Banyak Teman, Banyak Rezeki ?

Ada sejumlah teman yang temannya banyak dan seabreg. Kita pun mungkin kenal dengan orang atau sejumlah orang, yang punya teman dimana-mana. Biasanya, ia tipikal sanguine. Orang yang terbuka, optimis, dan “punya banyak cerita”.

Kadang saking banyak cerita, ia bisa mengomentari apa pun. Mulai dari lemahnya regenerasi kepemimpinan di negeri ini, hingga PSSI dan bahkan terganggunya reaktor PLTN Fukushima Daiichi karena terjangan tsunami.

Pernah suatu ketika, saat saya jalan bersama seorang teman yang temannya seabreg itu, sungguh ruar biasa kesannya. Kemana pun dia pergi, selalu saja ia menemui “fansnya”. Menyapanya dengan sangat antusias, menyalaminya, menanyakan kabar baik diri dan keluarganya, dan terus begitu berulang.

Tentu saja, saya yang berada di sampingnya terkena imbas aura persahabatannya. Saya pun dikenalkan, dan beberapa menit memperkenalkan diri saya kepada fans dari teman saya itu.

Karena terkagum, saya pun langsung memujinya betapa ia sangat mudah dan cair dalam berteman. Ruar biasa ini. Namun, temanku ini akhirnya mengeluh juga. Katanya, “Saya memang punya banyak teman, tapi hanya sedikit yang menghasilkan duit..”

Wow! Duit? “Jadi kamu itu berteman hanya untuk mencari prospek dan duit?”, tanya saya keheranan.

Cepat-cepat ia merevisi dengan tergagap-gagap. “Maksudku, saya ingin banyak teman, banyak rezeki. Banyak yang bisa saling bersinergi dan saling tukar informasi bisnis apa yang paling pas dikerjakan bersama?”.

So, jadi niatnya tetap sama: cari duit dengan memperbanyak teman. Hmm… bagi saya, pikiran teman saya ini tidaklah salah. Semua yang ia niatkan, akan kembali hasilnya kepada dirinya persis seperti yang ia niatkan. Lalu, dengan hati-hati saya pun mengomentarinya.

“Begini teman, coba sekarang kita geser dikit ya cara pandang kamu. Bukan banyak teman, lantas kamu banyak rezeki, tapi banyak teman yang mendapat manfaat dari kehadiranmu yang akan menjadikanmu banyak rezeki. Entah itu kamu jadi tempat curhat, tempat konsultasi, tempat meminjam koleksi dari hobimu, atau saran-saran profesional dari kompetensimu”

“Hmm… masuk akaaaal, bless !”, kata temanku sambil menepuk dahinya dengan tangan kanannya menirukan gaya TDW saat memberikan pelatihan. “OK, sekarang, ada ngak cara atau info yang bermanfaat bagi saya?”, katanya lagi.

Lantas, kuberikan info ini kepadanya : Banyak Teman yang Kau Kayakan, maka Kau akan Banyak Rezeki !

Aha, saya kira pendapat ini jauh lebih masuk akal bila sekedar dibandingkan dengan Banyak Teman, Banyak Rezeki.

3 Tanggapan

  1. teman/sahabat
    selamanya takkan pernah bisa tergantikan,,,
    tanpa teman/sahabat kita takkan ada yang menyuport,,
    kalau ada kan bisa ada yang membantu…

  2. teman sangat berarti untuk saya ,
    bahkan bisa lebih dr sdra sendiri .

    salam kenal🙂

  3. Bila kita bersahabat dengan seseorang yang tak tergantikan, bisa jadi itu akan menghangatkan hati. Ya, bahkan bisa lebih dari saudara sendiri !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: