Sigit Triyono

Sigit Triyono. Nama ini selalu saya ingat. Ia orang yang sederhana, ramah, cerdas, kritis, bersahaja, dan selalu siap membantu.

Nama ini selalu saja menjadi inspirasi saya saat saya memberikan pelatihan, outdoor training, workshop atau berbagai acara berbagi ilmu di mana pun. Sungguh, saya telah banyak belajar kepada beliau.

Meski ia sudah lama tak lagi satu “kapal induk” dengan saya, namun mindset dan pembelajarannya menempel kuat di benak saya.

Pernah suatu ketika, kira-kira tahun 1996-an, saya — beserta Ibu Sulistiani & Pak Sus — mengadakan kelas outbound training ceritanya. Lalu, setelah segalanya siap, dengan rasa percaya diri saya mencari beliau dan “memohon petunjuk” atas rencana pelatihan outdoor-training ini.

Tanpa diduga, beliau berucap, “Saya tidak perlu memberikan saran dan masukan atas outdoor training ini. Nanti bisa prematur jadinya…”. Waduh, prematur? Gimana ini? Prematur…?

Namun cepat-cepat beliau secara bijak memberikan komentar, “Wah, ini ide bagus, pelatihan pertama perusahaan kita yang diselenggarakan dengan gaya outdoor. Saya yakin, ini akan bermanfaat bagi para peserta dan juga bagi perusahaan”.

Hasilnya, pada hari ketiga, untunglah semua peserta merasa puas, terkesan, dan merasakan manfaatnya secara ruar biasa. Terlihat dari berbagai komentar yang memberikan berbagai apresiasi tinggi.

Dan dua minggu kemudian, seluruh HR Supervisor (dulu Supervisor Personalia) seluruh Jabodetabek diundang ke HRD Training Center di Pasar Baru. Dan kembali saya ditugaskan oleh Pak Sigit, agar saya menceritakan bengek-teteknya persiapan ini dan itu, dan isian materi pelatihan untuk para Koordinator dan Supervisor Toko.

Didasari keinginan untuk mendapat review dan masukan, sesaat selesai memberikan presentasi, kembali saya bertanya kepada pak Sigit bagaimana dengan presentasi saya tadi?

“Energi dan antuasisme sampeyan, luar biasa. Selebihnya, kita bisa banyak belajar sambil jalan kan ya…”, kata Pak Sigit.

Saya berpikir, nilai bagus saya dalam keterampilan presentasi hanya energi dan antusias saja. Yang lain, ngak tahulah.. Lalu, saat saya mengikuti Management Trainee saya banyak belajar bagaimana cara presentasi yang bagus itu. Alhamdulillah, saat di-test presnetasi saya bisa jadi juara #1. Plus saat training for the trainer pun, alhamdulillah saya bisa juara #1.

Hikmahnya, selama kita membuka hati dan pikiran untuk selalu belajar dari yang terbaik, insya allah akan ada perbaikan yang berarti di diri kita. Dan salah satu guru terbaik saya dalam pelatihan dan pengembangan diri itu, adalah Bapak Sigit Triyono.

Kini beliau jadi Managing Director PT Sukses Holistik Indonesia, aktif dalam bidang pelatihan untuk institusi keagamaan, menjadi konsultan HRD dan Marketing, mengisi bedah bukunya sendiri “Sukses Terpadu Bisnis Ritel: Dari Merchandising sampai Shrinkage” di SmartFM.

Selain Holistik Indonesia, beliau pun pendiri Rasfles Foundation, dan School of Parliament Jakarta. Dengan pengalaman di Dale Carnegie Training, Matahari Putra Prima, Tbl., peneliti di LPEM-FEUI, associate LPPM, dan MarkPlus & Co Partner, ternyata beliau sudah melanglang belajar ke Jepang, Malaysia, Australia, Taiwan, Taiwan, dan China.

Selain sebagai konsultan, beliau pun memberikan pelatihan “Return of investment for training and development”, “Good goverment for manager and supervisor”, dan pelatihan lain yang berkait dengan ke-HRD-an.

Saat saya SMS yang saya dapat dari senior saya, saya khawatir beliau lupa. Maklum sudah cukup lama tak ada kontak apa pun dengan beliau. Ternyata langsung balas SMS saya.  “Wah, saya masih ingat. Sampeyan kan yang sangat enerjik dan produktif”.

Puji Tuhan dan syukur alhamdulillah, beliau memberi alamat lengkap, telepon dan email sekaligus.

Bagi saya pribadi, guru yang baik adalah guru yang selalu tulus untuk berbagi, memberi inspirasi, dan membuka ruang dan waktu untuk kapan pun bisa dihubungi. Dan Pak Sigit, adalah salah satunya…

3 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum,

    Selamat Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf bila ada hal-hal yang kurnag berkenan di hati. Tqabbalallahu minna wa minkum.

    Blobnya lama ditinggalkan Kang, mungkin sedang sibuk-sibuknya kerja. Nuhun ah bisa hadir lagi.

    Tulisan yang tampak sederhana di atas sangat menggugah saya, karena saya seorang guru. Ingin sekali menjadi guru yang juga seorang inpirator, motivator dan memberikan pencerahan bagi murid-muridnya.

    Terima kasih.

    Salam

  2. Saya baru sadar kalau Mas Agung menulis tentang diri saya hampir dua tahun yang lalu.

    Saya merasa tersanjung. Terima kasih, hatur nuhun, matur nuwun ya mas atas tulisannya yang juga menginspirasi saya untuk selalu berkarya dan memberikan yang terbaik bagi sesama.

    Saya salut dengan Mas Agung yang sangat disiplin dan rajin menuliskan banyak ide-ide melalui blog dan berbagai media lain.

    Saya yakin Mas Agung sudah melahirkan banyak buku yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

    Selamat ya mas. Berkaryalah yang terbaik, pasti akan mendapatkan yang terbaik pula.

    Salam hangat,
    Sigit Triyono.

  3. waw ternyata bapak yang di ceritakkan itu,,,
    sungguh terkesan dengan sifat-sifat bapak itu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: