Asshalatu Khoirun Minannaum…

 Gie, anakku… Ayah senang dan bahagia sekali Agi sekarang sudah mulai rutin shalat subuh di mesjid. Dengan shalat subuh di mesjid, berarti kita sudah memulai kegiatan lebih awal, lebih dini, lebih produktif, juga lebih sehat dibandingkan dengan yang tidak shalat subuh di mesjid berjamaah. Bagi seorang muslim, sebenarnya shalat subuh itu menjadi standar keimanan, ujian ketauhidan dan kejujuran, karena waktunya yang pendek sampai matahari terbit.

Begitu bahagianya ayah, sampai ayah meneteskan air mata terharu ketika Agi kemarin jadi muadzin “Asshalatu khoirun minannaum…”

Memang saat Agi bangun tidur, kadang berat di awal. Tapi kalau dirutinkan, insyaaallah akan terbiasa. Dalam ilmu psikologi katanya, untuk menjadi sebuah kebiasaan, kita harus melakukan hal yang sama berturut-turut 33 kali. Sedangkan menurut para kiayi, setidaknya perlu 40 kali melakukan hal yang sama untuk menjadi sebuah kebiasaan.

Ah, terlepas dari 33 kali atau 40 kali, yang jelas pembiasaan itu harus dilakukan, dirutinkan dan konsisten menjalaninya. Ya, bila kita membiasakan diri dengan ikhlas dan melihat manfaat-manfaatnya, maka kita akan lebih termotivisi. Dengan kata lain, kita seringkali lebih termotivasi bila kita melihat banyak manfaatnya (bila kita melakukannya), dan juga kita akan termotivasi untuk cepat action bila kita mampu melihat banyak ancaman, kerugian dan bahayanya bila kita tidak melakukannya (atau meninggalkannya).

Oh ya Gie, dalam sebuah penelitian ilmiah (ayah pernah membacanya dulu), disana diungkapkan bahwa orang yang terbiasa bangun pagi relatif sehat jantungnya, selain mampu menormalkan kinerja syaraf dan otak.  Sedangkan orang yang suka bangun tidur kesiangan, akan mudah terserang penyakit jantung.

Makanya tidaklah mengherankan banyak orang-orang yang malas bangun tidur alias bangunnya kesiangan, punya banyak keluhan dan masalah di jantungnya. Itu bisa terjadi karena kadar ozon (O3) di pagi hari itu cukup tinggi, sehingga udara pagi itu mampu membantu aktivitas syaraf dan otak, serta mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah dan serangan jantung.

Tambahan lagi, orang yang suka shalat subuh berjamaah orang-orangnya lebih bersemangat dan lebih sehat, sedangkan orang yang susah bangun tidur dan malas shalat subuh berjamaah di mesjid, biasanya orangnya lamban dan malas. Ngedul lah !

Makanya, agar bisa rutin shalat subuh, cepatlah tidur biar cepat bangun. Jangan tidur malam-malam begadang, main, nonton TV kemaleman, atau hal lain yang  tidak produktif. Ya, sekali lagi, cepat tidur dan cepat bangun, itulah kunci bisa shalat subuh. Bisa juga dengan set-up alarm di handphone Agi, tapi itu pun suka bablas ya… hehehe…. Dan ayah senang sekali, saat Agi protes kemarin, “Koq ayah ngak bangunin Agi subuh-subuh sih?”.

Maafkan ayah ya Gie, ayah salah. Ayah kemarin itu sempat kasihan, saat lihat Agi tidur nyenyak karena semalam tak terasa, eh… tidurnya pukul 00.30 WIB gara-gara Agi lagi seneng-senengnya belajar menjual sarung loreng Malvinas di berbagai pasar online.

Gie, kita kembali lagi ke soal shalat berjamaah ya…

Nah, bila dari sisi agama jelas bahwa shalat berjama’ah itu lebih utama dibandingkan bila kita shalat sendirian. Dalam sebuah riwayat, juga diceritakan bahwa para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul dan menyaksikan pada shalat kita shalat subuh. Selan itu, karena shalat subuh itu menembus kegelapan, maka Allah akan memberi cahaya yang sangat terang pada hari kiamat, ketika melewati Sirath Al-Mustaqim, dan akan tetap menerangi cahaya yang sangat terang itu sampai masuk surga.

Namun yang paling ayah takutkan adalah bila kita melewatkan shalat subuh juga shalat isya dengan tidak berjamaah di mesjid, karena salah satu ciri orang munafik adalah orang yang paling berat shalat shalat isya dan shalat subuhnya.

Begitu pentingnya shalat isya berjama’ah, sampai Rasulullah memberikan gambaran fadilahnya seperti kita shalat malam selama separuh malam dan berada dalam jaminan Allah. Sedangkan bila kita shalat shubuh berjamaah, itu sama saja kita telah telah shalat seluruh malamnya.

Rasulullah pun mengingatkan kita, bahwa sekiranya kita mengetahui keutamaan shalat subuh dan shalat isya, maka kita akan rela dan memaksakan diri shalat berjamaah isya dan subuh meski harus merangkak ke mesjid sekali pun.Kita pasti akan bela-belain mati-matian. Hujan, dingin, cape, tetap jalan shalat isya dan shalat subuh berjamaah di mesjid. Dua rakaat Shalat Subuh lebih baik dari pada dunia dan seisinya, dan sekaligus sebagai pahala yang paling mulia.

Intinya  orang yang shalat subuh di mesjid, pasti berada dalam jaminan, penjagaan, dan perlindungan Allah sepanjang hari. Jadi, tak perlu bodyguard, uang, senjata, kemampuan bela diri untuk mengawal kita. Cukuplah Allah yang jadi harapan, andalan, pelindung dan sandaran kita.

Jadi Gie, paksakan terus ya untuk shalat isya dan syalat subuh berjamaah di mesjid. Jangan sampai ketinggalan, karena Rasulullah pernah menegaskan. “Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Nah sekarang, tinggal satu lagi kebiasaan yang harus diubah. Kalau udah shalat subuh, terutama hari minggu atau hari libur, jangan tidur lagi ya Gie. Mending isi dengan beraktivitas. Siapkan buku dan baju untuk sekolah besok, ikuti kuliah subuh dengan ustadz Yusuf Mansur di ANTV pukul 05.00 s/d pukul 15.30, berdzikir, berdoa, atau kegiatan apa pun yang dirasakan bermanfaat. Karena saat pagi hari sampai fajar, para malaikat atas perintah Allah sedang membuka pintu-pintu rezeki buat kita.

Jadi, sayang kan kalau kita melewatkan shalat isya dan shalat subuh berjamaah di mesjid ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: