Awas, Geledhugh Ces Syndrom !

Awas, dengan efek “geledug ces syndrome” !

Itu seperti kita senang dengan sesuatu secara berlebihan, lalu bosan dan melupakan atau dilupakan. Dalam istilah dunia pelatihan, fenomena itu biasa disebut sebagai “efek kocok bir”.

Ceritanya begini, sesaat setelah saya memberikan 1nspirAction Training, biasanya para peserta langsung mengkontak saya. Ada yang kirim SMS pukul 05.12 pagi!, ada juga yang SMS pukul 11.03 malam! Itu belum termasuk yang kirim email, atau update di FB dan komentar blog.

Di satu sisi saya senang dapat apresiasi yang bagus, dan syukur alhamdulillah dapat diterima oleh mereka. Namun saya juga agak khawatif, bila tidak ada tindak lanjutnya, bisa jadi dan ini sering terjadi, mereka terkena ”efek kocok bir” dari pelatihan itu.

Tahu kan, kalau saat kejuaraan balapan, si pemenang biasanya suka diberi bir, dikocok-kocok dan disemprotkan ke penonton yang memberi selamat dan yang mengelukan kemenangan team-nya. Setelah itu, bir habis dan sang pemenang kembali ke tempat. Orang yang mengelu-elukan kembali ke rutinitas, dan mulai kehilangan fokus dan semangatnya.

Dalam pelatihan, juga begitu. Kita bisa jadi juga sangat termotivasi karena sebuah pelatihan yang kita ikuti dirasakan begitu monumental dan sangat berkesan sekali di hati — seperti 1nspirAction Training HAI EduMain kemarin contohnya. Hehehe…

Namun biasanya, efek pelatihan itu akan berkesan tidak lebih dari 1 s/d maksimal 6 bulan. Setelah itu, semangat kita biasanya jadi kendor lagi, dan beberapa pikiran kotor sudah kembali keluar seperti sedia kala. Tekad pun jadi lemah. Komitmen jadi lupa deui. Janji ke diri sendiri dan keluarga seperti ditelan bumi. Entah mengapa semua itu menguap bertransformasi seperti air yang menjadi awan yang jatuhnya entah dimana.

Lalu, bagimana kita bisa mempertahankan semangat kita dan mendorongnya jauh lebih baik lagi?

Inilah kuncinya :

1. Miliki 99 Impian Yang Memberdayakan.

2. Miliki setidaknya 6 orang yang sangat positif kepada kita dan mendorong kita tulus ikhlas, untuk saling mengngatkan “dalam kebaikan dan kebenaran”. Jadikan Klab Insan Pembelajar (HAI EduWinners misalnya) sebagai media untuk mengaktualisasi diri dan menggembleng karakter. Ya karakter, karena masalah untuk menjadi pinter itu gampang. Namun mengembangkan karakter unggul itu butuh kesungguhan, upaya sistematis dan konsistensi.

3. Fokuskan pekerjaan atau aktivitas yang memberikan nilai lebih bagi kita, terutama hal-hal yang penting namun tidak mendesak, lebih banyak lagi alokasi waktunya.

4. Jadikan orang lain sebagai cermin diri kita. Masalahnya, apakah kita bercermin pada orang unggulan (orang “Gila” yang “Edan”, atau orang ruar biasa, atau malah hanya puas pada orang rata-rata. Atau malah tanpa sadar membandingkannya dengan orang yang prestasinya ada dibawah kita?), atau tidak?

5. Hidupkan Klab Insan Pembelajar dengan melakukan pertemuan rutin. Disarankan minimal ada pertemuan berulang dan konsisten minimal 8 kali setiap bulan.

Dalam sebuah riset, dikatakan, bahwa kita bisa berubah bila kita melakukan pekerjaan yang sama yang lebih baik selama 33 kali ! Artinya, keunggukan diri kita sekarang, apa pun itu bentuknya, adalah karena kita telah melakukan setidaknya 33 kali hal yang sama dengan cara yang lebih baik dan lebih baik lagi.

Nah, lalu bagaimana cara melejitkan dan meledakkan potensi diri kita lebih jauh dengan tidak terjebak pada kegiatan yang “hangat-hangat (maaf) tahi ayam” alias “Geledug Ces Syndrome”?

Mudah saja, hubungi saja HAI EduMain. Silakan email ke : AgungMSG1@IndonesiaAman.com, atau kontak ke 0813 204 555 98. Itu saja, dan sesimpel itu !

Lalu, adakah jaminannya bahwa program HAI EduMain itu akan berhasil?

Bila ada jaminan bahwa masuk SMKN akan langsung dapat kerja dengan gaji tinggi, pasti semua orang akan masuk SMKN. Begitu pula, bila ada jaminan bahwa masuk STTS (sekolah tinggi tinggi sekali) akan menjadi wirausaha berkaliber milioner, bisa jadi semua PTUN akan jadi kosong dan semua calom mahasiswa akan masuk STTS ini !

Masih ingat password Pak Andre Wongso?

“Sebuah sukses lahir bukan karena kebetulan atau keberuntungan semata. Sebuah sukses terwujud karena diikhtiarkan, melalui perencanaan yang matang, keyakinan, kerja keras, keuletan dan niat baik”.

Jadi, digabung jadi satu, seorang Insan Pembelajar akan selalu memburu ilmu yang sudah terbukti berhasil di lapangan, membersihkan hati dan jiwanya dengan sungguh-sungguh, dan berupaya memberikan usaha 120% dari yang ia bisa lakukan. Prinsipnya : Jangan Tanggung Tanggung, MAINKAN SAJA !

Karawaci, 11 Pebruari 2010

5 Tanggapan

  1. mas, smua tulisan mas selalu saya baca, bahkan tulisan yg satu tahun k belakang pun hampir smua saya baca…

    saya mmpunyai problematika yg sgt brat sbg seorg ktua…
    saya ingin kontak langsung dgn mas, bnyak yg hrus sya share mas…

    ada solusi?

  2. Kita ketemuan di darat saja. Sulit bukan berarti tidak bisa kan?

  3. Yang menjadi sedikit atau banyaknya penyebab geledhugh ces adalah pengenalan diri pribadi yang ada dipermukaan saja, kurang menanamkan kebermaknaan akan sebuah aktifitas positif.
    Butuh waktu untuk bisa mengenali diri sendiri secara utuh dab berkesinambungan.
    Mas..jika saya ikut program ini bersama eduwinners ‘maci’ tidak …???

  4. Silakan Bu, EduWinners sebagaimana EduMain adalah grup yang inklusif.. dan terbuka bagi siapa saja yang ingin menjadi insan pembelajar dengan senantiasa belajar dan berbagi bersama.

  5. Jangan Tanggung Tanggung,,,..???
    seharusnyakan kita pikirkan dulu dengan matang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: