Siapa Berkalung Sorban

Kalau ada produk seni, film, drama, novel, buku atau pernyataan apa pun yang dipublikasikan secara luas dan itu berpotensi akan dapat menimbulkan salah paham terhadap Islam, atau dinilai menyudutkan pesantren atau terhadap simbol-simbol Islam, maka produk itu harus dibahas tuntas oleh majelis ahli agama. Baik dari sisi filosofis dan kontennya, maupun dari sisi sosiologis dan historisnya.

Bila tidak, maka produk “kebebasan berpendapat dan berekspresi” itu, bisa jadi malah akan dituduh sebagai upaya – baik sengaja maupun tidak sengaja – melakukan “pencitraan Islam yang sangat buruk”.

Penggambaran salah tentang pesantren, tempat beribadah, symbol-simbol agama, apa pun agamanya bukan hanya merusak citra saja tapi juga dapat dikategorikan memfitnah, menyebarkan kebencian atau pun penistaan agama.

Sudah saatnya, kini para “praktisi” seni juga semua insan pembalajar, bila akan memproduk sesuatu yang bernuansa agama dan akan disebarluaskan secara luas, untuk terlebih dahulu meminta masukannya dari ahli agama. Bukan hanya satu ahli, namun juga sejumlah ahli di majelis ulama. Pasti mereka akan memberikan dan membantunya secara tulus.

Hanya saja, kini saya jadi bingung sendiri dengan riuhnya pembahasan masalah isu “penggambaran yang salah” ini di dunia maya…

Sebenarnya, siapa sih yang berperan menegakkan hukum atas kasus ini? Siapa yang harus bertanggungjawab?

Saya harus cepat-cepat pulang dan menemui istri saya, karena Sabtu siang minggu lalu saya membelikannya sebuah novel Siapa Berkalung Sorban, eh… Wanita Berkalung Sorban…

3 Tanggapan

  1. Saya belum tahu, sebenarnya apa benang merahnya? Sekilas mah suudon..Eta mah tehnik bisnis supados film-na banyak ditonton orang. Bagi para ahli hukum (agama atau duniawi), silahkan dituntut saja sang sutradara untuk mempertangungjawabkannya…

  2. Film ini dibuat mungkin tidak sengaja untuk mendiskreditkan perempuan, sutradaranya belum mengetahui pandangan kondisi Islam yang sesungguhnya.
    Islam jelas mengatur soal kedudukan perempuan.

    saya yakin sutradaranya tidak pernah sengaja untuk menyudutkan umat Islam. Sutradaranya tidak perlu dihina. Dia kan saudara kita semuslim juga. Dia hanya tidak tahu saja, mari kita maafkan… hehe

  3. tapi aku suka nonton film “Siapa Berkalung Sorban”..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: