Masalah adalah Berkah !

Gie anakku, berbahagialah kalau kau sedang punya masalah. Makin banyak masalah, makin banyak pelajaran, pembelajaran dan hikmah yang bisa kita bawa kalau kita memaknainya.

Masalahnya sekarang adalah, bagaimana Agi mampu menghadapi, menghayati dan menikmati itu masalah untuk menyelesaikannya? Cara termudah menyelesaikan masalah adalah dengan “pendekatan bumi” dan “pendekatan langit” sekaligus. Dapatkan manfaat dunia, tanpa perlu kehilangan manfaat akhiratnya. Semua itu, kunci utamanya adalah sabar, sabar dan sabar.

Orang yang kehilangan kesabaran itu, biasanya suka emosional, mudah putus asa, cepat sedih, pesimis, mudah tersinggung, dan suka berpikiran negatif dan tidak pandai bersyukur. Semuanya itu karena kita seringkali lupa, suka mengandalkan kepada selain Allah.

Jadi, siap-siap sajalah kecewa kalau kita mengandalkan manusia. Mengandalkan modal, mengandalkan relasi, mengandalkan waktu yang tepat, mengandalkan saudara, sahabat, rekanan, bos atau investor; mengandalkan prospek, mengandalkan profesi dan pekerjaan, mengandalkan janji, mengandalkan prospek dan masa depan, ya… mengandalkan apa pun lah selain Allah.

Lalu, harus bagaimana atuh ya ?

Cukup andalkan Allah saja, Gie… Sampaikan semua kebutuhan kita itu kepada Allah, da Allah mah tidak pernah mengecewakan kita. Malah Allah mah telah memberikan yang terbaik, sedang memberikan yang terbaik, dan akan selalu memberikan yang terbaik. Hanya kita saja yang kurang bahkan seringkali tidak memahaminya. Hanya karena keyakinan kita yang kurang bagus dan jauh dengan Allah.

Jadi, gini maksud Ayah. Kalau Agi punya kebutuhan, apa pun kebutuhan itu, ajukan dan sampaikan saja kebutuhan itu kepada Allah. Bawa dan konsultasikan masalah dan tantangannya kepada Allah. Libatkan Allah sejak awal, tanya pada Allah, minta bimbingan-Nya, terus minta Allah yang ngawal prosesnya, dan meminta bantuan Allah agar Allah memberi hasil terbaik menurut Allah.

Percayalah Gie, Allah mah selalu memberi kemudahan, perlindungan dan keamanan, solusi dan keberlimpahan. Jauh lebih besar dari yang kita sadari, selama kita nurut dan menjalankan aturan-aturan dan harapan-harapan-Nya !

Dan bila hasil akhirnya belum sesuai dengan harapan kita, pasti itu ada pesan Allah di dalamnya. Mungkin saja niat kita tidak lurus. Atau caranya kurang sreg di menurut Allah. Apa pun itu, ya sekali lagi, hadapi saja dengan sabar, dan terus tiada henti berupaya, berdoa dan beramal buat kebaikan. Insya Allah, segala sesuatu itu pasti ada waktunya ! Nah, lagi-lagi, kita sudah sabar ngak menerimanya ?

Banyak cara untuk menyelesaikan masalah. Dan yang paling efektif, sebenarnya adalah dengan mendahulukan “upaya langit” lalu diiringi dengan “upaya bumi”. Upaya langit bisa dengan doa dan dzikir, shalat malam, puasa senin-kamis, sedekah, meningkatkan kualitas dan kekhusuan shalat wajib, memperbanyak shalat-shalat sunat, berbagi kebaikan-kebaikan, dan selalu menjadikan segala sesuatu sebagai ibadah untuk mendapatkan keridhoan-Nya.

Nah, Agi…. Kehidupan di dunia ini begitu pendek. Usia kita sangatlah pendek. Persis seperti kita teh berteduh dalam sebuah perjalanan panjang. Dan begitulah umur kita di dunia ini, sangat-sangatlah pendek ! Karenanya, apa pun yang kita punya semua itu hanya amanah. Ilmu itu amanah. Keterampilan itu amanah. Umur itu amanah. Luang waktu itu amanah. Masa muda itu amanah. Kesehatan itu amanah. Nikmat panca indera itu amanah. Hidup ini amanah. Harta kita itu hanya titipan, dan itu juga amanah. Semua hanya Allah yang punya, ya… pinjaman dari Allah.

Ok, kembali kepada masalah tadi ya Gie… Jadi, kalau Agi punya masalah, terima saja itu masalah. Ridho saja, terima saja, ikhlas saja, bersabar saja, bersyukur saja, dan terus cari penyelesaiannya dengan kembali melibatkan Allah dalam proses penyelesaiannya, sejak awal ! Ya, serahkan saja masalah mah ke Allah, lewat sabar, syukur, doa dan dzikir, taubat, melakukan kebaikan-kebaikan ibadah, dan terus mencari ilmu dengan langsung belajar dari ahlinya. Pasti dah, Allah akan memberi jalan keluarnya, dan jalan kemudahannya !

Hanya saja Gie, kadang dalam prosesnya seringkali kita kurang yakin, kurang bersyukur dan kurang bersabar. Pengennya kalau kita punya masalah, langsung saja kelar masalahnya : selesai seketika. Padahal Allah sengaja memberi masalah sebagai ujian dan pematangan untuk kita. Tinggal kita saja yang selalu berbaik sangka kepada Allah, bahwa Allah mah selalu dan akan selalu memberi hal terbaik dan kemudahan kepada kita. Kemudian kita berusaha sepenuhnya untuk menjadikan segala sesuatu itu dapat bernilai ibadah dengan istiqomah, dari waktu ke waktu, hanya untuk Allah. Amin….

Dan ngak mungkin lagi, Allah memberi masalah, cobaan atau ujian, diluar kemampuan kita untuk mengatasinya. Atau membiarkan kita sendirian mengatasinya. Allah ngak pernah begitu. Allah itu dekat, jauh lebih dekat dari yang kita rasa. Pokoknya, yakini ini ya, bahwa dibalik masalah ada dua kemudahan. Dibalik kesempitan, ada 2 kelapangan. Dibalik problem, ada 2 solusi. Dibalik tantangan, ada 2 keberlimpahan !

Sampai kapan pun, Gie… kita ini sebenarnya tengah sekolah di Universitas Kehidupan, Fakultas Tantangan, Jurusan “Dari Masalah Satu Kepada Masalah yang Lain” ! Nikmati saja, enjoy aja ya Gie…. Ngapain di ruwet-ruwetin, wong hidup ini udah ruwet koq. Ngapain disedih-sedihin, ntar sedih beneran lho! Kalau udah sedih, ayah khawatir, nanti kita jadi lupa untuk menjadi hamba yang pandai bersyukur kepada-Nya.

Ya Gie, jadikan masalah sebagai jalan untuk selalu beribadah kepada-Nya. Makin banyak dan besar masalah kita, makin dekat dan tergantung kita kepada Allah. Kita tinggal berdoa saja, cari ilmu penyelesaiannya dari yang lebih pinter dari Agi. Cari dan tanya pada ahlinya. Trus bertekad sepenuh hati bahwa usaha kita tak kan sia-sia kalau kita selalu melibatkan Allah di setiap usaha dan nafas kita.

Ya, sekali lagi ingat ini ya Gie… Masalah itu adalah ibadah, masalah adalah berkah !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: