Bila Prestasi Sudah Menjadi Tradisi…

Bila kita belajar keras, masih belum dapat nilai A atau AA, bisa jadi kita ini belum sungguh-sungguh belajar. Atau cara dan metodologinya yang kurang cerdas. Alias masih memakai cara-cara lama, tidak mencoba cara baru yang sudah terbukti sukses, atau malas membaca dan mencari cara terbaru apa yang paling sesuai dengan gaya belajar diri kita sendiri.

Seorang insan pembelajar dari sebuah kota besar SMS ke saya. “Mas, saya ngak dapat nilai A-nya. Saya mah aneh udah optimis gak kan bakal dapat nilai C, taunya dapat nilai C”.

Kenapa?

Ya, terang saja! Itu semua didapat dari cara berpikir (mindset, paradigma) yang keliru. Ia merasa tak habis pikir atas prestasinya sendiri, padahal udah jungkir balik dia belajar ini itu berkait belajar bagaimana belajar. Kita lihat kembali cara berpikirnya : “Optimis TIDAK akan dapat nilai C”. Bila itu yang dipikirkan dan diyakini, pasti atau besar kemungkinan ya akan dapat nilai ‘C’.

Coba bila dibalik, “Optimis mendapat nilai A”, insya Allah akan mendapat ‘A’. Sejauh pengetahuan saya, memberikan sugesti diri (autosugesti) atau menanamkan keyakinan pada diri sendiri, itu mutlak wajib menggunakan bahasa yang menghindari kata ‘tidak’, ‘jangan’ atau kata-kata lain yang berkonotasi negatif.

Nah kalau sudah berpikir negatif atau cara berpikirnya negatif, maka tak kan heran bila kemudian keluar kata-kata alasan, self defence mechanism (mekanisme pertahanan diri) dan sebangsanya. Seperti : “Rasanya sih jawabannya udah bener, koq dapat C ya?”, “Kebanyakan materi sih mas…Kalau itung-itungan sih bagus!”. Alasan lain, “Saya teh terlalu fokus ke catatan karena dapat provokasi tentang dosen-dosen dari mahasiswa-mahasiswa senior, jadi malah ngak masuk-masuk belajar…”

Hm… memang IPK bukanlah segalanya. Namun dengan IPK yang bagus, itu akan meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri kita untuk mengumpulkan prestasi demi prestasi di bidang kehidupan yang lain.

Jadi, bila prestasi sudah menjadi tradisi bagi kita, maka segala kelemahan dan kekurangan diri kita, akan menjadi ajang kita untuk lebih berprestasi lebih tinggi lagi..

5 Tanggapan

  1. baca ini semua…, benar apa yang di katakan sama mas. ok, mas terimakasih atas semua nya.

    dengan ini semua semoga dapat mewujudkan apa yang telah saya tulis d dream book saya.

    pokoknya saya harus bisa dapatkan apa yang saya inginkan. terimakasih

  2. Sederhananya, kita ini akan menjadi apa yang kita pikirkan… Menjadi apa yang kita rasakan… Dan menjadi apa yang kita lakukan…

    Selamat berjuang El, Over The Top !

  3. Sharing bos. Di tempat saya, malah yang ditekankan adalah mental. Mahasiswa (baca: Insan Pembelajar) malahan civitas akademika selalu diupayakan untuk belajar yang namanya “failed management/ managing atitude”. Semacam pengendalian “stress & problem”. Mahasiswa diajari bagaimana “mengontrol atau mengendalikan kegagalan-nya”. Tips-nya adalah :
    1. Hiduplah dalam hari lepas hari – artinya jalani, hayati, hargai, dan nikmati kehidupan hari lepas hari.
    2. Bila Anda mengalami kesulitan, lakukan tiga hal berikut ini:
    a. Tanya diri sendiri apa kemungkinan terburuk yang dapat terjadi.
    b. Siapkan mental untuk menerima kemungkinan terburuk itu.
    c. Perbaiki keadaan agar kemungkinan terburuk itu tidak terjadi.
    d. Ingatkan diri sendiri bahwa kecemasan itu mahal, karena ia berbahaya bagi kesehatan kita.
    3. Kumpulkan semua fakta yang ada.
    4. Pertimbangkan semua fakta itu, kemudian ambillah keputusan.
    5. Bila keputusan sudah diambil, segeralah bertindak.
    6. Analisalah masalah Anda dengan menjawab empat pertanyaan berikut:
    a. Apa masalah sebenarnya?
    b. Apa sebab-sebab masalah tersebut muncul?
    c. Apa kemungkinan penyelesaian yang ada?
    d. Apa penyelesaian yang terbaik?
    (Dale Carnegie)

    Semoga bermanfaat. Salam. www. rudi226.co.cc

  4. Dengan tips Hari Lepas Hari & berbagi spt ini, sungguh sgt bermanfaat & kian terlengkapi. Trims ya..

    Slm, a-msg

  5. Bila Prestasi Sudah Menjadi Tradisi…
    dengan ini semua semoga dapat mewujudkan apa yang telah saya tulis d dream book saya.
    terimakasih banyak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: