikan, dan sebuah kesenangan yang menipu!

Hanya satu pertanyaan yang selalu menggoda tahun ini sejak beberapa hari terakhir : kesuksesan dan perubahan apa saja yang akan saya raih di tahun baru ini? Padahal, rasanya baru kemarin pergantian tahun baru 2009 & 1430 itu berlalu, koq sekarang sudah tahun baru lagi. Ada yang bilang, sekarang ini kita memasuki Tahun baru Kerbau Tanah. Katanya, kita harus lebih kuat dan sigap dalam menghadapi tahun baru ini. Katanya pula, di Tahun Kerbau ini kita pun harus lebih bersahaja dan siap hidup dalam kesederhanaan. Ah, bukankah pesan-pesan itu juga harus kita lakukan sepanjang waktu tanpa memisahkan tahun kerbau atau tahun yang lain? Yang jelas, suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, pergantian waktu dan perubahan akan terus bergulir hingga akhir jaman.

Satu hal yang saya ingat tentang perubahan adalah sebuah pesan dari Brian Mayne dalam “Life Mapping” yang mengatakan, “’Sukses’ datang jika kita belajar mengendalikan perubahan hidup yang bersifat alamiah menjadi hal-hal yang kita inginkan”. Ya, kita berkewajiban untuk memastikan bahwa isian dan kualitas kehidupan kita sekarang ini dan kedepan harus dirancang sedemikian rupa sebagaimana yang kita sendiri inginkan.

Dengan kata lain, setiap pergantian momen Tahun Baru jelas harus diisi oleh sesuatu yang benar-benar baru. Niat yang baru, tekad yang baru, paradigma yang baru, serta tindakan dengan strategi terbaru. Bukan dengan sesuatu yang melalaikan seperti pesta yang memabukkan. Karena, Tuhan sendiri akan murka karena Tuhan telah memberikan kisah-kisah terbaik terdahulu sebagai sebuah peringatan bagi mereka yang mau berpikir. Bahkan Tuhan membinasakan mereka karena dosa mereka sendiri!

Semoga Tahun Baru ini benar-benar membawa perubahan sebagaimana SMS Pak Purnomo tadi siang : “.Happy New Year 2009… means : 2 – Double lucky, 0 – Zero problem, 0 – Zero sikness, 9 – 9X richer. WISHING U ALL D BEST IN 2009”

Amin. Semoga!

Satu Tanggapan

  1. Tak Ada Terompet, Tak Ada Kembang Api…,,
    karena tahun baru itu
    yang kita inginkan adlah berkumpul bersama keluarga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: