7 Kompetensi Utama Kepala Sekolah

Setiap saya memberikan training di berbagai sekolah, setiap itu pula saya berhadapan dengan respon kepala sekolah yang berbeda. Ada yang antusias mengajak diskusi dan berbagi; ada yang meminta agar seluruh gurunya diberi training dengan dikumpulkannya di aula sekolah; ada yang meminta agar sejumlah siswa-siswa berprestasinya diajak keluar saat saya memberikan training atau outdoor activities; namun ada juga yang sulit bertemu sama sekali.

Untuk tipe yang terakhir ini, saya punya cerita khusus. Dimana ada sebuah sekolah yang setiap tahun saya memberikan pelatihan pada siswa unggulannya, namun kepala sekolah sulit ditemui untuk berdiskusi lebih lanjut. Padahal dengan mengetahui kebutuhan khusus siswa-siswa unggulannya versi kepala sekolah, saya berharap saya mampu memberikan pelatihan yang mendekati kebutuhan siswanya yang lebih pas. Maklum, kebutuhan siswanya selama ini hanya dapat saya peroleh dari para siswanya sendiri, dari guru-guru wali kelasnya, dan dari salah satu wakil kepala sekolahnya. Padahal dengan semakin lengkap masukan, tadinya saya berharap saya akan lebih memahami kebutuhan siswa sepresisif mungkin.

Karena penasaran, selidik punya selidik ternyata kepala sekolah ini jadi kepala sekolah karena alasan politis saja. Maklum di era otda (otonomi daerah) seperti sekarang ini, pengangkatan kepala sekolah lebih karena kepentingan kepala daerah (bupati/walikota) saja, dan tidak pada ukuran kompetensi.

Terbukti pola rekrutmen dan pengangkatan kepala sekolah yang tidak profesional dan cenderung tertutup, dan juga tidak adanya sejumlah pelatihan yang memadai yang menjadi prasyarat untuknya. Aroma KKN jelas terlihat dari ketiadaan pemenuhan aspek keadilannya, transparansinya, akuntabilitasnya dan tanggungjawabnya. Padahal secara nyata, masih banyak guru karir yang S-02 atau S-03 yang lebih layak jadi Kepala Sekolah.

Tapi.. ya, begitulah sekolah di negeri kita… Lalu saya bermimpi, andai kepala sekolah memiliki 7 kompetensi ini, pasti masih banyak siswa kita yang bisa menyabet prestasi olimpiade iptek di panggung dunia.

Saya bermimpi, andai kepala sekolah itu memiliki kompetensi dalam bidang manajerial; diklat (pendidikan dan latihan); implementasi TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi); monitoring, supervisi dan audit; karakter; emotional quotient / emotional intelligence; dan infopreneur/kewirausahaan, pasti siswa-siswanya akan menjadi siswa yang kaffah – menjadi manusia indonesia yang seutuhnya. Tidak hanya mengejar nilai, tapi juga mendapatkan makna. Tidak hanya pandai menghafal, tapi juga pintar mencarikan solusi. Tidak hanya berprestasi tinggi, tapi juga rendah hati dan senang berbagi.

Ah sudahlah, berandai-andai itu tak baik. Karena kata orang tua, saat kita berandai-andai, setan itu sering membisiki sesuatu yang tidak baik…

Satu Tanggapan

  1. 7 Kompetensi Utama Kepala Sekolah,,
    nice post..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: