Mandeg dan Merasa Tak Ada Kemajuan ?

Bagaimana Mengatasi KemandeganAnda merasa mandeg dan merasa tak ada kemajuan ? Ambil jarak dengan masalahnya. Kemandegan dalam bisnis dan kehidupan sebenarnya bisa diatasi dengan mudah. Mudah, bila kita tahu caranya.

Mandeg itu disebabkan oleh dua hal :

1. Trouble at the border. Mandeg adalah ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atau yang tidak diinginkan tidak menjadi kenyataan.

2. Mandeg terjadi ketika kita merasa di titik “Dip”, yaitu merasa di lembah terendah, saat seseorang atau kita merasa maju tak bisa, mundur rasanya tak mungkin.

Bila kita merasa berada dalam masa kegelapan, ada baiknya kita nyanyikan saja lagu “Kegelapan” yang pernah dibawakan oleh Hari Moekti.

# KEGELAPAN

Gelap / Gelap terasa hidup ini
Seakan mendung
Sepanjang masa

Suram
Betapa suram hidup ini
Bila sinar terang
Menghalau mendung ini

Kegelapan yang datang
Tak mungkin selamanya
Pasti akan berakhir
Pasti akan berlalu (2x)

Namun, jangan sekali-kali beranggapan bahwa “Hidup ini Bagaikan Roda. Kadang diatas, dan kadang dibawah”. Jelas, ini pandangan dan keyakinan yang sesat ! Seharusnya, “Hidup ini terus berjalan, kadang ke atas, mungkin saja sedikit menurun, namun harus terus naik dan lebih baik lagi. Karena, kata Allah “bukankan nasib kita ini adalah sesuai prasangka hamba-Nya ?”

Sesungguhnya Allah berfirman: “Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” [HR.Turmudzi]

Jadi saat kita merasa dibawah, saat merasa dip, itu adalah bagian kehidupan kecil kita dan sementara, dan bukan seluruh kehidupan kita itu sendiri. Insya Allah kita akan naik dan lebih tinggi lagi.

CIRI DAN PERASAAN MANDEG

Mandeg sendiri punya sejumlah ciri :
– Ingin pindah posisi
– Hasil tak sesuai harapan
– Hasil tak sesuai investasi dan waktu yang telah diberikan
– Pendapatan flat, rata-rata terus tak naik-naik, omzet tak meningkat
– Tak ada sales, atau sales jelek
– Barang numpuk
– Kehilangan fokus
– Gosip dari karyawan semakin banyak
– Cari peluang lain

Bila kita punya perasaan-perasaan dibawah ini, tidak menutup kemungkinan kita ini sedang mengalami kemandegan :
– Tidak semangat
– Tidak bergairah
– Merasa tidak ada kemajuan
– Apatis
– Galau
– Frustasi

Rasa kemandegan itu bisa dikurangi, bahkan bisa kita atasi bila kita punya komunitas dimana kita bisa nyaman untuk berbagi. Dari berbagi itu kita bisa mendapat pendapat, masukan, atau wawasan atambahan. Atau setidaknya mengurangi rasa kemandegan, yang pada akhirnya diharapkan setelah ada perasaan ringan didada kita bisa mengambil jarak dan masalah kemudian bisa mengatasinya dengan cara-cara sendiri.

SOLUSI

Inilah cara atau teknik mengatasi kemandegan yang tentu saja harus kita jadikan sebagai tugas yang harus kita kerjakan dengan sungguh-sungguh.

1. MENERIMA sebagai sebuah kenyataan kehidupan, tak perlu disesali. Jika tidak menerima, siap-siap stroke mengancam. Ya, sekali lagi, menerima atau stroke ?

2. BERSYUKUR, agar kita bisa naik lagi.

Koq bersyukur ? Bersyukur itu meringankan tubuh. Ya, karena dengan bersyukur kita akan merasa menjadi lebih ringan dan akan lebih mudah untuk naik lagi.

Yakinilah sahabat bahwa :
 “Dip terjadi sebagai bentuk pesan dari Allah SWT bahwa ada yang belum saya ketahui dan perlu saya perbaiki dari DIRI SAYA dan dengan CARA-CARA SAYA”.
 “Apa pesan yang Allah sampaikan pada saya ?”

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu berkata, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)

3. Melepaskan diri dari KEMELEKATAN.

Baik itu kita merasa Dip atau pun kemelekatan, biasanya berkait dengan harta, cinta dan tahta. Ciri-cirinya, saat dikasih saran atau masukan, orang yang punya kemelekatan tinggi justru bukan berterimakasih namun menyanggah antara lain dengan berkata :
 “Kamu sih enak ngomong begitu”
 “Kamu kan tak merasakannya”

Lepaskan kemelekata itu. Jangan merasa “memiliki” atau “dimiliki”. Biarkanlah semua itu hanya titipan dan amanah dari Allah. Fokuskan pada masa depan, juga pada tindakan masa kini apa yang bisa mengubah dan mempengaruhi masa depan. Bukan pada bayangan atau pun kejayaan masa lalu.

4. BERTANGGUNGJAWAB

Yakini dan katakanlah sekarang,
“NASIB saya tidak akan berubah menjadi lebih baik, selama saya merasa bukan orang yang paling bertanggungjawab untuk memperbaikinya”

Mari kita ulangi pernyataan itu dengan mengganti “nasib” berutut-turut dengan “dompet”, “rekening”, “bisnis”, “karir”, “perilaku anak”, “keluarga”, “perilaku karyawan”, atau yang lainnya. Bacalah lagi pernyataan diatas mulai dengan “dompet” atau lainnya sesuai kebutuhan kita. Insya Allah, akan ada rasa lebih bertanggungjawab setelah kita membacakan dan meresapinya dengan sungguh-sungguh. Insya Allah !

Bila kita mandeg karena debt (hutang) misalnya, bisa jadi itu karena over spending (terlalu banyak pengeluaran), under earning (kurang pemasukan) dan unexpected event (banyaknya pengeluaran yang tak diduga, atau ikut investasi yang ternyata menipu).

5. MEMBERSIHKAN DIRI dari maksiat, rasa takut, pikiran kotor, dan kenegatifan lainnya.

Bersih-bersih, beban-beban itu harus dibuang. Ada ngak maksiat dalam diri, bisnis dan keluarga saya? Dalam bisnis, apakah akad, transaksi, prosesnya sudah bersih. Juga bersih dari hutang dan riba ?

Dengan bersih-bersih, badan itu jadi ringan. Singkronkan juga doa dengan tindakan. Jangan cari dalil atau alasan !

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka” (QS Ar Raad 13:11)

6. KEEP MOVING, push trough and find the light. Maju terus, sampai sukses !

Seperti kecoa yang terbalik badannya, kecoa akan terus bergerak untuk bisa membalikkan badannya. Bila tak bergerak, maka ia akan dikerubungi semut dan mati.

Begitu juga dengan ilmu bisnis, teruslah bergerak. Tidak hanya STARTING BUSINESS yang dibekali dengan tekad, optimisme dan rasa BERANI. Namun juga RUNNING, menjalankannya dan GROWING, menumbuhkembangkannya.

Teruslah bergerak. Perbanyak kontak, perluas jejaring, perbanyak juga “lead”. Cari terus ilmunya, cari inspirasi, dan cari solusinya.

7. Menetapkan TUJUAN untuk membantu orang lain.

Apa pun tujuan itu, harus dilandasi sebagai bentuk ibadah hanya kepada Allah SWT dan diberikan manfaatnya ke sebanyak-banyaknya orang lain. Tidak hanya untuk keluarga sendiri, namun juga saudara, tetangga kita dan orang lain yang bisa kita berikan.

Life and Biz is helping others.

8. Temukan PENDORONG yang lebih kuat.

Energi Pendorong yang paling rendah untuk keluar dari kemandegan adalah HARTA, CINTA dan TAHTA. Energi Menengah untuk keluar dari kemandegan adalah energi yang bersifat maknawiah atau emosional.

Agar lebih cepat, lebih efektif dan bersifat permanen keluar dari jurang kemandegan, gunakan ENERGI SPIRITUAL, kekuatan ruhiah. Insya Allah, “I will be unstoppable” hingga malaikat-malaikat di surga nanti akan berkata kepada kita “Salamun ‘alaikum bima shabartum”, keselamatan atasmu berkat kesabaranmu.

Contoh :
 “Saya punya tanggungjawab terhadap karyawan-karyawan saya dan keluarga mereka”.
 “Saya sedang mempertaruhkan nama baik, reputasi dan kredibilitas saya”
 “Saya ingin, anak-anak dan istri saya bangga punya ayah dan suami yang bisa senantiasa menginspirasi mereka, meski saya sudah tiada”.
 “Saya ingin mensosialisasikan Thibbun Nabawi ke masyarakat di Cianjur, Jawa Barat dan Indonesia”
 “Saya ingin mengganti masyarakat yang berobat beralih dari produk non halal ke produk yang telah terjamin kehalalannya”
 “Saya ingin membantu masyarakat bahwa berobat dan menjaga kesehatan itu mudah, murah, aman, tanpa efek samping, alami, dan halal sesuai syariah.”
 “Saya ingin jaringan “toko herbal alami – sehat alami cara nabi” ini menyebar ke seluruh Indonesia, dan menunjukkan pada masyarakat dunia bahwa Thibbun Nabawi itu jauh lebih baik, lebih murah, lebih unggul, terpercaya dan jauh lebih efektif.

9. Temukan CARANYA

Masalah bisnis, finance, atau pun kehidupan, ada cara dan jalan keluarnya. Jadilah master, yaitu yang menguasai.

Penting untuk diyakini :

 Penghasilan saya ditentukan oleh MANFAAT (value) yang bisa saya berikan dan diterima oleh orang-orang yang membutuhkan produk / jasa yang saya hasilkan.

 Penghasilan saya ditentukan oleh JUMLAH orang yang menggunakan produk / jasa yang saya hasilkan.

Rasulullah bersabda “Khairunnas anfa’uhum linnas“. “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

PR : Bagaimana mendatangkan lead atau crowd ?

10. Cari dan kuasai TOOLS-nya

Dapatkan sejumlah alat bantu yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif dan terbukti telah mendatangkan kebaikan dan kemajuan.

11. Kuasai KETERAMPILANNYA dan perhatikan LANGKAHNYA

Jangan buru-buru “membajak” ahli. Kuasai dulu seluruh prosesnya, mulai dari selling, recruitment and development, finence hingga operation. Baru kemudian merekrut orang profesional.

12. KEEP LEARNING, karena :

 Stage (starting, running, growing) sudah berubah.
 Lanscape dan peta persaingan bisnis mungkin sudah berubah
 Regulasi dari pemerintah sudah berubah, dll., dst….

13. DISIPLIN

Jangan tergoda peluang bisnis lain, starting lagi. Gagal, starting lagi…. Wah, kapan nyampenya ?

14. It’s Time to be COACHED

Tidak semua orang bisa dilatih. Ada yang sudah merasa penuh gelasnya, sudah merasa hebat dan profesional, ada juga yang merasa sudah berpengalaman dan dia sanggup mengatasinya sendiri. Celakanya lagi, ada orang yang menggantungkan dirinya pada coach-nya, namun ia sendiri tidak mau merubah diri. Aduh, celaka ini mah…

Karenanya, jadilah pribadi yang open mind, coachable, dan mencintai ilmu. Bila mau investasi misalnya, investasikan waktu terlebih dahulu untuk melihat reputasi dan kredibilitasnya, dan kemudian pilih hanya untuk bisnis dan investasi yang jelas yang dikelola oleh orang profesional.

Dan terakhir, TIME TO ACT. Right here, right now !

Sumber : Artikel kecil diatas ini didedikasikan untuk para insan pembelajar Edumainers dimana pun berada. Materinya disarikan sebagai oleh-oleh dari seminar “Strategi Mengatasi Kemandegan Bisnis dan Kehidupan” yang langsung dibawakan oleh Samsul Arifin, penulis buku “27 Jurus Jitu Meraih Impian” di Gedung Pos Jl. Banda Bandung, 19 April 2013. Insya Allah bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: