Perokok = Pemboros = Saudara Syaithan ?

Alhamdulillah, akhirnya pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan fatwa (No. 6/SMTOTT/III/2010) hari Minggu kemarin di Yogyakarta, bahwa merokok itu haram.

Ya, setelah menelaah manfaat dan mudarat rokok, maka dapat disimpulkan bahwa merokok secara syariah (dengan argument ijtihad bayani dan ijtihad ta’lili) masuk dalam kategori haram. Rokok telah dibuktikan menjadi sumber sejumlah penyakit baik bagi perokok maupun yang terpapar asap rokok.

Merokok termasuk perbuatan khaba’is yang dilarang dalam Al Quran (QS 7: 157). Selain itu merokok juga mengandung unsur menjatuhkan diri kedalam kebinasaan dan, bahkan, merupakan perbuatan bunuh diri secara perlahan :

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. al-Baqarah, 2: 195)

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. QS. an-Nisa’ (4) : 29

Perbuatan merokok itu membahayakan diri dan orang yang terkena paparan asap rokok yang telah disepakati oleh para ahli medis dan para akademisi bahwa rokok mengandung zat adiktif dan zat yang membahayakan. Membahayakan karena rokok mengandung unsur racun yang bisa melemahkan dan membahayakan kesehatan perokok dan orang sekitar yang terkena paparan rokok.

Karenan itu maka merokok bertentangan dengan prinsip syariah dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan, dilarang melakukan perbuatan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Membelanjakan uang untuk rokok sama saja kita melakukan perbuatan mubazir. Dengan kata lain, pembelanjaan untuk rokok adalah suatu kemubaziran yang nyata-nyata dilarang dalam agama Islam :

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. QS. al-Isra’ (17) : 26

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithan dan syaithan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. QS. al-Isra’ (17) : 27

Nah, kini setelah fatwa haram dikeluarkan, dapatkah kita mengatakan bahwa perokok = pemboros = saudara syetan ?

Satu Tanggapan

  1. iyach…
    dapat menurutku karena itu memang kenyataannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: