Inilah Kriteria Terbaik Memilih Hewan Layak Kurban

Sebelum berkurban, ada baiknya kita terlebih dahulu mengenal ciri-ciri hewan kurban yang baik, sehat dan layak konsumsi. Karenanya, untuk mendapatkan hewan qurban yang baik, tentu saja kita harus lebih cermat dalam memilih dan membeli hewan kurban. Idealnya sih, pemeriksaan ini sebaiknya saat masih dijual, sesaat akan dipotong dan pemeriksaan daging pasca pemotongan.

Namun sebagai sebagai pedoman, inilah ciri-ciri hewan qurban yang baik, sehat, layak disembelih dan layak konsumsi :

1. Perhatikan terlebih dahulu kondisi tempat penjualan untuk lebih menjamin kesehatan hewan kurban.

2. Gigi hewan kurban juga sudah harus kupak (gigi susu sudah tanggal). Karena Rasullullah pernah mengingatkan : “Janganlah kamu menyembelih kurban kecuali yang musinnah (telah berganti gigi). (HR. Muslim).

Untuk sapi dan kerbau, sebaiknya dibeli yang berumur dua tahun. Sementara untuk kambing dan domba, minimal berusia 1 tahun. Hewan ternak yang dewasa ditandai dengan bergantinya sepasang gigi susu menjadi sepasang gigi seri (“poel”). Pada sapi yang sudah “poel” menandakan bahwa sapi tersebut telah berumur lebih dari 2 (dua) tahun, sedangkan kambing yang telah “poel” menandakan bahwa umurnya telah berumur lebih dari 1 (satu) tahun.

3. Beberapa kriteria fisik hewan yang sehat dapat dilihat secara kasat mata untuk menentukan hewan kurban layak konsumsi atau tidak.

1) Pilih hewan yang sehat dan mempunyai postur tubuh yang tegap dan kokoh, karena hewan yang sakit cenderung lemas, lunglai dan tidak bertenaga.
2) Lubang-lubang pengeluaran hewan kurban (anus) sebaiknya diperhatikan dimana bagian lubang pengeluaran tidak boleh mengeluarkan darah.
3) Pada mata, telinga, hidung, maupun mulut, juga tidak boleh mengeluarkan darah.
4) Bulu hewan kurban harus terlihat bersih (tidak kotor), terawat dan mengkilat, tidak boleh berdiri, tidak mudah rontok ketika bulu tersebut dipegang atau diusap.Bulu yang kusam menandakan hewan sedang kurang sehat atau sakit
5) Kulit mulus, tidak ada koreng/ keropeng dan tidak ada bekas kutu, gudig, atau terluka karena perlakuan kasar oleh pemilik sebelumnya.
6) Tidak boleh cacat, tidak terlihat memar dan jalan tidak pincang. Selain sehat dan tidak cacat, khusus untuk hewan kurban harus berjenis kelamin jantan, testis (buah zakarnya) lengkap dan sempurna, berumur dewasa. Perlu diketahui ternak betina yang masih produktif (masih bisa hamil dan beranak) oleh undang undang (UU No.18 tahun 2009) dilarang disembelih kecuali dalam keadaan terpaksa misalnya terjatuh, patah kaki dan atau keadaan yang memungkinkan dilakukan penyembelihan darurat (potong paksa).
7) Kuku tidak boleh luka
8) Hidung tidak boleh berlendir
9) Sebaiknya beli hewan kurban yang lincah.
10) Mata bersinar, jernih, terang, tidak juling atau pun buta, tidak keruh, tidak merah, tidak memproduksi cairan mata secara berlebihan, bernanah atau pun berdarah. . Apabila teraba panas, menandakan hewan sedang demam, dan jika sedang menderita gangguan atau infeksi saluran nafas akan mengeluarkan lendir atau ingus bening, kental, nanah atau bahkan darah.
11) Moncong (Cuping hidung, cermin hidung) berwarna kehitaman, tidak ditumbuhi bulu, membasah dan dingin.
12) Telinga bergerak-gerak
13) Napsu makan bagus
14) Kotorannya tidak encer. Kotoran sapi bentuknya menyerupai adonan kue yang agak kesat (kalis), apabila sapi sedang defekasi, maka kotoran akan jatuh dan membentuk suatu bentukan menyerupai “kue tart”. Kotoran hewan yang sehat langsung jatuh ke tanah pada saat hewan defekasi. Daerah pantat yang kotor dan berbau feses menandakan hewan dalam keadaan diare, sehingga kotoran tidak langsung jatuh ke tanah, namun sebagian akan mengotori daerah pangkal ekor dan pantat. Kotoran (feses) yang lembek – encer, ditemukanya lendir, darah atau bahkan cacing menandakan hewan sedang mengalami gangguan (sakit) pada sistem pencernaannya.

Selain dengan memperhatikan ciri-ciri hewan kurban yang baik dan sehat, kita pun perlu mewaspadai penyakit yang menyerang hewan kurban, seperti cacing hati. Karena hewan yang diserang cacing hati tak tampak saat sebelum dipotong. Cacing hati menyebabkan lorong-lorong dalam hati ternak dan meninggalkan pasir. Jika diolah dan dikonsumsi akan sulit dikunyah

Sumber :news.detik.com, sehatnews.com

4 Tanggapan

  1. Terima kasih berbagi gan…..

  2. terima kasih semoga allah melimpahkan pahala balasan atas kebaiakanya

  3. terima kasih gan semoga bermanfaat khususnya bagi kami yang menyimak informasinya. Salam sukses dari kami

    By Biodata Stefan William Dan Foto Terbaru

  4. alhamdulillah terimakasih atas artikel kurbannya semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: